Tafsir Al-Muyasar Surat An-Nisa 71-80

AN NISA : 71

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ خُذُواْ حِذْرَكُمْ فَانفِرُواْ ثُبَاتٍ أَوِ انفِرُواْ جَمِيعًا
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!!
Tafsir :
Wahai orang-orang beriman, ambillah kewaspadaan kalian dengan selalu bersiap-siap menghadapi musuh-musuh kalian. Keluarlah untuk memerangi mereka per kelompok demi kelompok atau bersatu sekaligus.

AN NISA : 72

وَإِنَّ مِنكُمْ لَمَن لَّيُبَطِّئَنَّ فَإِنْ أَصَابَتْكُم مُّصِيبَةٌ قَالَ قَدْ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيَّ إِذْ لَمْ أَكُن مَّعَهُمْ شَهِيدًا
Terjemah :
Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat- lambat (ke medan pertempuran) [315]. Maka jika kamu ditimpa musibah ia berkata : Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nimat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka.

[315] Sangat merasa keberatan ikut pergi berperang.
Tafsir :
Sesungguhnya di antara kalian ada beberapa orang yang bermalas-malasan untuk berangkat menyongsong musuh dan menggembosi kawan-kawannya dengan sengaja dan terus menerus. Bila takdir baik tidak memihak kalian dan kalian kalah atau gugur, maka mereka berkata dengan penuh kegembiraan : Allah telah menjagaku saat aku tidak hadir bersama orang-orang yang menjerumuskan diri ke dalam perkara yang aku tidak menyukainya untuk diriku sendiri. Mereka senang karena tidak ikut berperang bersama kalian.
===
Pesan : Maksud ayat ini adalah jihad syar i yang dipimpin Umara yang berkuasa dan yang memiliki tentara serta perlengkapan dll.

AN NISA : 73

وَلَئِنْ أَصَابَكُمْ فَضْلٌ مِّنَ الله لَيَقُولَنَّ كَأَن لَّمْ تَكُن بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ مَوَدَّةٌ يَا لَيتَنِي كُنتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًا
Terjemah :
Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-oleh belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia : Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula).
Tafsir :
Bila kalian mendapatkan karunia dari Allah dan harta rampasan perang, maka mereka akan berkata dengan penuh hasad dan penyesalan, seolah-olah antara kalian dengan mereka tidak terdapat kecintaan secara lahir : Seandainya kami bersama mereka, sehingga aku bisa mendapatkan apa yang mereka dapatkan berupa keselamatan, kemenangan dan harta rampasan perang.

AN NISA : 74

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالآخِرَةِ وَمَن يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيُقْتَلْ أَو يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Terjemah :
Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat [316] berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

[316] Orang-orang mumin yang mengutamakan kehidupan akhirat atas kehidupan dunia ini.
Tafsir :
Hendaknya orang-orang yang menjual kehidupan dunia ini dengan kehidupan akhirat dan pahalanya, berjihad di jalan Allah demi menolong agama-Nya dan menjunjung tinggi kalimat-Nya. Barangsiapa berjihad di jalan Allah dengan ikhlas, lalu dia kalah atau terbunuh, maka Kami akan memberinya pahala yang besar.

AN NISA : 75

وَمَا لَكُمْ لاَ تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاء وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَـذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا
Terjemah :
Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa : Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau !.
Tafsir :
Apa yang menghalangi kalian wahai orang-orang Mukmin untuk berjihad demi menolong agama Allah, dan menolong hamba-hamba-Nya yang lemah dari kalangan kaum laki-laki, wanita dan anak-anak yang dizhalimi, sedangkan mereka tidak mempunyi jalan keluar dan cara menyelamatkan diri kecuali memohon pertolongan kepada Rabb mereka. Mereka berdoa : Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami dari negeri yaitu Mekah yang penduduknya berbuat Zhalim kepada diri mereka sendiri dengan kekufuran dan kepada orang-orang beriman dengan menyiksa mereka. Jadikanlah untuk kami dari sisi-Mu seorang pemimpin yang bisa mengurusi perkara kami dan penolong yang bisa membantu kami atas orang-orang yang zhalim??

AN NISA : 76

الَّذِينَ آمَنُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُواْ أَوْلِيَاء الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
Terjemah :
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang- orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.
Tafsir :
Orang-orang yg beriman dengan benar, baik akidah dan amal perbuatan, mereka berjihad di jalan Allah demi membela kebenaran dan pendukungnya. Sementara orang-orang kafir berperang di jalan kesesatan dan kerusakan di muka bumi. Maka perangilah wahai orang-orang Mukmin, orang-orang musyrik dan kafir yang bersikap loyal kepada setan dan menaati perintahnya. Sesungguhnya taktik setan dengan para kawan-kawannya adalah lemah.

AN NISA : 77

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّواْ أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً وَقَالُواْ رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلا أَخَّرْتَنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ قُلْ مَتَاعُ الدَّنْيَا قَلِيلٌ وَالآخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقَى وَلاَ تُظْلَمُونَ فَتِيلاً
Terjemah :
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka [317] : Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat ! Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata : Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami ? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi ? Katakanlah : Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun [318].
________________________________________
[317] Orang-orang yang menampakkan dirinya beriman dan minta izin berperang sebelum ada perintah berperang.
[318] Artinya pahala turut berperang tidak akan dikurangi sedikitpun.
Tafsir :
Apakah kamu tidak mengetahui wahai Rasul keadaan orang-orang yang kepada mereka dikatakan sebelum diwajibkannya berperang : Tahanlah tangan kalian dengan tidak memerangi musuh kalian dari orang-orang musyrikin, dan kalian harus menegakkan shalat dan menunaikan zakat yang Allah wajibkan atas kalian. Manakala berperang diwajibkan atas mereka, tiba-tiba sekelompk orang dari mereka berubah keadaannya,mereka takut dan gentar menghadapi manusia seperti mereka takut keapada Allah bahkan lebih, mereka menyampaikan besarnya rasa takut yang menimpa mereka sambil berkata : Ya Tuhan Kami, mengapa Engkau mewajibkan kami untuk berperang? Mengapa Engkau tidak menundanya beberapa saat. Mereka mengucapkannya karena mereka lebih menyukai kehidupan dunia. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul : Kenikmatan dunia itu sedikit sedangkan akhirat dan apa yang ada padanya adalah lebih agung dan lebih kekal bagi siapa yang bertakwa, yang melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya dan menjauhi apa yang dilarang darinya. Tuhanmu tidak menzhalimi seorang pun sedikit pun, sekalipun hanya setipis kulit di antara biji kurma dengan dagingnya.

AN NISA : 78

أَيْنَمَا تَكُونُواْ يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُواْ هَـذِهِ مِنْ عِندِ اللّهِ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُواْ هَـذِهِ مِنْ عِندِكَ قُلْ كُلًّ مِّنْ عِندِ اللّهِ فَمَا لِهَـؤُلاء الْقَوْمِ لاَ يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا
Terjemah :
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan [319], mereka mengatakan : Ini adalah dari sisi Allah, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan : Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad). Katakanlah : Semuanya (datang) dari sisi Allah. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan [320] sedikitpun ?
________________________________________
[319] Kemenangan dalam peperangan atau rezki.
[320] Pelajaran dan nasehat-nasehat yang diberikan.
Tafsir :
Di mana pun kalian berada, kematian pasti menjumpai kalian, di tempat manapun kalian berada saat ajal kalian sudah tiba, sekalipun kalian berada di dalam benteng yang kokoh dan jauh dari medan perang. Bila mereka mendapatkan kenikmatan dunia yang membahagiakan mereka, maka mereka menisbatkan keberhasilannya kepada Allah. Namun bila mereka ditimpa sesuatu yang tidak disukai maka mereka menisbatkannya kepada Rasul Muhammad صلی الله عليه وسلم sebagai sebuah kebodohan dan sikap pesimis. Padahal mereka tidak mengetahui bahwa semua itu dari Allah semata dengan qadha dan qadar-Nya, lalu mengapa mereka tidak memahami setiap perkataan yang diucapkan kepada mereka?

AN NISA : 79

مَّا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولاً وَكَفَى بِاللّهِ شَهِيدًا
Terjemah :
Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.
Tafsir :
Apa yang menimpamu wahai manusia, berupa kebaikan dan kenikmatan, maka ia dari Allah semata, sebagai sebuah karunia dan kebaikan dari-Nya. Apa yang menimpamu berupa kesulitan dan kesusahan, maka ia disebabkan oleh perbuatan burukmu, dan apa yang dihasilkan oleh kedua tanganmu berupa kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa. Kami mengutusmu wahai Rasul kepada manusia seluruhnya sebagai seorang Rasul untuk menyampaikan risalah Rabb-mu. Cukuplah Allah sebagai saksi atas kebenaran risalahmu.

AN NISA : 80

مَّنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللّهَ وَمَن تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا
Terjemah :
Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka [321].

[321] Rasul tidak bertanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatan mereka dan tidak menjamin agar mereka tidak berbuat kesalahan.
Tafsir :
Barangsiapa yang menjawab Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan mengamalkan petunjuknya, maka dia telah menjawab Allah dan mengamalkan perintah-Nya. Barangsiapa yang berpaling dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, maka kami tidak mengutusmu wahai Rasul sebagai pengawas atas orang-orang yang berpaling tersebut di mana kamu yang menjaga amal perbuatan dan menghisab mereka atasnya, karena hisab mereka atas Kami.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*