Tafsir Al-Muyasar Surat An-Nisa 51-60

AN NISA : 51

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُواْ نَصِيبًا مِّنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ هَؤُلاء أَهْدَى مِنَ الَّذِينَ آمَنُواْ سَبِيلاً
Terjemah :
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab ? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut [309], dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.

[309] Jibt dan thaghuut, ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain Allah I
Tafsir :
Apakah kamu tidak mengetahui wahai Rasul keadaan orang-orang Yahudi tersebut yang telah diberi bagian dari ilmu, mereka membenarkan segala apa yang disembah selain Allah berupa berhala dan setan dari kalangan jin dan manusia dengan pembenaran yang membuat mereka berkenan untuk berhakim kepada selain syariat Allah. Mereka berkata kepada orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya Muhammad : Orang-orang kafir itu lebih lurus dan lebih adil jalan agamanya daripada orang-orang yang beriman.

AN NISA : 52

أُوْلَـئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللّهُ وَمَن يَلْعَنِ اللّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُ نَصِيرًا
Terjemah :
Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barangsiapa yang dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya.
Tafsir :
Orang-orang yang kerusakannya telah menyebar dan kesesatannya telah mengakar, Allah telah mengusir mereka dari rahmat-Nya. Barangsiapa telah diusir oleh Allah dari rahmat-Nya, niscaya kamu tidak akan mendapatkan siapa yang bisa menolongnya dan menepis darinya siksa Allah yang buruk.

AN NISA : 53

أَمْ لَهُمْ نَصِيبٌ مِّنَ الْمُلْكِ فَإِذًا لاَّ يُؤْتُونَ النَّاسَ نَقِيرًا
Terjemah :
Ataukah ada bagi mereka bahagian dari kerajaan (kekuasaan) ? Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikitpun (kebajikan) kepada manusia [310].

[310] Maksudnya : orang-orang yang tidak dapat memberikan kebaikan kepada manusia atau masyarakatnya, tidak selayaknya ikut memegang jabatan dalam pemerintahan.
Tafsir :
Apakah mereka mendapatkan bagian dari kerajaan, seandainya ia diberikan kepada mereka niscaya mereka tidak akan memberikannya sedikit pun kepada siapa pun sekalipun hanya setipis kulit antara biji kurma dengan dagingnya?

AN NISA : 54

أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ فَقَدْ آتَيْنَآ آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُم مُّلْكًا عَظِيمًا
Terjemah :
ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia [311] yang Allah telah berikan kepadanya ? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.
________________________________________
[311] Yaitu : kenabian, Al Quran, dan kemenangan.
Tafsir :
Apakah mereka mendengki Muhammad atas nikmat kenabian dan kerasulan yang telah Allah berikan kepadanya, dan mereka melihat sahabat-sahabatnya mendapatkan nikmat bimbingan kepada iman, membenarkan risalah, mengikuti Rasul dan kekuasaan di muka bumi lalu mereka berharap agar nikmat-nikmat tersebut hilang dari para sahabat? Kami telah memberikan kepada anak keturunan Ibrahim sebelum ini kitab-kitab yang Allah turunkan kepada mereka, termasuk apa yang diwahyukan kepada mereka bukan dalam bentuk kitab yang dibaca. Di samping itu Kami telah memberi mereka kerajaan yang besar.

AN NISA : 55

فَمِنْهُم مَّنْ آمَنَ بِهِ وَمِنْهُم مَّن صَدَّ عَنْهُ وَكَفَى بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا
Terjemah :
Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang- orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang- orang yang menghalangi (manusia) dari beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahannam yang menyala-nyala apinya.
Tafsir :
Di antara orang-orang yang telah diberi bagian dari ilmu ada orang-orang yang membenarkan risalah Muhammad dan mengamalkan syariatnya. Namun diantara mereka ada pula yang berpaling dan tidak menjawab seruannya, serta menghalang-halangi manusia untuk mengikutinya. Cukuplah bagi kalian wahai orang-orang yang mendustakan api Neraka Jahanam yang membakar kalian.

AN NISA : 56

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُواْ الْعَذَابَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
Terjemah :
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, wahyu dalam kitab-Nya, bukti-bukti dan tanda-tanda kebesaran-Nya yang diturunkan oleh-Nya, Kami akan memasukkan mereka ke dalam api Neraka dimana mereka akan merasakan panasnya. Setiap kali kulit mereka terbakar, Kami menggantinya dengan kulit lainnya agar siksa dan kepedihan mereka terus berlangsung. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, tidak ada sesuatu yang membangkang dari-Nya, Maha Bijaksana dalam pengaturan dan ketetapan-Nya.

AN NISA : 57

وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا لَّهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَنُدْخِلُهُمْ ظِـلاًّ ظَلِيلا
Terjemah :
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.
Tafsir :
Orang-orang yang hatinya tenteram dengan iman kepada Allah, membenarkan risalah Muhammad dan tetap konsisten di atas ketaatan, maka Kami akan memasukkan mereka kedalam surga yang mengalir dibawah pohon-pohonnya dan istana-istananya sungai-sungai, mereka mengenyam kenikmatan didalamnya untuk seterusnya tanpa keluar darinya. Di sana mereka memiliki pasangan-pasangan yang Allah sucikan dari segala yang kotor. Kami juga akan memasukkan mereka ke dalam naungan yang lepas lagi luas di surga.

AN NISA : 58

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤدُّواْ الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُواْ بِالْعَدْلِ إِنَّ اللّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ إِنَّ اللّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
Terjemah :
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Tafsir :
Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian agar menunaikan amanat dengan berbagai macam bentuknya, di mana kalian diamanati atasnya kepada pemiliknya, maka jangan melalaikannya. Allah juga memerintahkan kalian agar menetapkan keputusan diantara manusia dengan adil dan obyektif bila kalian menetapkannya di antara mereka. Ini adalah sebaik-baik nasihat dan petunjuk yang Allah berikan kepada kalian, Sesungguhnya Allah Maha Mendengar kata-kata kalian, mengetahui amal-amal kalian seluruhnya dan melihatnya.

Asbabun Nuzul :

Syu bah meriwayatkan dalam tafisrnya dari Hajjaj dari Ibnu Juraij berkata : Ayat ini turun kepada Utsman bin Thalhah. Rasulullah mengambil kunci Ka bah darinya, lantas beliau masuk ke dalamnya pada hari Fathu Makkah, ketika beliau keluar sambil membaca ayat ini. Beliau memanggil Utsman dan menyerahkan kunci Ka bah. Ketika Rasulullah keluar dari Ka bah dan menyerahkan kunci kepada Utsman, Umar berkata : Aku korbankan bapak dan ibuku untuknya, aku tidak mendengarnya membacanya sebelum itu. Zhahirnya adalah bahwa ayat ini turun di dalam Ka bah.

AN NISA : 59

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, jawablah p[erintah-perintah Allah dan jangan menyelisihinya. Jawablah seruan Rasul kepada kebenaran yang dibawanya. Taatilah ulil amri diantara kalian selama bukan dalam bermaksiat kepada Allah. Bila kalian berselisih pendapat di antara kalian tentang suatu perkara, maka pulangkanlah hukumnya kepada kitab Allah dan sunnah Rasulullah, bila kalian beriman dalam arti yang sebenarnya kepada Allah dan hari akhir. Pengembalian hukum kepada al-Qur an dan sunnah adalah lebih baik bagi kalian daripada perselisihan dan berpendapat berdasarkan akal serta lebih bagus akibat dan dampaknya.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa ayat ini turun pada kisah yang terjadi antara Ammar bin Yasir dengan Khalid bin al-Walid. Khalid seorang pemimpin pasukan lalu Ammar melindungi seseorang tanpa perintah darinya, sehingga keduanya berselisih, maka ayat 59 ini turun.

AN NISA : 60

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُواْ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُواْ إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُواْ أَن يَكْفُرُواْ بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلاَلاً بَعِيدًا
Terjemah :
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut [312], padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.
________________________________________
[312] yang selalu memusuhi Nabi dan kaum Muslimin dan ada yang mengatakan Abu Barzah seorang tukang tenung di masa Nabi. Termasuk Thaghut juga : 1. Orang yang menetapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu. 2. Berhala-berhala.
Tafsir :
Apakah kamu wahai Rasul tidak mengetahui perkara orang-orang munafik yang mengaku beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu, yaitu al-Qur an, dan kepada apa yang diturunkan kepada utusan-utusan sebelummu, namun mereka hendak berhakim kepada kebathilan yang tidak disyariatkan oleh Allah dalam memutuskan perselisihan di antara mereka, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari kebatilan?Setan hendak menjauhkan mereka dari jalan kebenaran sejauh-jauhnya. Ayat ini merupakan dalil bahwa iman yang benar menuntut ketundukan kepada syariat Allah dan menjadikannya sebagai hakim dalam segala perkara. Barangsiapa mengaku beriman namun dia memilih hukum thaghut diatas hukum Allah, maka pengakuannya dusta belaka.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim dan ath-Thabrani meriwayatkan dengan sanad shahih dari Ibnu Abbas, ia berkata : Abu Barzah al-Islami dahulunya adalah seorang dukun yang menetapkan hukum diantara orang-orang Yahudi dalam apa yang mereka perselisihkan. Lalu beberapa orang dari kaum muslimin berhakim kepadanya : maka Allah menurunkan ayat 60-62 ini.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari jalan Ikrimah atau Said dari Ibnu Abbas, ia berkata : Al-Julas bin ash-Shamit, Mu tib bin Qusyair, Rafi bin Zaid dan beberapa orang mengaku masuk Islam, lalu mereka diajak oleh sebagian orang dari kaumnya yang telah masuk Islam untuk berhakim kepada Rasulullah dalam suatu persoalan yang mereka perselisihkan. Akan tetapi mereka justru mengajak berhukum kepada para dukun yang menetapkan hukum pada masa jahiliyah, maka Allah menurunkan ayat 60 ini.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*