Tafsir Al-Muyasar Surat An-Nisa 171-176

AN NISA : 171

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ وَلاَ تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ إِلاَّ الْحَقِّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرُسُلِهِ وَلاَ تَقُولُواْ ثَلاَثَةٌ انتَهُواْ خَيْرًا لَّكُمْ إِنَّمَا اللّهُ إِلَـهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَن يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَات وَمَا فِي الأَرْضِ وَكَفَى بِاللّهِ وَكِيلاً
Terjemah :
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu [383], dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya [384] yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya [385]. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : (Tuhan itu) tiga, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.
________________________________________
[383] Maksudnya : janganlah kamu mengatakan Nabi Isa u itu Allah, sebagai yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani.
[384] Lihat not 193.
[385] Disebut tiupan dari Allah karena tiupan itu berasal dari perintah Allah.
Tafsir :
Wahai orang-orang pengikut Injil, jangan melampaui batas akidah yang shahih dalam agama kalian. Jangan berkata atas nama Allah, kecuali kebenaran, dan jangan menisbatkan istri dan anak kepada Allah. Karena al-Maish Isa putra Maryam adalah utusan Allah yang Dia utus dengan membawa kebenaran, Dia menciptakannya dengan kalimat yang dibawa oleh Jibril lalu disampaikannya kepada Maryam, yaitu firman-Nya : Jadilah, maka dia pun jadi. Dia adalah tiupan dari Allah yang ditiupkan oleh Jibril atas perintah Allah. Maka benarkanlah bahwa Allah adalah Esa, tunduklah kepada-Nya, benarkanlah utusan-utusan-Nya dalam apa yang mereka bawa kepada kalian dari Allah dan amalkanlah ia. Dan jangan jadikan Isa dan ibunya sebagai dua sekutu bagi Allah. Berhentilah dari ucapan tersebut karena ia lebih baik bagi kalian daripada apa yang kalian pegang selama ini, karena Allah hanyalah satu Mahasuci Allah, apa yang ada di langit dan dibumi adalah milik-Nya, mana mungkin Dia mempunyai istri dan anak? Cukuplah Allah sebagai pemegang tunggal segala urusan seluruh makhluk-Nya dan pengatur kehidupan mereka, maka bertawakallah hanya kepada-Nya semata karena Dia akan mencukupi kalian.

AN NISA : 172

لَّن يَسْتَنكِفَ الْمَسِيحُ أَن يَكُونَ عَبْداً لِّلّهِ وَلاَ الْمَلآئِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ وَمَن يَسْتَنكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيهِ جَمِيعًا
Terjemah :
Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah) [386]. Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
________________________________________
[386] Yaitu malaikat yang berada di sekitar Arsy seperti Jibril, Mikail, Israfil dan malaikat-malaikat yang setingkat dengan mereka.
Tafsir :
Al-Masih tidak akan pernah menolak atau merasa enggan untuk menjadi hamba Allah, demikian pula para malaikat yang dekat kepada Allah, mereka tidak menolak untuk mengakui penghambaan kepada-Nya. Barangsiapa enggan tunduk dan patuh, sebaliknya dia malah menyombongkan diri, maka mereka semuanya akan Allah kumpulkan kepada-Nya di HARI Kiamat, lalu Dia akan menetapkan keputusan-Nya dengan adil dan membalas masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya.

AN NISA : 173

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ وَيَزيدُهُم مِّن فَضْلِهِ وَأَمَّا الَّذِينَ اسْتَنكَفُواْ وَاسْتَكْبَرُواْ فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا أَلُيمًا وَلاَ يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ اللّهِ وَلِيًّا وَلاَ نَصِيرًا
Terjemah :
Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah.
Tafsir :
Adapun orang-orang yang membenarkan Allah dari sisi keyakinan, perkataan dan perbuatan, dan tetap konsisten di atas syariat-Nya, maka Dia akan memberikan pahala amal baik mereka dengan sempurna dengan tambahan dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang menolak taat kepada Allah, menyombongkan diri untuk merendahkan diri di hadapan-Nya, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksa yang menyakitkan. Mereka tidak akan mendapatkan penolong yang mengentaskan mereka dari siksa Allah, dan pembantu yang membantu mereka selain Allah.

AN NISA : 174

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءكُم بُرْهَانٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَأَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُّبِينًا
Terjemah :
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur an).
Tafsir :
Wahai manusia telah datang kepada kalian bukti nyata dari Rabb kalian, yaitu utusan Kami Muhammad صلی الله عليه وسلم dan keterangan-keterangan serta hujjah-hujjah yang kuat yang dia bawa. Yang paling agung adalah al-Qur an karena ia membenarkan kenabian dan kerasulan penutup. Dan Kami telah menurunkan kepadamu al-Qur an sebagai petunjuk dan cahaya yang terang.

AN NISA : 175

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُواْ بِاللّهِ وَاعْتَصَمُواْ بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِّنْهُ وَفَضْلٍ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطًا مُّسْتَقِيمًا
Terjemah :
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.
Tafsir :
Adapun orang-orang yang membenarkan Allah baik dari sisi akidah, perkataan dan perbuatan, berpegang kepada cahaya yang diturunkan kepada mereka, maka Allah akan memasukkan mereka kedalam surga sebagai rahmat dan karunia dari-Nya, membimbing mereka untuk meniti jalan yang lurus yang mengantarkan mereka ke taman-taman surga.

AN NISA : 176

يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلاَلَةِ إِنِ امْرُؤٌ هَلَكَ لَيْسَ لَهُ وَلَدٌ وَلَهُ أُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ وَهُوَ يَرِثُهَآ إِن لَّمْ يَكُن لَّهَا وَلَدٌ فَإِن كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ وَإِن كَانُواْ إِخْوَةً رِّجَالاً وَنِسَاء فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الأُنثَيَيْنِ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ أَن تَضِلُّواْ وَاللّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Terjemah :
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah) [387]. Katakanlah : Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu) : jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
________________________________________
[387] Kalalah ialah : seseorang mati yang tidak meninggalkan ayah dan anak.
Tafsir :
Mereka bertanya kepadamu wahai Nabi tentang hukum warisan kalalah, yaitu mayyit yang tidak mempunyai orang tua dan anak. Katakanlah : Allah menjelaskan hukumnya kepada kalian; bila seseorang wafat sedangkan dia tidak mempunyai orang tua dan anak, namun dia mempunyai saudara perempuan seayah dan seibu atau seayah saja, maka dia mendapatkan setengah warisan. Sementara saudara laki-lakinya baik sekandung maupun seayah mewarisi seluruh hartanya bila dia mati tanpa meninggalkan orang tua dan anak. Bila mayit dalam kalalah ini mempunyai dua orang saudara perempuan, maka keduanya mendapatkan dua pertiga dari apa yang ditinggalkannya. Bila saudara-saudara laki-laki berkumpul dengan saudara-saudara perempuan yang bukan seibu, maka laki-laki dari mereka mendapatkan dua bagian dari perempuan. Allah menjelaskan kepada kalian pembagian warisan dan hukum kalalah agar kalian tidak tersesat dari jalan yang benar dalam perkara warisan. Allah mengetahui akibat segala perkara dan apa yang mengandung kebaikan bagi hamba-hamba-Nya.

Asbabun Nuzul :

An-Nasai meriwayatkan dari jalan Abu Zubair dari Jabir, ia berkata : Aku sedang dalam keadaan sakit maka Rasulullah صلی الله عليه وسلم datang kepadaku, aku berkata : Aku berwasiat untuk saudara-suadara perempuanku dengan sepertiga. Beliau menjawab : Berbuat baiklah. Aku berkata : Setengah. Beliau menjawab : Berbuat baiklah. Kemudian beliau keluar, lantas masuk lagi seraya bersabda : Aku tidak menduga kamu mati dalam sakitmu ini, Allah telah menurunkan dan menjelaskan hak saudara-saudara perempuanmu yaitu dua pertiga. Jabir berkata : Ayat 176 ini turun padaku.

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata : Ini adalah kisah lain dari Jabir selain yang telah hadir diawal surat.

Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Umar bahwa dia bertanya kepada Nabi صلی الله عليه وسلم bagaimana warisan kalalah, maka Allah menurunkan ayat 176 ini sampai akhir.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*