Tafsir Al-Muyasar Surat An-Nisa 161-170

AN NISA : 161

وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُواْ عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
Terjemah :
dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.
Tafsir :
Juga disebabkan mereka mengambil riba padahal mereka telah dilarang melakukannya, dan penghalalan mereka pada harta manusia tanpa hak, dan Kami telah menyiapkan bagi orang-orang kafir kepda Allah dan Rasul-Nya dari orang-orang Yahudi siksa yang menyakitkan di akhirat.

AN NISA : 162

لَّـكِنِ الرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُونَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَالْمُقِيمِينَ الصَّلاَةَ وَالْمُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالْمُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أُوْلَـئِكَ سَنُؤْتِيهِمْ أَجْرًا عَظِيمًا
Terjemah :
Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Qur an), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.
Tafsir :
Akan tetapi orang-orang Yahudi yang mengetahui hukum-hukum Allah dengan baik, orang-orang Mukmin kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu wahai Rasul, yaitu al-Qur an. Mereka beriman kepada apa yang diturunkan sebelumnya yaitu Taurat dan Injil, menunaikan shalat pada waktunya, membayar zakat harta mereka, beriman kepada kebangkian dan pembalasan. Allah akan memberikan kepada mereka pahala yang besar yaitu surga.

AN NISA : 163

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِن بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإْسْحَقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا
Terjemah :
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yaqub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.
Tafsir :
Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu wahai Rasul agar kamu menyampaikan risalah sebagaimana kami telah mewahyukan kepada Nuh dan Nabi-nabi sesudahnya. Kami juga telah mewahyukan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya qub dan Asbath, mereka adalah para nabi dari anak keturunan Ya qub yang tersebar pada kabilah Bani Israil yang dua belas dari anak turunnya Ya qub, Isa, Ayyub, Yunus, Harun, Sulaiman. Dan Kami memberikan Zabur kepada Dawud, dan Zabur adalah lembaran kitab yang tertulis.

AN NISA : 164

وَرُسُلاً قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِن قَبْلُ وَرُسُلاً لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا
Terjemah :
Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung [381].
________________________________________
[381] Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa u merupakan keistimewaan Nabi Musa u, dan karena Nabi Musa u disebut : Kalimullah sedang rasul-rasul yang lain mendapat wahyu dari Allah dengan perantaraan Jibril. Dalam pada itu Nabi Muhammad r pernah berbicara secara langsung dengan Allah pada malam hari di waktu miraj.
Tafsir :
Kami telah mengutus para Rasul yang telah Kami kisahkan mereka didalam al-Qur an sebelum ayat ini. Dan ada pula Rasul-rasul yang belum Kami kisahkan kepadamu karena sebuah hikmah yang Kami kehendaki. Allah berbicara kepada Musa secara langsung sebagai sebuah kehormatan baginya dengan keistimewaan ini. Ayat yang mulia ini menetapkan sifat kalam bagi Allah sesuai dengan keagungan-Nya, dan bahwa Allah berbicara kepada Nabi-Nya Musa secara hakiki tanpa perantara.

AN NISA : 165

رُّسُلاً مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلاَّ يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ وَكَانَ اللّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
Terjemah :
(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir :
Aku mengutus para Rasul kepada makhluk-Ku untuk menyampaikan berita gembira dengan pahala-Ku dan member peringatan tentang adzab-Ku. Agar manuisa tidak memiliki alas an yang akan mereka pakai di depan Allah setelah diutusnya para Rasul. Allah Maha Perkasa dalam kekuasaan-Nya sekaligus Maha Bijaksana dalam pengaturan-Nya.

AN NISA : 166

لَّـكِنِ اللّهُ يَشْهَدُ بِمَا أَنزَلَ إِلَيْكَ أَنزَلَهُ بِعِلْمِهِ وَالْمَلآئِكَةُ يَشْهَدُونَ وَكَفَى بِاللّهِ شَهِيدًا
Terjemah :
(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Qur an yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya.
Tafsir :
Bila orang-orang Yahudi dan lainnya kafir kepadamu wahai Rasul, maka Allah bersaksi untukmu bahwa kamu adalah utusan Allah yang telah menurunkan al-Qur an yang agung kepadanya. Dia menurunkannya dengan dasar ilmu-Nya. Demikian pula para malaikat, mereka bersaksi atas kebenaran apa yang diturunkan kepadamu, sekalipun sebenarnya kesaksian Allah semata sudah cukup.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata : Bbeberapa orang Yahudi datang kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم, beliau bersabda kepada mereka : Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui bahwa kalian mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah. Mereka menjawab : Kami tidak mengetahui hal itu. Maka Allah menurunkan ayat 166 ini.

AN NISA : 167

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ اللّهِ قَدْ ضَلُّواْ ضَلاَلاً بَعِيدًا
Terjemah :
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya.
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari kenabianmu, menghalang-halangi manusia dari Islam, mereka telah sangat jauh dari jalan Islam sejauh-jauhnya.

AN NISA : 168

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَظَلَمُواْ لَمْ يَكُنِ اللّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلاَ لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقاً
Terjemah :
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka,
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, berbuat zhalim dengan tetap bersikukuh di atas kekufuran, Allah tidak akan mengampuni dosa-dosa mereka dan tidak pula membimbing mereka ke jalan yang bisa menyelamatkan mereka dari siksa-Nya.

AN NISA : 169

إِلاَّ طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللّهِ يَسِيرًا
Terjemah :
kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
Tafsir :
Kecuali jalan ke Neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya. Hal itu sangat mudah bagi Allah, tiada sesuatu pun yang melemahkan Allah.

AN NISA : 170

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءكُمُ الرَّسُولُ بِالْحَقِّ مِن رَّبِّكُمْ فَآمِنُواْ خَيْرًا لَّكُمْ وَإِن تَكْفُرُواْ فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَكَانَ اللّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Terjemah :
Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah [382]. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
________________________________________
[382] Allah yang mempunyai segala yang di langit dan di bumi tentu saja tidak berkehendak kepada siapapun karena itu tentu saja kekafiranmu tidak akan mendatangkan kerugian sedikitpun kepada-Nya.
Tafsir :
Wahai manusia, telah datang kepada kalian utusan Kami Muhammad صلی الله عليه وسلم dengan membawa Islam sebagai agama yang benar dari Rabb kalian, maka benarkanlah dia dan berimanlah kepadanya, karena beriman kepadanya adalah lebih baik bagi kalian. Namun bila kalian tetap bersikukuh diatas kekufuran kalian, maka sesungguhnya Allah tidak membutuhkan kalian dan iman kalian, karena Dia adalah pemilik apa yang ada di langit dan dibumi. Allah Maha Mengetahui kata-kata dan perbuatan-perbuatan kalian, Maha Bijaksana dalam peletakan syariat dan perintah-Nya. Bila langit dan bumi telah tunduk kepada Allah secara kauniyah qadariyah sama dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain, maka kalian lebih patut untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Muhammad صلی الله عليه وسلم dan al-Qur an yang Dia turunkan kepadanya. Dan hendaknya kalian patuh kepada semua itu secara syar i sehingga seluruh alam raya ini tunduk kepada-Nya secara syar i dan qadari. Ayat ini merupakan dalil keumuman nubuwah dan risalah Muhammad صلی الله عليه وسلم.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*