Tafsir Al-Muyasar Surat An-Nisa 141-150

AN NISA : 141

الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِن كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِّنَ اللّهِ قَالُواْ أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ وَإِن كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُواْ أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُم مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ فَاللّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَن يَجْعَلَ اللّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً
Terjemah :
(yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mumin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata : Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu ? Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata : Bukankah kami turut memenangkanmu [363], dan membela kamu dari orang- orang mumin ? Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.
________________________________________
[363] Yaitu dengan jalan membukakan rahasia-rahasia orang mumin dan menyampaikan hal ihwal mereka kepada orang- orang kafir atau kalau mereka berperang di pihak orang mumin mereka berperang dengan tidak sepenuh hati.
Tafsir :
Orang-orang munafik itu menanti-nantikan peperangan-peperangan dan fitnah-fitnah yang akan menimpa kalian wahai orang-orang Mukmin. Bila Allah melimpahkan karunia-Nya dan memenangkan kalian atas musuh kalian dan kalian meraih harta rampasan perang, maka mereka berkata kepada kalian : Bukankah kami yang mendukung kalian? Bila orang-orang yang ingkar kepada agama ini yang meraih kemenangan dan harta rampasan perang, maka mereka berkata : Bukanlah kami yang membantu kalian dengan apa yang telah kami lakukan untuk kalian dan menjaga kalian dari orang-orang Mukmin? Allah akan menetapkan keputusan-Nya di antara kalian dengan mereka di Hari Kiamat. Allah tidak akan membuka jalan bagi orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang Mukmin yang shalih. Akibat yang baik di dunia dan di akhirat adalah milik orang-orang beriman.

AN NISA : 142

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً
Terjemah :
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka [364]. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya [365] (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali [366].
________________________________________
[364] Maksudnya : Alah membiarkan mereka dalam pengakuan beriman, sebab itu mereka dilayani sebagai melayani para mukmin. Dalam pada itu Allah telah menyediakan neraka buat mereka sebagai pembalasan tipuan mereka itu.
[365] Riya ialah : melakukan sesuatu amal tidak untuk keridhaan Allah tetapi untuk mencari pujian atau popularitas di masyarakat.
[366] Maksudnya : mereka sembahyang hanyalah sekali-sekali saja, yaitu bila mereka berada di hadapan orang.
Tafsir :
Sesungguhnya jalan yang dipilih oleh orang-orang munafik itu adalah menipu Allah dengan menampakkan iman dan menyembunyikan kekufuran, dan mereka mengira bahwa Allah tidak mengetahui hal itu, padahal Allah justru menipu mereka dan membalas mereka seuai dengan apa yang mereka lakukan. Bila orang-orang munafik itu berdiri untuk menunaikan shalat, mereka bangkit dengan penuh kemalasan, tujuan mereka dalam melaksanakan shalat hanyalah riya dan sum ah, mereka tidak mengingat Allah kecuali hanya sedikit saja.

AN NISA : 143

مُّذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَلِكَ لاَ إِلَى هَـؤُلاء وَلاَ إِلَى هَـؤُلاء وَمَن يُضْلِلِ اللّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُ سَبِيلا
Terjemah :
Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir) [367], maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.
________________________________________
[367] Lihat not 34.
Tafsir :
Di antara keadaan orang-orang munafik adalah kebimbangan, kebingungan dan maju-mundur. Mereka tidak bisa tetap di atas satu keadaan, tidak bersama orang-orang mukmin dan juga tidak bersama orang-orang kafir. Barangsiapa yang Allah palingkan hatinya dari iman dan berpegang kepada petnjuk-Nya, maka dia tidak akan mendapatkan jalan kepada petunjuk dan keyakinan.

AN NISA : 144

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَن تَجْعَلُواْ لِلّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُّبِينًا
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali [368] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?
________________________________________
[368] Wali jamaknya auliyaa : berarti teman yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan menyampaikan syariat-Nya, jangan bersikap loyal kepada orang-orang yang mengingkari agama Allah dan meninggalkan orang-orang Mukmin dan kecintaan kepada mereka. Apakah dengan mencintai musuh-musuh, kalian hendak menyodorkan kepada Allah bukti yang nyata bahwa iman kalian tidak benar?

AN NISA : 145

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
Terjemah :
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang munafik berada di derajat neraka yang paling bawah di Hari Kiamat. Dan kamu wahai Rasul tidak akan menemukan penolong bagi mereka yang bisa mengentaskan mereka dari buruknya tempat tinggal tersebut.

AN NISA : 146

إِلاَّ الَّذِينَ تَابُواْ وَأَصْلَحُواْ وَاعْتَصَمُواْ بِاللّهِ وَأَخْلَصُواْ دِينَهُمْ لِلّهِ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا
Terjemah :
Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan [369] dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.
________________________________________
[369] Mengadakan perbaikan berarti berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.
Tafsir :
Kecuali orang-orang yang kembali kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya, memperbaiki keadaan yang telah mereka rusak baik lahir maupun batin, memberikan Wala kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, berpegang kepada agama Allah, mengikhlaskan diri kepada-Nya, maka mereka bersama orang-orang Mukmin di dunia dan di akhirat, dan Allah akan memberikan pahala yang besar bagi orang-orang Mukmin.

AN NISA : 147

مَّا يَفْعَلُ اللّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَآمَنتُمْ وَكَانَ اللّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا
Terjemah :
Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri [370] lagi Maha Mengetahui.
________________________________________
[370] Allah mensyukuri hamba-hamba-Nya : memberi pahala terhadap amal-amal hamba-hamba-Nya, memaafkan kesalahannya, menambah nimat-Nya.
Tafsir :
Allah tidak akan menyiksa kalian bila kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berbuat kebaikan. Sesungguhnya Allah Mahakaya dari siapa pun. Allah hanya menyiksa hamba-hamba-Nya karena dosa-dosa mereka. Allah berterima kasih kepada hamba-hamba-Nya atas ketaatan mereka kepada-Nya dan Maha Mengetahui segala sesuatu.

AN NISA : 148

لاَّ يُحِبُّ اللّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوَءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ مَن ظُلِمَ وَكَانَ اللّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
Terjemah :
Allah tidak menyukai ucapan buruk [371], (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya [372]. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
________________________________________
[371] Ucapan buruk sebagai mencela orang, memaki, menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan seseorang, dan sebagainya.
[372] Maksudnya : orang yang teraniaya oleh mengemukakan kepada hakim atau penguasa keburukan-keburukan orang yang menganiayanya.
Tafsir :
Allah tidak menyukai seseorang mengucapkan kata-kata buruk dengan terang-terangan. Akan tetapi orang yang dianiaya boleh mengungkapkan keburukan orang yang menzhaliminya untuk menjelaskan kezhalimannya. Allah Maha Mendengar apa yang kalian ucapkan secara terbuka dan apa yang kalian sembunyikan darinya.

Asbabun Nuzul :

Hannad bin as-Sari dalam kitab az-Zuhd meriwayatkan dari Mujahid, ia berkata : Ayat 148 ini diturunkan kepada seorang laki-laki yang menerima laki-laki lain sebagai tamu namun dia tidak menjamunya dengan baik. Kemudian tamu tersebut pindah kepada orang lain, dan dia mulai memuji orang kedua karena apa yang dia suguhkan kepadanya. Maka dia diberi keringanan untuk memujinya karena apa yang diberikannya.

AN NISA : 149

إِن تُبْدُواْ خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُواْ عَن سُوَءٍ فَإِنَّ اللّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا
Terjemah :
Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.
Tafsir :
Allah mengajak memaafkan dan membuka jalan kepadanya dengan menyatakan bahwa seorang Mukmin mempunyai dua pilihan : menampakkan kebaikan atau menyembunyikannya. Demikian pula saat terjadi tindakan yang tidak baik kepadanya, dia mempunyai dua pilihan, menyebutkannya dalam kondisi menuntut keadilan atau memaafkan dan yang kedua ini lebih utama, karena di antara sifat-sifat orang Mukmin adalah memaafkan sekalipun dia mampu untuk membalas.

AN NISA : 150

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُواْ بَيْنَ اللّهِ وَرُسُلِهِ وَيقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُواْ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً
Terjemah :
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul- rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan [373] antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan : Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain), serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),
________________________________________
[373] Maksudnya : beriman kepada Allah, tidak beriman kepada rasul-rasul-Nya.
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dari kalangan orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka hendak membedak-bedakan antara Allah dan Rasul-rasul-Nya dengan cara beriman kepada Allah dan mendustakan Rasul-rasul-Nya yang Dia utus kepada makhluk-Nya. Atau mereka membenarkan sebagian rasul dan mendustakan sebagian yang lain, mengklaim bahwa sebagian rasul berdusta atas nama Rabb mereka, dan mereka hendak mencari jalan menuju kesesatan yang mereka buat-buat serta bid ah yang mereka kreasikan.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*