Tafsir Al-Muyasar Surat An-Naml 6-10

AN-NAML : 6-

وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى الْقُرْآنَ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ عَلِيمٍ

TERJEMAH :

Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al Quraan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

TAFSIR :

Sesungguhnya engkau (wahai Rasul) benar-benar menerima al-Qur’an dari sisi Allah, Dzat yang Mahabijaksana pada penciptaan dan pengaturan-Nya di mana ilmu-Nya mencakup segala sesuatu.

AN-NAML : 7-

إِذْ قَالَ مُوسَى لِأَهْلِهِ إِنِّي آنَسْتُ نَارًا سَآتِيكُم مِّنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ آتِيكُم بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَّعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ

TERJEMAH :

(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya: “Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu khabar daripadanya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang”.

TAFSIR :

Ingatlah kisah Musa saat dia berkata kepada keluarganya dalam perjalanan malamnya dari Madyan ke Mesir : Sesungguhnya aku melihat api, aku akan mencari tahu berita darinya tentang jalan yang benar, atau aku akan membawakan sebongkah api agar kalian bisa menggunakannya untuk melawan hawa dingin.

AN-NAML : 8-

فَلَمَّا جَاءهَا نُودِيَ أَن بُورِكَ مَن فِي النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

TERJEMAH :

Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia: “Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam”.

TAFSIR :

Manakala Musa datang kepada api, Allah memanggilnya dan mengabarkan kepadanya bahwa tempat ini adalah tempat suci, Allah memberkahinya dan menjadikannya sebagai tempat untuk berbicara kepada Musa dan mengangkatnya sebagai utusan. Dan bahwa Allah memberkahi malaikat yang ada pada api itu dan yang ada di sekitarnya, sebagai ungkapan penyucian bagi Allah Rabb seluruh makhluk dari apa yang tidak layak bagi-Nya.

AN-NAML : 9-

يَا مُوسَى إِنَّهُ أَنَا اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

TERJEMAH :

(Allah berfirman): “Hai Musa, sesungguhnya, Akulah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

TAFSIR :

Wahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah yang berhak disembah semata, Yang Mahaperkasa yang mampu membalas musuh-musuh-Ku, Yang Mahabijaksana dalam mengatur makhluk-Ku.

AN-NAML : 10-

وَأَلْقِ عَصَاكَ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّى مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ يَا مُوسَى لَا تَخَفْ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْسَلُونَ

TERJEMAH :

dan lemparkanlah tongkatmu”. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. “Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku.

TAFSIR :

Dan lemparkanlah tongkatmu. Maka Musa melemparkannya, ia pun menjadi ular. Manakala Musa melihatnya bergerak-gerak dengan ringan layaknya gerakan ular yang cepat, Musa pun berlari meninggalkannya dan tidak kembali kepadanya. Maka Allah menenangkannya dengan firman-Nya : Wahai Musa jangan takut, sesungguhnya siapa yang Aku utus membawa risalah-Ku tidak patut untuk takut.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*