Tafsir Al-Muyasar Surat An-Naml 36-40

AN-NAML : 36-

فَلَمَّا جَاء سُلَيْمَانَ قَالَ أَتُمِدُّونَنِ بِمَالٍ فَمَا آتَانِيَ اللَّهُ خَيْرٌ مِّمَّا آتَاكُم بَلْ أَنتُم بِهَدِيَّتِكُمْ تَفْرَحُونَ

TERJEMAH :

Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: “Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.

TAFSIR :

Manakala utusan sang ratu datang kepada Sulaiman membawa hadiah, Sulaiman mengingkari perbuatannya dan menyampaikan kepadanya bahwa Allah telah melimpahkan nikmat-nikmat-Nya kepadanya : Apakah kalian memberiku harta hanya untuk mengambil hatiku?? Kenabian, kerajaan dan harta melimpah ruah yang telah Allah berikan kepadaku jauh lebih baik dan lebih utama daripada apa yang kalian berikan kepadaku. Justru kalianlah orang-orang yang akan berbahagia bila diberi hadiah, karena kalian adalah orang-orang yang gemar bersaing dan membanggakan dunia.

AN-NAML : 37-

ارْجِعْ إِلَيْهِمْ فَلَنَأْتِيَنَّهُمْ بِجُنُودٍ لَّا قِبَلَ لَهُم بِهَا وَلَنُخْرِجَنَّهُم مِّنْهَا أَذِلَّةً وَهُمْ صَاغِرُونَ

TERJEMAH :

Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina”.

TAFSIR :

Sulaiman berkata kepada utusan Ratu Saba’ : Pulanglah ke negerimu, demi Allah, saya akan membawa pasukan, di mana orang-orangmu tidak akan mampu menahan dan melawannya. Kami akan mengusir mereka semuanya dari negeri mereka sendiri dalam keadaan hina dan rendah bila mereka tetap tidak mau tunduk kepada agama Allah semata dan meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya.

AN-NAML : 38-

قَالَ يَا أَيُّهَا المَلَأُ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَن يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

TERJEMAH :

Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

TAFSIR :

Sulaiman berkata kepada bala tentaranya dari kalangan manusia dan jin yang Allah tundukkan untuknya : Siapa di antara kalian yang mampu membawa singgasananya yang agung sebelum mereka datang kepadaku dalam keadaan tunduk lagi patuh??

AN-NAML : 39-

قَالَ عِفْريتٌ مِّنَ الْجِنِّ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ

TERJEMAH :

Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.

TAFSIR :

Seorang jin yang sangat kuat lagi tangguh berkata : Saya akan membawanya kepadamu sebelum engkau meninggalkan majlismu di mana engkau duduk di atasnya untuk menetapkan hukum di antara manusia, sesungguhnya aku adalah jin yang kuat untuk membawanya, dipercaya untuk menjaganya. Saya akan menghadirkannya sebagaimana ia, aku tidak akan mengurangi dan tidak akan mengganti.

AN-NAML : 40-

قَالَ الَّذِي عِندَهُ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُ قَالَ هَذَا مِن فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

TERJEMAH :

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab [1098]: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni’mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

[1098] Al Kitab di sini maksudnya: ialah Kitab yang diturunkan sebelum Nabi Sulaiman ialah Taurat dan Zabur.

TAFSIR :

Seorang yang memiliki ilmu tentang al-Kitab berkata : Saya akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kelopak matamu berkedip bila ia berkedip untuk melihat sesuatu. Maka Sulaiman mengizinkannya lalu ia berdoa kepada Allah dan ia pun bisa menghadirkannya. Manakala Sulaiman melihatnya hadir dan ada di sisinya, dia berkata : Ini termasuk karunia Rabbku yang telah menciptakanku dan menciptakan alam semesta seluruhnya, untuk mengujiku apakah aku bersyukur dengan mengakui nikmat-nikmat Allah kepadaku, atau kufur dan tidak bersyukur?? Barangsiapa yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah maka manfaatnya kembali kepada dirinya sendiri. Sebaliknya barangsiapa yang ingkar dan menolak untuk bersyukur, maka Rabbku sama sekali tidak memerlukan syukurnya. Dia Maha Pemurah, kebaikan-Nya mencakup seluruh dunia, yang bersyukur maupun kufur, kemudian menghisab dan membalas mereka di akhirat.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*