Tafsir Al-Muyasar Surat An-Nahl 61-70

AN NAHL : 61

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِم مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِن دَآبَّةٍ وَلَكِن يُؤَخِّرُهُمْ إلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ
Terjemah :
Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.
Tafsir :
Seandainya Allah menghukum manusia karena kekafiran dan kedustaan mereka, niscaya Dia tidak akan membiarkan di muka bumi ini orang-orang yang bergerak, tetapi Allah membiarkan mereka sampai waktu yang ditentukan, yaitu akhir ajal mereka. Apabila ajal mereka sudah tiba, maka mereka tidak dapat mengundurkannya sesaat pun dan tidak pula dapat memajukannya.

AN NAHL : 62

وَيَجْعَلُونَ لِلّهِ مَا يَكْرَهُونَ وَتَصِفُ أَلْسِنَتُهُمُ الْكَذِبَ أَنَّ لَهُمُ الْحُسْنَى لاَ جَرَمَ أَنَّ لَهُمُ الْنَّارَ وَأَنَّهُم مُّفْرَطُونَ
Terjemah :
Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya, dan lidah mereka mengucapkan kedustaan, yaitu bahwa sesungguhnya merekalah yang akan mendapat kebaikan. Tiadalah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera dimasukkan (ke dalamnya).
Tafsir :
Di antara keburukan mereka bahwa mereka menetapkan bagi Allah apa yang tidak mereka sukai bagi diri mereka sendiri, yaitu anak-anak perempuan, dan lidah mereka mengucapkan dengan dusta bahwa mereka akan mendapatkan akibat yang baik. Sungguh mereka akan mendapatkan neraka, dan mereka akan dibiarkan lagi dilalaikan di sana.

AN NAHL : 63

تَاللّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Terjemah :
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.
Tafsir :
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul kepada umat-umat sebelummu, wahai Rasul, lalu setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan yang mereka lakukan berupa kekafiran, pendustaan, dan penyembahan kepada selain Allah. Setan berkuasa menyesatkan mereka di dunia, dan mereka mendapatkan adzab yang pedih di akhirat.

AN NAHL : 64

وَمَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلاَّ لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُواْ فِيهِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Terjemah :
Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Qur”an) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
Tafsir :
Kami tidak menurunkan al-Qur”an kepadamu, wahai Rasul, melainkan agar kamu menjelaskan kepada manusia agama dan hukum-hukum yang mereka perselisihkan; agar hujjah tegak atas mereka lewat penjelasanmu yang tidak membiarkan kebatilan menyelinap ke dalam jiwa. Dan karena al-Qur”an itu sebagai petunjuk yang tidak membiarkan satu ruang pun bagi keraguan, dan sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman, karena mereka mengikuti petunjuk dan menjauhi kesesatan.

AN NAHL : 65

وَاللّهُ أَنزَلَ مِنَ الْسَّمَاء مَاء فَأَحْيَا بِهِ الأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
Terjemah :
Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).
Tafsir :
Allahlah yang menurunkan hujan dari awan, lalu dengan hujan itu Dia menumbuhkan tanaman dari bumi setelah sebelumnya tandus dan kering. Sesungguhnya pada diturunkannya hujan dan ditumbuhkannya tanaman benar-benar terdapat bukti atas kekuasaan Allah untuk membangkitkan dan bukti keesaan-Nya bagi orang-orang yang mau mendengarkan, memperhatikan, menaati Allah, dan bertakwa kepada-Nya.

AN NAHL : 66

وَإِنَّ لَكُمْ فِي الأَنْعَامِ لَعِبْرَةً نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِي بُطُونِهِ مِن بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَّبَنًا خَالِصًا سَآئِغًا لِلشَّارِبِينَ
Terjemah :
Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya
Tafsir :
Sesungguhnya pada binatang ternak (yaitu unta,sapid an kambing) benar-benar terdapat pelajaran bagi kalian, wahai manusia. Kalian telah menyaksikan bahwa Kami memberi minum kalian dari kambingnya berupa susu yang keluar di antara tahi (yaitu tahi yang ada dalam perut besar) dengan darah, yang bersih dari segala kotoran, lezat, dan mudah ditelan oleh orang yang meminumnya.

AN NAHL : 67

وَمِن ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالأَعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Terjemah :
Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.
Tafsir :
Di antara nikmat-nikmat Kami yang Kami berikan kepada kalian, ialah buah kurma dan anggur yang kalian petik, lalu kalian menjadikannya sebagai khamar yang memabukkan (ini sebelum pengharamannya) dan makanan yang baik. Sesungguhnya pada apa yang telah disebutkan itu benar-benar terdapat bukti atas kekuasaan Allah bagi orang-orang yang memikirkan bukti-bukti itu lalu mereka mengambil pelajaran darinya.

AN NAHL : 68

وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
Terjemah :
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”,
Tafsir :
Dan Rabbmu, wahai Rasul, mengilhamkan kepada lebah : Buatlah untukmu sarang-sarang di perbukitan, pepohonan, dan di rumah-rumah serta atap-atap yang dibangun manusia.]

AN NAHL : 69

ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاء لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Terjemah :
kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
Tafsir :
Kemudian makanlah dari setiap buah-buahan yang kamu sukai, dan tempuhlah jalan-jalan Rabbmu yang ditundukkan untukmu, untuk mencari rizki di perbukitan dan sela-sela pepohonan. Sesungguhnya Dia telah menjadikan hal itu mudah bagimu. Kamu tidak akan tersesat untuk kembali ke sarangmu, walaupun jauh. Dari perut lebah keluarlah madu yang beraneka warna : putih,kuning, merah dan selainnya. Di dalam madu terkandung obat bagi manusia dari berbagai macam penyakit. Sesungguhnya pada apa yang dilakukan lebah itu benar-benar terdapat tanda yang kuat atas kekuasaan Penciptanya bagi orang-orang yang berpikir, lalu mereka mengambil pelajaran darinya.

AN NAHL : 70

وَاللّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لاَ يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا إِنَّ اللّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ
Terjemah :
Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
Tafsir :
Allah menciptakan kalian, kemudian mematikan kalian di akhir umur kalian. Di antara kalian ada yang sampai kepada umur yang paling buruk, yaitu tua renta (pikun). Sebagaimana masa kanak-kanaknya, ia tidak mengetahui sedikit pun dari apa yang telah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa, ilmu dan kekuasaan-Nya meliputi segala sesuatu. Allah-lah yang mengembalikan manusia kepada keadaan ini Dia Mahakuasa mematikannya, kemudian membangkitkannya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*