Tafsir Al-Muyasar Surat An-Nahl 111-120

AN NAHL : 111

يَوْمَ تَأْتِي كُلُّ نَفْسٍ تُجَادِلُ عَن نَّفْسِهَا وَتُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ
Terjemah :
(Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan).
Tafsir :
ngatkanlah kepada mereka, wahai Rasul, tentang Hari Kiamat, ketika setiap jiwa datang untuk membela dirinya sendiri, dan mengemukakakn segala alasan. Allah akan menyempurnakan balasan apa yang telah dikerjakan oleh tiap-tiap jiwa dengan tanpa menzhaliminya. Dia tidak menambah hukuman kepada mereka, dan tidak pula mengurangi pahala mereka.

AN NAHL : 112

وَضَرَبَ اللّهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللّهِ فَأَذَاقَهَا اللّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُواْ يَصْنَعُونَ
Terjemah :
Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari ni”mat-ni”mat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian [841] kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.
________________________________________
[841] Maksudnya: kelaparan dan ketakutan itu meliputi mereka seperti halnya pakaian meliputi tubuh mereka.
Tafsir :
Allah membuat perumpamaan dengan negeri Makkah yang dahulunya aman dari kezhaliman, dan tenteram dari kesempitan hidup. Rizkinya datang kepadanya dengan mudah dari segala arah, lalu penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada mereka, mempersekutukan yang lain dengan-Nya, dan tidak bersyukur kepada-Nya. Karena itu, Allah mengadzab mereka dengan kelaparan, dan takut terhadap pasukan gerilya dan tentara Rasulullah صلی الله عليه وسلم yang selalu menggentarkan mereka. Hal itu disebabkan kekafiran mereka dan perbuatan mereka yang batil.

AN NAHL : 113

وَلَقَدْ جَاءهُمْ رَسُولٌ مِّنْهُمْ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ وَهُمْ ظَالِمُونَ
Terjemah :
Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.
Tafsir :
Sesungguhnya Allah telah mengutus kepada penduduk Makkah seorang Rasul dari kalangan mereka, yaitu Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم yang mereka kenal nasab, kejujuran dan amanatnya, tetapi mereka tetap tidak mau menerima ajaran yang dia bawa kepada mereka dan tidak membenarkannya. Karena itu, mereka ditimpa adzab berupa kesusahan,kelaparan,ketakutan, dan para pemuka mereka terbunuh dalam perang Badar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zhalim kepada diri mereka sendiri dengan menyekutukan Allah dan menghalangi manusia dari jalan-Nya.

AN NAHL : 114

فَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّهُ حَلالاً طَيِّبًا وَاشْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Terjemah :
Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
Tafsir :
Maka makanlah, wahai orang-orang Mukmin, dari rizki yang Allah berikan kepada kalian, dan Dia menjadikannya halal lagi baik bagi kalian. Syukurilah nikmat Allah yang diberikan kepada kalian dengan mengakuinya dan membelanjakannya dalam ketaatan kepada Allah. Jika kalian benar-benar mematuhi perintah Allah, mendengarkan lagi menaati-Nya, maka sembahlah Dia semata yang tiada sekutu bagi-Nya.

AN NAHL : 115

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالْدَّمَ وَلَحْمَ الْخَنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلاَ عَادٍ فَإِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Terjemah :
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir :
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atas kalian bangkai hewa, darah yang mengalir dari binatang sembelihan saat disembelih, daging babi, dan binatang yang disembelih untuk selain Allah. Tetapi barangsiapa yang terpaksa memakan salah satu dari keharaman-keharaman ini karena takut mati, sedangkan ia tidak zhalim dan tidak pula melampaui batas darurat, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun baginya lagi Maha Penyayang kepadanya, Dia tidak menghukumnya atas apa yang telah dilakukannya.

AN NAHL : 116

وَلاَ تَقُولُواْ لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَـذَا حَلاَلٌ وَهَـذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُواْ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ
Terjemah :
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.
Tafsir :
Janganlah kalian, wahai orang-orang musyrik, berkata dusta yang disebut-sebut oleh lidah kalian : Ini Halal, terhadap apa yang telah diharamkan Allah, dan berkata : Ini Haram, terhadap apa yang telah dihalalkan Allah, dengan maksud untuk mengada-adakan dusta terhadap Allah dengan menisbatkan penghalalalan dan pengharaman kepada-Nya. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah tidak akan mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat.

AN NAHL : 117

مَتَاعٌ قَلِيلٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Terjemah :
(Itu adalah) kesenangan yang sedikit, dan bagi mereka azab yang pedih.
Tafsir :
Kesenangan mereka di dunia itu adalah kesenangan yang sedikit lagi bakal lenyap, dan di akhirat kelak, mereka mendapatkan adzab yang pedih.

AN NAHL : 118

وَعَلَى الَّذِينَ هَادُواْ حَرَّمْنَا مَا قَصَصْنَا عَلَيْكَ مِن قَبْلُ وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَـكِن كَانُواْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Terjemah :
Dan terhadap orang-orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah Kami ceritakan dahulu kepadamu [842]; dan Kami tiada menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
________________________________________
[842] Lihat surat Al An”aam ayat 146.
Tafsir :
Terhadap kaum Yahudi Kami telah mengharamkan apa yang telah Kami sampaikan kepadamu sebelumnya, wahai Rasul, yaitu setiap binatang yang memiliki kutu, dan lemak sapi dan kambing, selain lemak yang melekat di punggungnya, ususnya, atau yang bercampur dengan tulang. Kami tidak menzhalimi mereka dengan mengharamkan hal itu atas mereka, tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri dengan kekafiran dan melampaui batas, sehingga mereka pantas mendapatkan pengharaman itu sebagai hukuman bagi mereka.

AN NAHL : 119

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ عَمِلُواْ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابُواْ مِن بَعْدِ ذَلِكَ وَأَصْلَحُواْ إِنَّ رَبَّكَ مِن بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
Terjemah :
Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir :
Sesungguhnya Rabbmu terhadap orang-orang yang mengerjakan kemaksiatan pada saat mereka tidak tahu akibatnya dan bahwa itu menyebabkan kemurkaan Allah (dan semua orang yang bermaskiat kepada Allah, baik ia tidak sengaja maupun sengaja, adalah jahil berdasarkan pertimbangan ini, meskipun ia tahu tentang pengharamannya) kemudian mereka kembali kepada Allah dari dosa-dosa yang telah mereka lakukan, dan mereka memperbaiki diri dan perbuatan mereka, sesungguhnya Rabbmu (sesudah mereka bertaubat dan melakukan perbaikan) benar-benar Maha Pengampun bagi mereka lagi Maha Penyayang kepada mereka.

AN NAHL : 120

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Terjemah :
Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif [843]. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),
________________________________________
[843] Hanif maksudnya: seorang yang selalu berpegang kepada kebenaran dan tak pernah meninggalkannya.
Tafsir :
Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam dalam kebajikan. Dia adalah seorang yang taat lagi tunduk kepada Allah. Dia tidak menyimpang dari agama Islam, bertauhid kepada Allah dan tidak musyrik,

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*