Tafsir Al-Muyasar Surat Ali Imran 91-100

ALI IMRAN : 91

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَمَاتُواْ وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ الأرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُوْلَـئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ
Terjemah :
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad صلی الله عليه وسلم dan mati di atas kekufuran kepada Allah dan Rasul-Nya, di Hari Kiamat tidak diterima dari mereka emas sepenuh jagat untuk menebus dirinya dari siksa Allah, seandainya dia benar-benar menebus dirinya dengannya. Mereka mendapatkan adzab yang menyakitkan, dan tidak seorang pun yang bisa menyelamatkan mereka dari siksa Allah.

ALI IMRAN : 92

لَن تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللّهَ بِهِ عَلِيمٌ
Terjemah :
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Tafsir :
Kalian tidak akan meraih surga sebelum kalian mau mensedekahkan apa yang kalian cintai. Apa pun yang kalian sedekahkan, sedikit atau banyak, maka Allah mengetahuinya, dan Dia akan membalas siapa yang berinfak sesuai dengan amalnya.

ALI IMRAN : 93

كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِـلاًّ لِّبَنِي إِسْرَائِيلَ إِلاَّ مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَى نَفْسِهِ مِن قَبْلِ أَن تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ قُلْ فَأْتُواْ بِالتَّوْرَاةِ فَاتْلُوهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
Terjemah :
Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Yaqub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan [212]. Katakanlah: (Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang- orang yang benar.
________________________________________
[212] Sesudah Taurat diturunkan, ada beberapa makanan yang diharamkan bagi mereka sebagai hukuman. Nama- nama makanan itu disebut di dalamnya. Lihat selanjutnya surat An Nisa ayat 160 dan surat Al Anaam ayat 146.
Tafsir :
Semua makanan yang baik adalah halal bagi anak-anak Ya qub, kecuali apa yang diharamkan oleh Ya qub atas dirinya sendiri disebabkan sakit yang dideritanya, dan hal itu sebelum diturunkannya Taurat. Manakala Allah menurunkan Taurat, Allah mengharamkan sebagian makanan atas Bani Israil yang sebelumnya halal bagi mereka, dan hal itu karena pelanggaran dan kezhaliman mereka sendiri. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, tunjukkanlah Taurat dan bacalah isinya bila kalian memang benar dalam klaim kalian bahwa Allah menurunkan di dalamnya pengharaman apa yang diharamkan oleh Ya qub atas dirinya, sehingga kalian akan mengetahui kebenaran yang dihadirkan oleh al-Qur an bahwa Allah tidak mengharamkan apapun atas Bani Israil sebelum diturunkannya Taurat, kecuali apa yang diharamkan Ya qub atas dirinya.

ALI IMRAN : 94

فَمَنِ افْتَرَىَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ مِن بَعْدِ ذَلِكَ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Terjemah :
Maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah [213] sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim.
________________________________________
[213] Dusta terhadap Allah ialah dengan mengatakan bahwa sebelum Taurat diturunkan, Allah telah mengharamkan beberapa makanan kepada Bani Israil.
Tafsir :
Barangsiapa yang berdusta atas nama Allah setelah membaca Taurat dan mengetahui kebenaran dengan jelas, maka mereka adalah orang-orang yang zhalim yang berkata atas nama Allah dengan kebatilan.

ALI IMRAN : 95

قُلْ صَدَقَ اللّهُ فَاتَّبِعُواْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Terjemah :
Katakanlah: Benarlah (apa yang difirmankan) Allah. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik. Bantahan terhadap pengakuan Ahli Kitab tentang rumah ibadah yang pertama.
Tafsir :
Katakan kepada mereka wahai Rasul, Mahabenar Allah dalam apa yang Dia beritakan dan syariatkan. Bila kalian adalah orang-orang yang benar-benar mencintai dan mengikuti Khalilullah Ibrahim, maka ikutilah agamanya yang disyariatkan oleh Allah atas lisan Muhammad صلی الله عليه وسلم , karena ia adalah kebenaran yang tiada keraguan padanya. Ibrahim tidak termasuk orang-orang musyrik kepada Allah dalam tauhid dan ibadahnya.

ALI IMRAN : 96

ِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ
Terjemah :
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia [214].
________________________________________
[214] Ahli kitab mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitul Maqdis, oleh karena itu Allah membantahnya.
Tafsir :
Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk beribadah kepada Allah di bumi adalah Baitullah al-Haram di Makkah. Rumah ini adalah rumah penuh berkah, kebaikan-kebaikan akan dilipatgandakan dan rahmat-rahmat turun, sebagai kibat dalam shalat, sebagai tujuan haji dan umrah, sebagai sumber kebaikan dan hidayah bagi manusia.

ALI IMRAN : 97

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّـنَاتٌ مَّقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَن دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Terjemah :
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim [215]; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah [216]. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
________________________________________
[215] Ialah: tempat Nabi Ibrahim berdiri membangun Kabah.
[216] Yaitu: orang yang sanggup mendapatkan perbekalan dan alat-alat pengangkutan serta sehat jasmani dan perjalananpun aman.
Tafsir :
Pada rumah tersebut terdapat petunjuk-petunjuk yang nyata bahwa ia didirikan oleh Ibrahim dan bahwa Allah mengagungkan dan memuliakannya, di antaranya adalah maqam Ibrahim, yaitu sebuah batu tempat berdirinya Ibrahim saat dia dan anaknya Ismail membangun Ka bah. Siapa yang masuk ke dalam rumah ini maka dia akan merasa aman sehingga tidak seorang pun yang bisa menimpakan keburukan kepadanya. Allah telah mewajibkan kepada manusia yang mampu di mana pun mereka berada agar mendatangi rumah ini untuk melaksanakan manasik haji. Barangsiapa yang mengingkari kewajiban ibadah haji, maka dia telah kafir. Allah tidak memerlukan hajinya dan amal perbuatannya, dan Allah juga tidak membutuhkan makhluk-Nya.

Asbabun Nuzul :

Said bin Mansur meriwayatkan dari Ikrimah, ia berkata : ketika turun ayat 86. Orang-orang Yahudi berkata : Kami adalah orang-orang Islam. Maka Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda kepada mereka : Allah telah mewajibkan haji ke Baitullah atas kaum muslimin. Mereka berkata : Haji tidaklah wajib atas kami. Mereka menolak berhaji, maka Allah pun menurukan ayat 97 ini.

ALI IMRAN : 98

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللّهِ وَاللّهُ شَهِيدٌ عَلَى مَا تَعْمَلُونَ
Terjemah :
Katakanlah: Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?.
Tafsir :
Katakan wahai Rasul kepada Ahli Kitab dari orang-orang Yahudi dan Nasrani : Mengapa kalian mengingkari hujjah-hujjah Allah yang menunjukkan bahwa agama Allah adalah Islam, dan kalian mengingkari pula bukti-bukti dan argumentasi- argumentasi atas hal ini di dalam kitab-kitab kalian, padahal kalian mengetahui? Dan Allah adalah saksi atas apa yang kalian lakukan. Hal ini merupakan ancaman dan peringatan keras atas mereka.

ALI IMRAN : 99

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللّهِ مَنْ آمَنَ تَبْغُونَهَا عِوَجًا وَأَنتُمْ شُهَدَاء وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Terjemah :
Katakanlah: Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?. Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.
Tafsir :
Katakan wahai Rasul kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani : Mengapa kalian menghalang-halangi orang-orang yang hendak masuk ke dalam Islam dan kalian berusaha membelokkannya dan menyelewengkannya dari jalan yang lurus dan istiqamah, padahal kalian mengetahui bahwa apa yang aku bawa adalah kebenaran? Allah tidak lalai dari apa yang kalian lakukan dan Dia akan membalas kalian atas itu.

ALI IMRAN : 100

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوَاْ إِن تُطِيعُواْ فَرِيقًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ يَرُدُّوكُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, bila kalian menaati sekelompok orang dari orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah Allah beri Taurat dan Injil, niscaya mereka akan menyesatkan kalian dan menanamkan syubhat-syubhat dalam agama kalian agar kalian kembali mengingkari kebenaran setelah sebelumnya kalian beriman kepadanya. Maka janganlah mempercayai mereka dalam urusan agama kalian, dan jangan mendengarkan usulan dan pendapat mereka.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*