Tafsir Al-Muyasar Surat Ali Imran 81-90

ALI IMRAN : 81

وَإِذْ أَخَذَ اللّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّيْنَ لَمَا آتَيْتُكُم مِّن كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءكُمْ رَسُولٌ مُّصَدِّقٌ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنصُرُنَّهُ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُواْ أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُواْ وَأَنَاْ مَعَكُم مِّنَ الشَّاهِدِينَ
Terjemah :
Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh- sungguh beriman kepadanya dan menolongnya [209]. Allah berfirman: Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu? Mereka menjawab: Kami mengakui. Allah berfirman: Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu.
________________________________________
[209] Para nabi berjanji kepada Allah Ibahwa bilamana datang seorang Rasul bernama Muhammad mereka akan iman kepadanya dan menolongnya. Perjanjian nabi-nabi ini mengikat pula para ummatnya.
Tafsir :
Ingatlah wahai Rasul saat Allah Subhanahu mengambil perjanjian yang tegas atas seluruh nabi. Bila kalian menerima kitab dan himah, kemudian seorang Rasul dari sisi-Ku dating kepada kalian, dia membenarkan wahyu Allah yang Dia berikan kepada kalian, maka kalian akan beriman dan mendukungnya. Apakah kalian mengakui hal itu dan menerima perjanjian-Ku yang tegas? Mereka menjawab : Kami mengakui hal itu. Allah berfirman : Hendaknya sebagian dari kalian bersaksi atas sebagian yang lain dan persaksikanlah hal itu atas umat-umat kalian, dan Aku termasuk saksi-saksi atas kalian dan atas mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Allah telah mengambil perjanjian yang tegas dari setiap nabi dan umatnya agar beriman kepada Muhammad صلی الله عليه وسلم.

ALI IMRAN : 82

فَمَن تَوَلَّى بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Terjemah :
Barang siapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik [210].
________________________________________
[210] Fasik ialah orang yang tidak mengindahkan perintah Allah
Tafsir :
Barangsiapa yang berpaling dari ajakan Islam setelah penjelasan dari perjanjian yang Allah ambil atas nabi-nabi-Nya ini, maka mereka adalah orang-orang yang keluar dari agama Allah dan ketaatan kepada Rabb mereka.

ALI IMRAN : 83

َفَغَيْرَ دِينِ اللّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
Terjemah :
Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.
Tafsir :
Apakah orang-orang fasik dari Ahli Kitab itu menginginkan selain agama Allah, yaitu Islam yang dengannya Allah mengutus Muhammad صلی الله عليه وسلم ? Padahal siapapun yang ada di langit dan di bumi tunduk dan patuh kepada Allah, secara sukarela kepada Allah seperti orang-orang beriman, atau terpaksa pada saat terjadi kesulitan-kesulitan manakala hal itu tidak bermanfaat bagi mereka, yaitu orang-orang kafir. Sebagaimana seluruh makhluk juga tunduk kepada-Nya, dan kepada-Nyalah mereka akan kembali di Hari Kiamat, lalu Allah membalas masing-masing dari mereka dengan amal perbuatannya. Ini adalah peringatan dari Allah kepada makhluk-Nya agar mereka tidak berpulang kepada-Nya dengan membawa agama selain agama Islam.

ALI IMRAN : 84

قُلْ آمَنَّا بِاللّهِ وَمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Terjemah :
Katakanlah: Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturun- kan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.
Tafsir :
Katakan kepada mereka wahai Rasul, kami membenarkan Allah dan mentaati-Nya, tiada Tuhan yang haq bagi kami selain-Nya, tiada sesembahan yang benar bagi kami selain-Nya, kami beriman kepada wahyu yang Allah turunkan kepada kami, wahyu yang Allah turunkan kepada Ibrahim Khalil Allah, anaknya Ismail dan Ishaq, cucunya Ya qub bin Ishaq. Dan wahyu yang Allah turunkan kepada Asbath, mereka adalah para nabi dari anak keturunan Ya qub yang tersebar pada dua belas kabilah Bani Israil, wahyu yang diberikan kepada Musa dan Isa, yaitu Taurat dan Injil, serta wahyu yang Allah turunkan kepada seluruh nabi-nabi-Nya. Kami beriman kepada semua itu, kami tidak akan membedakan antara salah seorang dari mereka dengan yang lainnya, dan kami hanya tunduk dengan ketaatan hanya kepada-Nya semata, mengakui rububiyah, uluhiyah dan beribadah hanya untuk-Nya.

ALI IMRAN : 85

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Terjemah :
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak- lah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
Tafsir :
Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam yang berarti penyerahan diri kepada Allah melalui tauhid dan ketundukan kepada-Nya dengan ketaatan dan penghambaan, kepatuhan kepada Rasul-Nya, nabi penutup Muhammad صلی الله عليه وسلم dengan beriman kepadanya, mengikutinya dan mencintainya lahir dan batin. Maka pilihan (agama) nya tidak diterima darinya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi di mana diri mereka gagal mendapatkan apa yang mereka inginkan.

ALI IMRAN : 86

كَيْفَ يَهْدِي اللّهُ قَوْمًا كَفَرُواْ بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَشَهِدُواْ أَنَّ الرَّسُولَ حَقٌّ وَجَاءهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Terjemah :
Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.
Tafsir :
Menyusul Insya Allah.

Asbabun Nuzul :

An-Nasai, Ibnu Hibban dan al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata : Ada seorang laki-laki dari kalangan Anshar, dia masuk Islam lalu dia murtad dan kemudian ia menyesal, lalu dia meminta kaumnya bertanya kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم : Apakah masih ada taubat untukku? Maka turunlah firman Allah ayat 86 ini. Maka kemudian kaumnya menyampaikan itu kepadanya lalu dia masuk Islam kembali.

Musaddad dalam Musnadnya dan Abdur Razzaq meriwayatkan dari Mujahid, ia berkata : Al-Harits bin Suwaid datang dan dia masuk Islam di hadapan Nabiصلی الله عليه وسلم kemudian dia kafir lalu dia pulang kepada kaumnya,maka Allah menurunkan ayat Al-Qur an ayat 86 ini tentangnya. Lalu seorang laki-laki dari kaumnya membawanya kepadanya lalu dia membacakannya kepadanya, maka al-Harits berkata : Kamu seperti yang aku ketahui adalah orang jujur dan Rasulullah صلی الله عليه وسلم jauh lebih jujur darimu dan Allah paling jujur dari keduanya. Maka diapun kembali masuk Islam dan baik keislamannya.

ALI IMRAN : 87

أُوْلَـئِكَ جَزَآؤُهُمْ أَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ اللّهِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Terjemah :
Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya lanat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) lanat para malaikat dan manusia seluruhnya,
Tafsir :
Balasan orang-orang zhalim tersebut adalah laknat dari Allah, para malaikat dan seluruh manusia, mereka terusir dari rahmat Allah.

ALI IMRAN : 88

خَالِدِينَ فِيهَا لاَ يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلاَ هُمْ يُنظَرُونَ
Terjemah :
mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh,
Tafsir :
Mereka tinggal di neraka, siksa tidak diangkat dari mereka sedikitpun sehingga mereka bisa beristirahat, dan siksa tidak akan ditunda karena alasan yang mereka sodorkan.

ALI IMRAN : 89

إِلاَّ الَّذِينَ تَابُواْ مِن بَعْدِ ذَلِكَ وَأَصْلَحُواْ فَإِنَّ الله غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Terjemah :
kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan [211]. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
________________________________________
[211] Mengadakan perbaikan berarti berbuat pekerjaan- pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat- akibat yang jelek dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.
Tafsir :
Kecuali orang-orang yang kembali kepada Tuhan mereka dengan taubat nasuha setelah kekufuran dan kezhaliman mereka, memperbaiki apa yang telah mereka rusak dengan taubat mereka, maka Allah menerima taubat mereka. Karena Dia Maha Mengampuni dosa-dosa hamba-Nya dan menyayangi mereka.

ALI IMRAN : 90

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بَعْدَ إِيمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُواْ كُفْرًا لَّن تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الضَّآلُّونَ
Terjemah :
Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itu- lah orang-orang yang sesat.
Tafsir :
sesungguhnya orang-orang yang kafir lagi sesudah mereka beriman dan tetap bersikukuh di atas kekufuran sampai mati, taubat mereka saat kematian mendatangi mereka sudah tidak akan diterima, dan mereka adalah orang-orang yang tersesat jalannya dan salah dalam beragama.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*