Tafsir Al-Muyasar Surat Ali Imran 71-80

ALI IMRAN : 71

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
Terjemah :
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil [203], dan menyembunyikan kebenaran [204], padahal kamu mengetahuinya?
________________________________________
[203] Yaitu: menutupi firman-firman Allah yang termaktub dalam Taurat dan Injil dengan perkataan-perkataan yang dibuat-buat mereka (ahli Kitab) sendiri.
[204] Maksudnya: kebenaran tentang kenabian Muhammad r yang tersebut dalam Taurat dan Injil.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang diberi Taurat dan Injil, mengapa kalian mencampuradukkan antara yang haq yang termaktub di dalam kitab-kitab kalian dengan apa yang kalian selewengkan dan kalian tulis dengan tangan kalian berupa kebatilan, kalian menyembunyikan sifat Muhammad صلی الله عليه وسلم yang ada di dalamnya dan bahwa agamanya adalah agama yang haq padahal kalian mengetahui hal itu?

ALI IMRAN : 72

وَقَالَت طَّآئِفَةٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمِنُواْ بِالَّذِيَ أُنزِلَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُواْ وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُواْ آخِرَهُ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Terjemah :
Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mumin) kembali (kepada kekafiran).
Tafsir :
Beberapa orang ahli kitab dari orang-orang Yahudi berkata : Percayalah kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman di awal siang dan kafirlah di akhir siang, semoga dengan itu kalian bisa menanamkan kebimbangan dalam agama mereka dan mereka meninggalkannya.

ALI IMRAN : 73

وَلاَ تُؤْمِنُواْ إِلاَّ لِمَن تَبِعَ دِينَكُمْ قُلْ إِنَّ الْهُدَى هُدَى اللّهِ أَن يُؤْتَى أَحَدٌ مِّثْلَ مَا أُوتِيتُمْ أَوْ يُحَآجُّوكُمْ عِندَ رَبِّكُمْ قُلْ إِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Terjemah :
Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu [205]. Katakanlah: Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu. Katakanlah: Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui;
________________________________________
[205] Kepada orang-orang yang mengikuti agamamu maksudnya: kepada orang yang seagama dengan kamu (Yahudi/Nasrani) agar mereka tak jadi masuk Islam atau kepada orang-orang Islam yang berasal dari agamamu agar goncang iman mereka dan kembali kepada kekafiran.
Tafsir :
Jangan membenarkan dengan benar kecuali kepada siapa yang mengikuti agama kalian dan dia adalah seorang Yahudi. Katakan kepada mereka wahai Rasul : Sesungguhnya hidayah dan taufik adalah hidayah dan taufik Allah kepada keimanan yang shahih. Mereka berkata : Jangan memperlihatkan ilmu kalian kepada kaum muslimin sehingga mereka belajar dari kalian lalu mereka pun sama dengan kalian dalam ilmu tersebut, dan keunggulan menjadi milik mereka atas kalian atau mereka akan menjadikannya hujjah atas kalian di sisi Tuhan kalian, dan mereka mengalahkan kalian dengannya. Katakan kepada mereka wahai Rasul : Sesungguhnya karunia, pemberian dan segala perkara di tangan Allah dan di bawah pengaturan-Nya, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki dari orang-orang yang beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Allah Mahaluas karunia-Nya dan Maha Mengetahui, ilmu dan pemberian-Nya mencakup seluruh makhluk-Nya dari orang-orang yang berhak atas karunia dan nikmat-Nya.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata : Orang-orang Yahudi, Abdullah bin as-Shaif, Adi bin Zaid dan al-Harts bin Auf, sebagian berkata kepada sebagianyang lain : Marilah kita beriman kepada apayang diturunkan kepada Muhammad di pagi hari dan kita kembali kafir di sore hari sehingga kita bisa membuat agama mereka menjadi rancu, siapa tahu mereka akan melakukan seperti yang kita lakukan dan pada akhirnya mereka murtad dari agama mereka, Maka Allah menurunkan ayat 71-73 ini.

ALI IMRAN : 74

يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَن يَشَاء وَاللّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
Terjemah :
Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Tafsir :
Sesungguhnya Allah mengkhususkan kenabian dan hidayah kepada syariat yang paling sempurna kepada siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya. Dan Allah adalah pemilik kebaikan dan pemberian yang banyak lagi lapang.

ALI IMRAN : 75

وَمِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ إِن تَأْمَنْهُ بِقِنطَارٍ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ وَمِنْهُم مَّنْ إِن تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍ لاَّ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ إِلاَّ مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَآئِمًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Terjemah :
Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi [206]. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.
________________________________________
[206] Yang mereka maksud dengan orang-orang ummi dalam ayat ini adalah orang Arab.
Tafsir :
Di antara Ahli Kitab dari orang-orang Yahudi ada orang yang bila kamu beri amanat dalam bentuk harta dengan jumlah yang sangat banyak, dia menunaikannya kepadamu tanpa berkhianat. Namun di antara mereka ada yang bila kamu beri amanat satu dinar saja tidak menunaiikannya kepadamu kecuali bila kalian berusaha mati-matian untuk menagihnya. Sebab dari hal itu adalah keyakinan mereka yang rusak yang membuat mereka meyakini kehalalan harta orang-orang Arab dengan cara yang batil, mereka berkata : Kami tidak berdosa dan bersalah dalam memakan harta mereka, karena Allah telah menghalalkannya untuk kami. Mereka mengucapkan hal itu dengan lisan mereka dan mereka mengetahui bahwa mereka adalah berdusta

ALI IMRAN : 76

بَلَى مَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ وَاتَّقَى فَإِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
Terjemah :
(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya [207] dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
________________________________________
[207] Yakni janji yang telah dibuat seseorang baik terhadap sesama manusia maupun terhadap Allah.
Tafsir :
Perkaranya tidak seperti yang diklaim oleh orang-orang yang berdusta tersebut, karena orang yang bertakwa sebenarnya adalah orang yang memenuhi apa yang telah dia janjikan kepada Allah, dalam bentuk menunaikan amanat, beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-rasul-Nya, memegang petunjuk dan syariat-Nya, takut kepada Allah lalu dia menjalankan perintah-Nya dan menahan diri dari larangan-Nya. Allah mencintai orang-orang yang bertakwa yang takut kepada syirik dan dosa-dosa.

ALI IMRAN : 77

إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلاً أُوْلَـئِكَ لاَ خَلاَقَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ وَلاَ يُكَلِّمُهُمُ اللّهُ وَلاَ يَنظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Terjemah :
Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji dan wasiat Allah yang Dia wasiatkan di dalam kitab-kitab yang Dia turunkan kepada nabi-nabi mereka dengan pengganti yang rendah berupa harta dunia dan kekayaannya, mereka tidak mendapatkan bagian dari pahala akhirat, Allah tidak mau berbicara kepada mereka dengan sesuatu yang membahagiakan mereka, tidak mau memandang kepada mereka dengan mata kasih sayang, tidak mau menyucikan mereka dari kotoran dosa dan kekufuran, dan bagi mereka siksa yang menyakitkan.

ALI IMRAN : 78

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُم بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِندِ اللّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِندِ اللّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Terjemah :
Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.
Tafsir :
Sesungguhnya di antara orang-orang Yahudi ada sekelompok orang yang menyelewengkan perkataan dari tempat-tempatnya, mengganti firman Allah untuk menipu orang lain bahwa ia termasuk firman Allah yang diturunkan, yaitu Taurat, padahal ia sama sekali bukan darinya,. Mereka mengatakan bahwa ini dari sisi Allah yang Dia wahyukan kepada Nabi-Nya Musa, padahal ia bukan dari Allah. Mereka membuat kedustaan atas nama Allah demi meraih harta dunia, padahal mereka mengetahui bahwa diri mereka telah berdusta.

ALI IMRAN : 79

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤْتِيَهُ اللّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُواْ عِبَادًا لِّي مِن دُونِ اللّهِ وَلَـكِن كُونُواْ رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ
Terjemah :
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah. Akan tetapi (dia berkata): Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani [208], karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.
________________________________________
[208] Rabbani ialah orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah
Tafsir :
Tidak patut bagi siapapun dari manusia, Allah menurunkan kitab-Nya kepadanya dan menjadikannya sebagai hakim di antara makhluk-Nya dan memilihnya sebagai nabi, kemudian dia berkata kepada manusia : Sembahlah aku dan tinggalkan Allah. Akan tetapi dia pasti berkata : Jadilah kalian fuqaha dan ulama dengan apa yang kalian ajarkan kepada orang lain dari wahyu Allah dan dengan apa yang kalian pelajari darinya dalam bentuk hafalan, ilmu dan pemahaman.

ALI IMRAN : 80

وَلاَ يَأْمُرَكُمْ أَن تَتَّخِذُواْ الْمَلاَئِكَةَ وَالنِّبِيِّيْنَ أَرْبَابًا أَيَأْمُرُكُم بِالْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ
Terjemah :
dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?.
Tafsir :
Tidak mungkin salah seorang dari mereka memerintahkan kalian untuk menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai sesembahan lain yang harus kalian sembah selain Allah. Apakah masuk akal wahai manusia bila dia memerintahkan kalian agar kafir kepada Allah setelah sebelumnya kalian tunduk kepada perintah-Nya?

Asbabun Nuzul :

Ibnu Ishaq dan al-Baihaqi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata : Abu Rafi al-Qurazhi berkata apda saat para rahib Yahudi berkumpul bersama orang-orang Nasrani Najran di hadapan Nabi صلی الله عليه وسلم dan beliau mengajak mereka kepada Islam, mereka menjawab : Apakah kamu ingin wahai Muhammad kami menyembahmu seperti orang-orang Nasrani yang menyembah Isa? Nabi صلی الله عليه وسلم menjawab : Aku berlindung kepada Allah. Maka Allah menurunkan ayat 79 tentang hal tersebut sampai kepada ayat 80.

Abdur Razzaq meriwayatkan dalam tafsirnya dari al-Hasan, ia berkata : Aku mendengar ada seorang laki-laki berkata : Ya Rasulullah, kami mengucapkan salam kepadamu sebagaimana kami mengucapkan salam kepada sebagian dari kami, atau apakah kami harus bersujud kepadamu? Nabi صلی الله عليه وسلم menjawab : Tidak, akan tetapi hormatilah Nabi kalian dan berikanlah hak kepada pemiliknya, karena tidak patut bagi seorang muslim sujud kepada seseorang selain Allah. Maka Allah pun menurunkan ayat 79-80 ini.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*