Tafsir Al-Muyasar Surat Ali Imran 61-70

ALI IMRAN : 61

فَمَنْ حَآجَّكَ فِيهِ مِن بَعْدِ مَا جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْاْ نَدْعُ أَبْنَاءنَا وَأَبْنَاءكُمْ وَنِسَاءنَا وَنِسَاءكُمْ وَأَنفُسَنَا وأَنفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَل لَّعْنَةُ اللّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ
Terjemah :
Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta [197].
________________________________________
[197] Mubahalah ialah masing-masing pihak diantara orang- orang yang berbeda pendapat mendoa kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, agar Allah menjatuhkan lanat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani Najran bermubahalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad.
Tafsir :
Siapa yang membantahmu wahai Rasul tentang al-Masih Isa putra Maryam setelah kamu mendapatkan ilmu dari Allah tentang Isa, maka katakanlah kepada mereka : Marilah kita sama-sama menghadirkan anak-anak kami dan juga anak-anak kalian, istri-istri kami dan juga istri-istri kalian, jiwa kami dan juga jiwa kalian, kemudian kita menghadap kepada Allah dengan berdoa kepada-Nya agar Dia menimpakan hukuman dan laknat-Nya atas orang-orang yang berdusta dalam kata-katanya, yang tetap bersikukuh di atas pengingkarannya.

ALI IMRAN : 62

إِنَّ هَـذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ وَمَا مِنْ إِلَـهٍ إِلاَّ اللّهُ وَإِنَّ اللّهَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Terjemah :
Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana .
Tafsir :
Sesungguhnya apa yang Kami kabarkan kepadamu ini wahai Rasul tentang perkara Isa putra Maryam merupakan berita gembira yang tidak ada keraguan padanya. Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa dalam kerajaan-Nya, Maha Bijaksana dalam pengaturan dan perbuatan-Nya.

ALI IMRAN : 63

فَإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنَّ اللّهَ عَلِيمٌ بِالْمُفْسِدِينَ
Terjemah :
Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.
Tafsir :
Bila mereka berpaling dan menolak membenarkanmu dan mengikutimu, maka mereka adalah orang-orang yang berbuat kerusakan, dan Allah Maha Mengetahui mereka dan akan membalas mereka atas itu.

ALI IMRAN : 64

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْاْ إِلَى كَلَمَةٍ سَوَاء بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلاَّ نَعْبُدَ إِلاَّ اللّهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضاً أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللّهِ فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُولُواْ اشْهَدُواْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
Terjemah :
Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).
Tafsir :
Katakanlah wahai Rasul kepada ahli kitab dari kalangan orang-orang Yahudi dan Nasrani : Marilah kita semuanya berpegang kepada kalimat yang adil lagi haq, yaitu hendaknya kita mengkhususkan ibadah hanya kepada-Nya dan tidak mengangkat sekutu apapun bersama-Nya, baik berupa patung, berhala, salib, thaghut atau selainnya, dan hendaknya sebagian dari kita tidak memberikan ketaatan kepada sebagian yang lain selain Allah. Bila mereka berpaling dari seruan yang baik ini, maka katakanlah kepada mereka wahai orang-orang yang beriman : Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang mukmin yang tunduk kepada Tuhan kami dengan ibadah dan keikhlasan… Kalimat haq ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, sebagaimana ia juga ditujukan kepada orang-orang yang seperti mereka.

ALI IMRAN : 65

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تُحَآجُّونَ فِي إِبْرَاهِيمَ وَمَا أُنزِلَتِ التَّورَاةُ وَالإنجِيلُ إِلاَّ مِن بَعْدِهِ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ
Terjemah :
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah [198] tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?
________________________________________
[198] Orang Yahudi dan Nasrani masing-masing menganggap Ibrahim itu dari golongannya. Lalu Allah membantah mereka dengan alasan bahwa Ibrahim itu datang sebelum mereka.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang menerima kitab dari Allah, dari kalangan orang-orang Yahudi dan Nasrani, bagaimana masing-masing dari kalian mengklaim bahwa Ibrahim memegang agama kalian, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan kecuali setelahnya? Apakah kalian tidak bisa memahami kekeliruan klaim kalian : Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang Yahudi atau Nasrani. Padahal kalian sendiri tentu mengetahui bahwa agama Yahudi atau Nasrani hanya lahir beberapa zaman setelahnya?

Asbabun Nuzul :

Ibnu Ishaq meriwayatkan dengan sanadnya yang berulang-ulang kepada Ibnu Abbas, ia berkata : Orang-orang Nasrani Najran dan para rahib Yahudi berkumpul di sisi Rasulullah صلی الله عليه وسلم , lalu mereka berselisih di hadapan beliau, para rahib berkata : Ibrahim adalah orang Yahudi. Orang-orang Nasrani berkata : Ibrahim adalah Nasrani. Maka Allah menurunkan ayat 65 ini. Diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dalam kitab ad-Dalail.

ALI IMRAN : 66

هَاأَنتُمْ هَؤُلاء حَاجَجْتُمْ فِيمَا لَكُم بِهِ عِلمٌ فَلِمَ تُحَآجُّونَ فِيمَا لَيْسَ لَكُم بِهِ عِلْمٌ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
Terjemah :
Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui [199], maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui [200]?; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.
________________________________________
[199] Yakni tentang Nabi Musa, Isa dan Muhammad
[200] Yakni tentang hal Ibrahim.
Tafsir :
Wahai kalian, kalian telah mendebat Rasulullah Muhammad صلی الله عليه وسلم dalam perkara di mana kalian mempunyai ilmu tentangnya terkait dengan perkara agama kalian, yang kalian yakini kebenarannya dalam kitab kalian. Lalu mengapa kalian masih mendebatnya dengan sesuatu yang mana kalian tidak memiliki ilmu tentangnya terkait dengan Ibrahim? Allah mengetahui perkara-perkara sekalipun ia samar sedangkan kalian tidak mengetahui.

ALI IMRAN : 67

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلاَ نَصْرَانِيًّا وَلَكِن كَانَ حَنِيفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Terjemah :
Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus[201] lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.
________________________________________
[201] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.
Tafsir :
Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan juga Nasrani, karena agama Yahudi dan Nasrani hanya ada sesudahnya. Akan tetapi Ibrahim adalah orang yang mengikuti perintah Allah dan mentaati-Nya, menyerahkan diri-Nya kepada Allah dan bukan termasuk orang-orang musyrikin.

ALI IMRAN : 68

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَـذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَاللّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ
Terjemah :
Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang yang berhak atas Ibrahim dan paling patut terhadapnya adalah orang-orang yang beriman kepadanya, membenarkan risalahnya dan mengikutinya di atas agamanya, dan juga Nabi Muhammadصلی الله عليه وسلم ini serta orang-orang yang beriman kepadanya, dan Allah adalah penolong bagi orang-orang yang beriman yang mengikuti syariat-Nya.

ALI IMRAN : 69

وَدَّت طَّآئِفَةٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يُضِلُّونَكُمْ وَمَا يُضِلُّونَ إِلاَّ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
Terjemah :
Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.
Tafsir :
Sekelompok orang-orang Yahudi dan Nasrani sangat berharap agar bisa menyesatkan kalian wahai kaum muslimin dari Islam, padahal mereka tidak bisa menyesatkan kecuali diri mereka sendiri dan para pengikut mereka. Namun mereka tidak menyadari hal itu dan tidak mengetahuinya.

ALI IMRAN : 70

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللّهِ وَأَنتُمْ تَشْهَدُونَ
Terjemah :
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah [202], padahal kamu mengetahui (kebenarannya).
________________________________________
[202] Yakni: ayat-ayat Allah diturunkan kepada Nabi Muhammad
Tafsir :
Wahai orang-orang yang diberi Taurat dan Injil, mengapa kalian mengingkari ayat-ayat Allah yang Dia turunkan kepada Rasul-rasul-Nya di dalam kitab-kitab kalian, dan di dalamnya terdapat keterangan bahwa Muhammad adalah rasul yang dinanti-nantikan, dan bahwa apa yang dia bawa kepada kalian adalah kebenaran, sementara kalian mengakui hal itu? Akan tetapi kalian justru mengingkarinya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*