Tafsir Al-Muyasar Surat Ali Imran 181-190

ALI IMRAN : 181

لَّقَدْ سَمِعَ اللّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاء سَنَكْتُبُ مَا قَالُواْ وَقَتْلَهُمُ الأَنبِيَاء بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُواْ عَذَابَ الْحَرِيقِ
Terjemah :
Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya. Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): Rasakanlah olehmu azab yang mem bakar.
Tafsir :
Sungguh Allah telah mendengar ucapan orang-orang Yahudi yang berkata : Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami-lah yang kaya, Dia meminta kepada kami agar memberinya hutang. Perkataan yang mereka ucapkan ini akan Kami catat, dan Kami juga akan mencatat bahwa mereka rela dengan apa yang dilakukan oleh leluhur mereka, berupa pembunuhan terhadap nabi-nabi Allah dengan kezhaliman dan pelanggaran. Kami akan menyiksa mereka karena itu di akhirat, saat mereka disiksa di dalam api neraka, Kami berfirman kepada mereka : Rasakanlah siksa neraka yang membakar.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Ishaq dan Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata : Abu Bakar masuk ke rumah tempat kajian orang-orang Yahudi. Mereka berkumpul di rumah seorang laki-laki dari mereka yang bernama Finhash, dia berkata : Demi Allah wahai Abu Bakar, kami sudah tidak memerlukan Allah karena justru Allah yang memerlukan kami, seandainya Dia memang Maha kaya niscaya Dia tidak akan meminta hutang dari kalian seperti yang dikatakan oleh kawanmu. Abu Bakar pun marah dan memukul wajahnya. Finhash pun pergi kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم , dia berkata : Wahai Muhammad, lihatlah apa yang dilakukan oleh kawanmu kepadaku. Nabi صلی الله عليه وسلم bertanya kepada Abu Bakar : Wahai Abu Bakar apa yang membuatmu melakukan hal itu? Dia menjawab : Ya Rasulullah, dia telah mengucapkan kata-kata yang berat. Dia mengatakan bahwa Allah miskin dan mereka adalah kaya. Finhash pun mengingkari ucapannya, maka Allah menurunkan ayat 181 ini.

ALI IMRAN : 182

ذَلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللّهَ لَيْسَ بِظَلاَّمٍ لِّلْعَبِيدِ
Terjemah :
(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.
Tafsir :
Siksa keras yang mereka dapatkan itu akibat dari kemaksiatan yang berupa perkataan, perbuatan dan keyakinan yang mereka lakukan di dunia, dan bahwa Allah sama sekali tidak menzhalimi hamba-hamba-Nya

ALI IMRAN : 183

الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ عَهِدَ إِلَيْنَا أَلاَّ نُؤْمِنَ لِرَسُولٍ حَتَّىَ يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُ قُلْ قَدْ جَاءكُمْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِي بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالَّذِي قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوهُمْ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
Terjemah :
(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan: Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan beriman kepada seseorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami korban yang dimakan api. Katakanlah: Sesungguhnya telah datang kepada kamu beberapa orang rasul sebelumku membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu adalah orang-orang yang benar.
Tafsir :
Saat orang-orang Yahudi itu diajak kepada Islam, mereka berkata : Sesungguhnya Allah telah berpesan kepada kami di dalam Taurat agar kami tidak mempercayai siapa yang datang kepada kami dan berkata bahwa dirinya adalah utusan Allah, sebelum dia mendatangkan kepada kami sedekah yang dengannya dia dapat mendekatkan diri kepada Allah, lalu api turun dari langit dan melahapnya. Katakan kepada mereka waha Rasul : Kalian adalah pembual dalam kata-kata kalian, karena bapak-bapak kalian telah didatangi oleh rasul-rasul sebelumku dengan membawa mukjizat-mukjizat dan bukti-bukti kebenaran termasuk apa yang kalian klaim, yaitu kurban yang dimakan api dari langit, lalu mengapa nenek-moyang kalian membunuh para nabi bila klaim kalian adalah klaim yang benar?

ALI IMRAN : 184

فَإِن كَذَّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌ مِّن قَبْلِكَ جَآؤُوا بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَالْكِتَابِ الْمُنِيرِ
Terjemah :
Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa mujizat-mujizat yang nyata, Zabur [256] dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna[257].
________________________________________
[256] Zabur ialah lembaran-lembaran yang berisi wahyu yang diberikan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad r yang isinya mengandung hikmah-hikmah.
[257] Yakni: kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi yang berisi hukum syariat seperti Taurat, Injil dan Zabur.
Tafsir :
Bila orang-orang Yahudi dan orang-orang kafir lain mendustakanmu wahai Rasul, maka orang-orang pembual telah mendustakan rasul-rasul sebelummu. Mereka datang kepada kaum mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat yang mengagumkan dan hujjah-hujjah yang nyata, serta kitab-kitab langit yang merupakan cahaya penyingkap kegelapan dan kitab yang jelas lagi terang.

ALI IMRAN : 185

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ
Terjemah :
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Tafsir :
Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian, dengan itu seluruh makhluk akan kembali kepada Allah untuk menghadapi hisab. Pahala atas amal perbuatan kalian akan diberikan sempurna tidak dikurangi di Hari Kiamat. Barangsiapa yang dimuliakan oleh Tuhannya dan diselamatkan oleh-Nya dari api neraka dan dimasukkan oleh-Nya ke dalam surga, maka dia telah meraih apa yang diinginkannya. Kehidupan dunia ini tidak lain kecuali kenikmatan sesaat, maka jangan terkecoh olehnya.

ALI IMRAN : 186

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُواْ أَذًى كَثِيرًا وَإِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأُمُورِ
Terjemah :
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.
Tafsir :
Kalian wahai orang-orang mukmin pasti akan diuji pada harta kalian melalui nafkah wajib dan mustahab yang harus dikeluarkan, dengan musibah-musibah yang menimpa kalian, dengan ujian pada diri kalian berupa ketaatan-ketaatan yang memang diwajibkan atas kalian. Apa yang menimpa kalian berupa luka-luka atau kematian dan kehilangan orang-orang terkasih, hal itu agar mukmin yang benar bisa dipisahkan dengan selainnya. Sungguh kalian akan mendengar dari orang-orang Yahudi, Nasrani dan orang-orang musyrikin kata-kata yang dapat menyakitkan pendengaranmu, kata-kata syirik dan celaan terhadap agamamu. Bila kalian wahai orang-orang mukmin bersabar atas semua itu dan bertakwa kepada Allah dengan berpegang kepada ketaatan kepada-Nya dan menghindari larangan-larangan-Nya, maka hal itu termasuk perkara yang ditegaskan dan perlu diperebutkan.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim dan Ibnul Mundzir meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini turun dalam perkara antara Abu Bakar dan Finhash dari firman-Nya ayat 181.

ALI IMRAN : 187

وَإِذْ أَخَذَ اللّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلاَ تَكْتُمُونَهُ فَنَبَذُوهُ وَرَاء ظُهُورِهِمْ وَاشْتَرَوْاْ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ
Terjemah :
Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya, lalu mereka melemparkan janji itu [258] ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima.
________________________________________
[258] Di antara keterangan yang disembunyikan itu ialah tentang kedatangan Nabi Muhammad
Tafsir :
Ingatlah wahai Rasul saat Allah mengambil perjanjian yang tegas atas orang-orang yang diberi kitab yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani ; orang-orang Yahudi mendapatkan Taurat sedangkan orang-orang Nasrani mendapatkan Injil, agar mereka mengamalkannya dan menjelaskannya kepada umat manusia tanpa menyembunyikannya dan menyamarkannya di depan mereka. Lalu mereka mencampakkan perjanjian dan tidak memegangnya, mereka malah mengambil harta yang sedikit sebagai upah atas penyembunyian mereka terhadap kebenaran dan penyelewengan mereka terhadap kitab Allah. Seburuk-buruk jual beli adalah apa yang mereka kerjakan, menyia-nyiakan perjanjian Allah dan merubah isi kitab Allah.

ALI IMRAN : 188

لاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَواْ وَّيُحِبُّونَ أَن يُحْمَدُواْ بِمَا لَمْ يَفْعَلُواْ فَلاَ تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Terjemah :
Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.
Tafsir :
Janganlah orang-orang yang berbangga dengan apa yang mereka kerjakan berupa perbuatan-perbuatan buruk dari kalangan orang-orang Yahudi, munafik dan lainnya, dan mereka suka disanjung dengan apa yang tidak mereka kerjakan, janganlah mereka menyangka bahwa mereka akan selamat dari adzab Alllah di dunia, sementara di akhirat mereka mendapatkan adzab yang menyakitkan. Ayat ini merupakan ancaman serius terhadap orang-orang yang melakukan perbuatan buruk dan membanggakannya, dan orang-orang yang membanggakan sesuatu yang tidak dilakukannya agar orang-orang menyanjung dan memujinya.

Asbabun Nuzul :

Asy-Syaikhan dan lainnya meriwayatkan dari jalan Humaid bin Abdur Rahman bin Auf bahwa Marwan berkata kepada pengawalnya : Wahai Rafi pergilah kepada Ibnu Abbas, katakan kepadanya : Jika setiap orang dari kami berbahagia dengan apa yang diberikan dan menyukai dipuji orang karena apa yang tidak dilakukannya akan diadzab maka apakah berarti kita semua akan diadzab??

Ibnu Abbas menjawab : Apa urusan kalian dengan hal ini?? Ayat ini turun pada Ahli Kitab. Nabi صلی الله عليه وسلم bertanya kepada mereka tentang sesuatu lalu mereka menyembunyikannya dan mereka mengatakan yang selainnya kepada beliau, lalu mereka keluar sambil memperlihatkan seolah-olah mereka telah mengatakan kepada Nabi صلی الله عليه وسلم apa yang beliau tanyakan. Mereka bersyukur karena itu dan mereka berbahagia dengan apa yang diberikan kepada mereka dalam bentuk menyembunyikan apa yang beliau tanyakan kepada mereka.

ALI IMRAN : 189

وَلِلّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاللّهُ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Terjemah :
kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu.
Tafsir :
Hanya milik Allah semata kerajaan langit, bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

ALI IMRAN : 190

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ
Terjemah :
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Tafsir :
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya. Pergantian malam dan siang, perbedaan di antara keduanya dalam panjang dan pendeknya mengandung bukti-bukti dan petunjuk-petunjuk besar atas keesaan Allah bagi orang-orang yang berakal lurus.

Asbabun Nuzul :

Ath-Thabrani dan Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata : Orang-orang Quraisy datang kepada orang-orang Yahudi, mereka berkata : Ayat-ayat apa yang dibawa oleh Musa kepada kalian? Mereka menjawab : Tongkatnya dan tangannya yang putih menyilaukan mata orang-orang yang memandangnya. Lalu mereka datang kepada orang-orang Nasrani, mereka berkata : Bagaimana dengan Isa? Mereka menjawab : Dia bisa menyembuhkan orang yang buta, orang yang berpenyakit sopak dan bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Lalu mereka datang kepada Nabi صلی الله عليه وسلم , mereka berkata : Mintalah kepada Allah agar Dia menjadikan bukit Shafa sebagai emas. Lalu Nabi صلی الله عليه وسلم berdoa kepada Rabbnya, maka turunlah ayat 190 ini. Maka hendaknya mereka berpikir padanya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*