Tafsir Al-Muyasar Surat Ali Imran 151-160

ALI IMRAN : 151

سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُواْ الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُواْ بِاللّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ
Terjemah :
Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.
Tafsir :
Kami akan melemparkan ke dalam hati orang-orang kafir ketakutan dan kekhawatiran yang sangat, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang palsu. Mereka tidak mempunyai dalil atau bukti apapun bahwa tuhan-tuhan tersebut layak disembah bersama Allah. Maka keadaan mereka di dunia adalah ketakutan dan kekhawatiran dari orang-orang beriman. Adapun tempat mereka di akhirat di mana mereka mendudukinya adalah api neraka, hal itu disebabkan kezhaliman dan permusuhan mereka, sebuah kedudukan yang benar-benar sangat buruk.

ALI IMRAN : 152

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُم بِإِذْنِهِ حَتَّى إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الأَمْرِ وَعَصَيْتُم مِّن بَعْدِ مَا أَرَاكُم مَّا تُحِبُّونَ مِنكُم مَّن يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنكُم مَّن يُرِيدُ الآخِرَةَ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ وَلَقَدْ عَفَا عَنكُمْ وَاللّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
Terjemah :
Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu [237] dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai [238]. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka[239] untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.
________________________________________
[237] Yakni: urusan pelaksanaan perintah Nabi Muhammad r karena beliau telah memerintahkan agar regu pemanah tetap bertahan pada tempat yang telah ditunjukkan oleh beliau dalam keadaan bagaimanapun.
[238] Yakni: kemenangan dan harta rampasan.
[239] Maksudnya: kaum muslimin tidak berhasil mengalahkan mereka.
Tafsir :
Sungguh Allah telah mewujudkan kemenangan yang Dia janjikan kepada kalian, saat kalian membunuh orang-orang kafir di perang Uhud dengan izin Allah, sampai kalian merasa gentar, kalian melemah dan berselisih, apakah kalian tetap berada di tempat kalian atau meninggalkannya untuk mengumpulkan harta rampasan perang bersama orang-orang yang mengumpulkannya? Kalian telah menyelisihi perintah Rasul kalian yang memerintahkan kalian agar tidak meninggalkan pos-pos kalian dalam keadaan apa pun, kalian akhirnya ditimpa kekalahan setelah sebelumnya Allah memperlihatkan kemenangan di depan mata kalian. Terbuktilah bahwa di antara kalian ada yang hanya menginginkan harta rampasan perang dan di antara kalian ada yang menginginkan akhirat dan pahalanya, kemudian Allah memalingkan wajah-wajah kalian dari musuh-musuh kalian untuk menguji kalian. Alllah mengetahui bahwa kalian sangat menyesal dan meminta ampun kepada-Nya maka Diapun mengampuni kalian, dan Allah adalah pemilik karunia yang besar atas orang-orang mukmin.

ALI IMRAN : 153

إِذْ تُصْعِدُونَ وَلاَ تَلْوُونَ عَلَى أحَدٍ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ فِي أُخْرَاكُمْ فَأَثَابَكُمْ غُمَّاً بِغَمٍّ لِّكَيْلاَ تَحْزَنُواْ عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلاَ مَا أَصَابَكُمْ وَاللّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Terjemah :
(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan[240], supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
________________________________________
[240] Kesedihan kaum muslimin disebabkan mereka tidak mentaati perintah Rasul yang mengakibatkan kekalahan bagi mereka.
Tafsir :
Ingatlah wahai sahabat-sahabat Muhammad صلی الله عليه وسلم keadaaan kalian saat kalian mulai naik ke gunung untuk berlari menyelamatkan diri dari musuh kalian, kalian tidak menoleh kepada siapa pun karena saat itu kalian sedang dalam keadaan takut dan khawatir yang sangat. Sedangkan Rasulullah صلی الله عليه وسلم tetap teguh di tempatnya memanggil-manggil kalian dengan berseru : Kemarilah wahai hamba-hamba Allah. Namun kalian tidak mendengar dan tidak memandang. Maka sebagai balasannya Allah menurunkan kesedihan, kesempitan, dan kesusahan, agar kalian tidak bersedih atas apa yang lepas dari tangan kalian, yaitu kemenangan dan harta rampasan perang. Dan agar kalian tidak berduka atas apa yang menimpa kalian berupa ketakutan dan kekalahan. Allah Maha Mengenal seluruh perbuatan kalian, tiada sesuatu pun yang samar bagi-Nya.

ALI IMRAN : 154

ثُمَّ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّن بَعْدِ الْغَمِّ أَمَنَةً نُّعَاسًا يَغْشَى طَآئِفَةً مِّنكُمْ وَطَآئِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ الأَمْرِ مِن شَيْءٍ قُلْ إِنَّ الأَمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ يُخْفُونَ فِي أَنفُسِهِم مَّا لاَ يُبْدُونَ لَكَ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الأَمْرِ شَيْءٌ مَّا قُتِلْنَا هَاهُنَا قُل لَّوْ كُنتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَى مَضَاجِعِهِمْ وَلِيَبْتَلِيَ اللّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحَّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ وَاللّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Terjemah :
Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu [241], sedang segolongan lagi [242] telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah [243]. Mereka berkata: Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?. Katakanlah: Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah. Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini. Katakanlah: Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.
________________________________________
[241] Yaitu: orang-orang Islam yang kuat keyakinannya.
[242] Yaitu: orang-orang Islam yang masih ragu-ragu.
[243] Ialah: sangkaan bahwa kalau Muhammad r itu benar-benar nabi dan rasul Allah, tentu dia tidak akan dapat dikalahkan dalam peperangan.
Tafsir :
Kemudian di antara rahmat Allah kepada orang-orang beriman yang ikhlas adalah bahwa Dia menancapkan ketenangan dan keyakinan terhadap janji Allah ke dalam hati mereka setelah diterpa kesedihan dan kegundahan. Di antara pengaruhnya adalah kantuk yang menyerang sebagian dari mereka, yakni orang-orang yang ikhlas dan yakin. Sementara sekelompok orang yang lain hanya memikirkan keselamatan diri mereka sendiri, tekad mereka melemah dan sibuk dengan diri mereka sendiri, mereka juga sudah berburuk sangka kepada Tuhan mereka, agama dan Nabi-Nya. Mereka mengira bahwa Allah tidak akan menyempurnakan dakwah Rasul-Nya dan bahwa Islam sudah tidak akan bisa berdiri kembali dengan kokoh. Oleh karena itu kamu melihat mereka menyesal karena telah keluar. Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain : Apakah kami mempunyai pilihan untuk keluar berperang? Katakan kepada mereka wahai Rasul : Sesungguhnya seluruh urusan di tangan Allah, Dia-lah yang mentakdirkan kalian keluar sehingga terjadi pada kalian apa yang terjadi. Mereka menyembunyikan dalam jiwa mereka sesuatu yang tidak mereka katakan kepadamu, yaitu penyesalan mereka karena telah keluar berperang. Mereka berkata : Seandainya kami memiliki sedikit pilihan, niscaya kami tidak akan dibunuh disini. Katakan kepada mereka : Sesungguhnya ajal itu di tangan Allah sekalipun kalian berada di rumah kalian dan Allah mentakdirkan kalian untuk mati, niscaya orang-orang yang sudah ditetapkan untuk mati itu akan keluar menyongsong kematian mereka di tempat di mana mereka akan terbunuh. Allah tidak menjadikan hal itu kecuali untuk menguji apa yang ada di hati kalian berupa keraguan dan kemunafikan, memilah antara yang buruk dengan yang baik. Dia menampakkan bagi manusia perkara orang mukmin dari perkara orang munafik dalam perkataan maupun perbuatan. Allah Maha mengetahui apa yang ada di dalam dada makhluk-Nya, tidak ada sesuatu perkara pun yang samar bagi-Nya.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Rahawaih meriwayatkan dari Zubair berkata : Aku melihat diriku pada perang Uhud ketika kami benar-benar dalam keadaan takut, kantuk dikirimkan kepada kami, tidak seorang pun dari kami kecuali janggutnya berada di dadanya, demi Allah aku benar-benar mendengar seperti mimpi ucapan Mu tib bin Qusyair : Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini. Maka aku menghafalnya, lalu Allah menurunkan ayat 154 tentang hal itu.

ALI IMRAN : 155

إِنَّ الَّذِينَ تَوَلَّوْاْ مِنكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ إِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطَانُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُواْ وَلَقَدْ عَفَا اللّهُ عَنْهُمْ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ
Terjemah :
Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu [244], hanya saja mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
________________________________________
[244] Dua pasukan itu ialah pasukan kaum muslimin dan pasukan kaum musyrikin.
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang yang berlari dari kalian wahai sahabat-sahabat Muhammad صلی الله عليه وسلم dari medan perang di hari pertemuan orang-orang mukmin melawan orang-orang musyrik di perang Uhud, setanlah yang telah menjerumuskan mereka ke dalam dosa tersebut akibat sebagian dosa yang mereka lakukan. Allah telah memaaafkan mereka dan tidak akan menghukum mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi para pelaku dosa yang bertaubat, Maha Penyantun sehingga tidak menghukum para pendurhaka dengan segera.

ALI IMRAN : 156

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ كَفَرُواْ وَقَالُواْ لإِخْوَانِهِمْ إِذَا ضَرَبُواْ فِي الأَرْضِ أَوْ كَانُواْ غُزًّى لَّوْ كَانُواْ عِندَنَا مَا مَاتُواْ وَمَا قُتِلُواْ لِيَجْعَلَ اللّهُ ذَلِكَ حَسْرَةً فِي قُلُوبِهِمْ وَاللّهُ يُحْيِـي وَيُمِيتُ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh. Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, janganlah kalian menyerupai orang-orang kafir yang tidak beriman kepada Tuhan mereka. Mereka berkata kepada saudara-saudara mereka dari kalangan orang-orang kafir, bila mereka keluar di muka bumi mencari tempat kehidupan mereka atau mereka bersama orang-orang yang berperang, lalu mereka mati atau terbunuh : Seandainya mereka tidak keluar dan tidak berperang, sebaliknya mereka hanya tinggal bersama kami niscaya mereka tidak akan terbunuh atau mati. Kata-kata ini bisa menambah kesedihan dan penyesalan yang bersemayam di dalam hati mereka. Adapun orang-orang mukmin, maka mereka mengetahui bahwa hal itu bisa terjadi dengan takdir Allah, sehingga Allah memberi petunjuk kepada hati mereka dan meringankan musibah atas mereka. Allah menghidupkan siapa yang Dia takdirkan untuk hidup, -sekalipun dia musafir atau berperang-, dan mematikan siapa yang sudah habis ajalnya sekalipun dia hanya tinggal di rumah. Allah Maha Melihat segala apa yang kalian lakukan lalu Dia membalas kalian atasnya.

ALI IMRAN : 157

وَلَئِن قُتِلْتُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
Terjemah :
Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal [245], tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.
________________________________________
[245] Maksudnya: meninggal di jalan Allah bukan karena peperangan.
Tafsir :
Bila kalian terbunuh wahai orang-orang beriman sementara kalian dalam keadaan berjihad di jalan Allah atau kalian mati saat sedang berperang, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian dan melimpahkan rahmat dari sisi-Nya kepada kalian, sehingga kalian beruntung dengan meraih surga kenikmatan. Dan hal itu lebih baik daripada dunia dan apa yang dikumpulkan oleh penduduknya.

ALI IMRAN : 158

وَلَئِن مُّتُّمْ أَوْ قُتِلْتُمْ لإِلَى الله تُحْشَرُونَ
Terjemah :
Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah saja kamu dikumpulkan.
Tafsir :
Bila ajal kalian di dunia ini telah habis, lalu kalian meninggal di atas ranjang kalian atau kalian terbunuh di medan perang, niscaya hanya kepada Allah-lah kalian akan kembali dan Dia akan membalas kalian atasnya.

ALI IMRAN : 159

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Terjemah :
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu [246]. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
________________________________________
[246] Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.
Tafsir :
Dengan rahmat Allah kepadamu dan kepada sahabat-sahabatmu wahai nabi, Allah melimphakan nikmat-Nya kepadamu sehingga kamu bisa bersikap lemah-lembut kepada mereka. Bila kamu berakhlak buruk dan berhati kasar maka para sahabatmu akan menjauh darimu. Maka jangan menyalahkan mereka karena apa yang mereka lakukan di perang Uhud. Mohonah wahai Nabi kepada Allah agar mengampuni mereka, bermusyawarahlah dengan mereka dalam perkara-perkara yang memang memerlukan musyawarah, lalu bila kamu sudah bertekad bulat melakukan salah satu urusan setelah bermusyawarah, maka lakukanlah dengan hanya berpegang kepada Allah semata. Sesungguhnya Allah menicintai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

ALI IMRAN : 160

إِن يَنصُرْكُمُ اللّهُ فَلاَ غَالِبَ لَكُمْ وَإِن يَخْذُلْكُمْ فَمَن ذَا الَّذِي يَنصُرُكُم مِّن بَعْدِهِ وَعَلَى اللّهِ فَلْيَتَوَكِّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Terjemah :
Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mumin bertawakkal.
Tafsir :
Bila Allah memayungi kalian dengan kemenangan dan pertolongan-Nya, maka tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkan kalian. Namun bila Allah tidak menolong kalian, maka siapa gerangan yang akan menolong kalian setelah Allah tidak berkenan untuk menolong kalian?Hendaknya hanya kepada Allah semata orang-orang mukmin bertawakal.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*