Tafsir Al-Muyasar Surat Ali Imran 141-150

ALI IMRAN : 141

وَلِيُمَحِّصَ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ
Terjemah :
Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.
Tafsir :
Kekalahan yang terjadi di Uhud merupakan ujian dan pembersihan bagi orang-orang mukmin, pembebasan bagi mereka dari orang-orang munafik dan kebinasaan bagi orang-orang kafir.

ALI IMRAN : 142

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ
Terjemah :
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad [232] diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.
________________________________________
[232] Jihad dapat berarti: 1. berperang untuk menegakkan Islam dan melindungi orang-orang Islam; 2. memerangi hawa nafsu; 3. mendermakan harta benda untuk kebaikan Islam dan umat Islam; 4. Memberantas yang batil dan menegakkan yang hak.
Tafsir :
Wahai sahabat-sahabat Muhammad صلی الله عليه وسلم , apakah kalian mengira akan masuk surga sementara kalian sendiri belum diuji dengan perkara-perkara besar dan peperangan?Kalian tidak akan pernah memasukinya sehingga kalian diuji, dan Allah mengetahui dengan ilmu yang lahir yang nampak bagi manusia, orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dari kalian dan orang-orang yang sabar dalam melawan musuh.

ALI IMRAN : 143

وَلَقَدْ كُنتُمْ تَمَنَّوْنَ الْمَوْتَ مِن قَبْلِ أَن تَلْقَوْهُ فَقَدْ رَأَيْتُمُوهُ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ
Terjemah :
Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya [233].
________________________________________
[233] Maksudnya: sebelum perang Uhud banyak para sahabat terutama yang tidak turut perang Badar menganjurkan agar Nabi Muhammad keluar dari kota Madinah memerangi orang-orang kafir.
Tafsir :
Kalian wahai orang-orang mukmin sebelum perang Uhud berharap bertemu musuh, agar kalian meraih keutamaan jihad dan gugur syahid sebagaimana yang telah diraih oleh saudara-saudara kalian di Badar. Sekarang apa yang kalian cari dan harapkan sudah terwujud, maka silakan berperang dan bersabarlah.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari jalan al-Aufi dari Ibnu Abbas bahwa beberapa orang shahabat berkata : Alangkah baiknya jika kami gugur sebagai syahid seperti syuhada Badar, atau seandainya kami memiliki satu hari seperti hari Badar, kami berperang melawan orang-orang musyrik dan kami menunjukkan kebaikan, atau mendapatkansyahadah dan surga atau hidup dengan rizki dari harta rampasan perang. Lalu Allah menunjukkan kepada mereka perang Uhud dan mereka tidak teguh di tempat mereka kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah, maka Allah menurunkan ayat 143 ini.

ALI IMRAN : 144

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىَ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ اللّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللّهُ الشَّاكِرِينَ
Terjemah :
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul[234]. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
________________________________________
[234] Maksudnya: Nabi Muhammad ialah seorang manusia yang diangkat Allah menjadi rasul. Rasul- rasul sebelumnya telah wafat. Ada yang wafat karena terbunuh ada pula yang karena sakit biasa. Karena itu Nabi Muhammad juga akan wafat seperti halnya rasul-rasul yang terdahulu itu. Di waktu berkecamuknya perang Uhud tersiarlah berita bahwa Nabi Muhammad mati terbunuh. Berita ini mengacaukan kaum muslimin, sehingga ada yang bermaksud meminta perlindungan kepada Abu Sufyan (pemimpin kaum Quraisy). Sementara itu orang-orang munafik mengatakan bahwa kalau Nabi Muhammad itu seorang Nabi tentulah dia tidak akan mati terbunuh. Maka Allah menurunkan ayat ini untuk menenteramkan hati kaum muslimin dan membantah kata-kata orang- orang munafik itu. (Shahih Bukhari bab Jihad). Abu Bakar mengemukakan ayat ini di mana terjadi pula kegelisahan di kalangan para sahabat di hari wafatnya Nabi Muhammad untuk menenteramkan Umar Ibnul Khaththab dan sahabat-sahabat yang tidak percaya tentang kewafatan Nabi itu. (Shahih Bukhari bab Ketakwaan Shahabat).
Tafsir :
Muhammad صلی الله عليه وسلم tidak lain kecuali seorang Rasul sama dengan Rasul-rasul sebelumnya, dia menyampaikan risalah Tuhannya. Apakah kalau dia wafat karena ajalnya telah usai atau dia dibunuh seperti yang dihembuskan oleh para musuh, kalian akan kembali kepada agama lama kalian dan meninggalkan apa yang dibawa oleh Nabi kalian? Barangsiapa di antara kalian yang meninggalkan agamanya, maka dia tidak akan merugikan Allah sedikitpun. Sebaliknya dia justru merugikan dirinya sendiri dengan kerugian yang sangat besar. Adapun siapa yang tetap teguh di atas iman dan bersyukur kepada Tuhannya atas nikmat Islam, maka Allah akan membalasnya dengan balasan terbaik.

Asbabun Nuzul :

Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Umar, ia berkata : Kami berpisah dari Rasulullah صلی الله عليه وسلم pada perang Uhud, aku naik gunung lalu aku mendengar orang Yahudi berkata : Muhammad telah terbunuh. Maka aku berkata : Aku tidak mendengar seseorang berkata : Muhammad terbunuh, kecuali aku akan memenggal lehernya. Lalu ternyata aku melihat Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan orang banyak berkumpul kepada beliau, maka turunlah ayat 144 ini.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari ar-Rabi, ia berkata : Ketika mereka mendapatkan luka-luka yang mereka dapatkan dari perang Uhud dan mereka memanggil-manggil Nabi صلی الله عليه وسلم di antara mereka ada yang menjawab : Beliau telah terbunuh. Lalu beberapa orang berkata : Kalau dia memang seorang nabi niscaya dia tidak akan terbunuh. Ada pula yang berkata : Berperanglah di atas apa yang nabi kalian berperang di atasnya sehingga Allah memberi kemenangan kepada kalian atau kaalian menyusulnya. Maka Allah menurunkan ayat 144 ini.

ALI IMRAN : 145

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلاَّ بِإِذْنِ الله كِتَابًا مُّؤَجَّلاً وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
Terjemah :
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Tafsir :
Seseorang tidak akan mati kecuali dengan izin dan takdir dari Allah dan sehingga dia menghabiskan masa ajal yang telah ditetapkan oleh-Nya. Barangsiapa yang mencari harta dunia dengan amal perbuatannya, maka Kami akan memberinya rizki yang Kami bagi kepadanya, namun di akhirat dia tidak mendapatkan bagian apa pun. Barangsiapa yang mencari balasan dari Allah di akhirat dengan amal perbuatannya, maka Kami mewujudkan untuknya apa yang dia cari dan Kami memberikan balasannya secara sempurna di samping rizki yang Allah bagi kepadanya di dunia ini. Dia telah bersyukur kepada Kami melalui ketaatan dan jihadnya, dan Kami akan membalas orang-orang yang beryukur dengan kebaikan.

ALI IMRAN : 146

وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُواْ لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَمَا ضَعُفُواْ وَمَا اسْتَكَانُواْ وَاللّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
Terjemah :
Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.
Tafsir :
Tidak sedikit dari Nabi-nabi yang telah berlalu berperang bersama sahabat-sahabat mereka dalam jumlah yang besar. Mereka tidak melemah karena apa yang menimpa mereka berupa luka-luka atau kematian, karena hal itu mereka lakukan di jalan Rabb mereka. Mereka tidak melempem dan tidak pula mau tunduk kepada musuh mereka, sebaliknya mereka bersabar atas apa yang menimpa mereka dan Allah mencintai orang-orang yang sabar

ALI IMRAN : 147

وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلاَّ أَن قَالُواْ ربَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Terjemah :
Tidak ada doa mereka selain ucapan: Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami [235] dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.
________________________________________
[235] Yaitu melampaui batas-batas hukum yang telah ditetapkan Allah
Tafsir :
Ucapan orang-orang sabar tersebut tidak lain kecuali : Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami untuk kami, dan pelanggaran yang kami lakukan dalam perkara agama kami. Teguhkanlah kaki-kaki kami sehingga kami tidak gentar dalam berperang melawan musuh-musuh kami, dan berilah kami kemenangan atas orang-orang yang mengingkari keesaan-Mu dan kenabian para nabi-Mu.

ALI IMRAN : 148

فَآتَاهُمُ اللّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الآخِرَةِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Terjemah :
Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia [236] dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.
________________________________________
[236] Pahala dunia dapat berupa kemenangan-kemenangan, memperoleh harta rampasan, pujian-pujian dan lain-lain.
Tafsir :
Lalu Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang bersabar tersebut di dunia dalam bentuk kemenangan atas musuh-musuh mereka, kekuasaan di muka bumi serta balasan yang agung lagi baik di akhirat, yaitu surga kenikmatan. Allah mencintai siapa pun yang beribadah dengan baik kepada Tuhannya dan bermuamalah dengan baik dengan makhluk-Nya.

ALI IMRAN : 149

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوَاْ إِن تُطِيعُواْ الَّذِينَ كَفَرُواْ يَرُدُّوكُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ فَتَنقَلِبُواْ خَاسِرِينَ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, bila kalian menaati orang-orang yang mengingkari uluhiyah-Ku dan tidak beriman kepada utusan-utusan-Ku dari kalangan orang-orang Yahudi, Nasrani, orang-orang munafik dan orang-orang musyrikin dalam hal apa yang mereka perintahkan dan apa yang mereka larang, niscaya mereka akan menyesatkan kalian dari jalan kebenaran, dan kalian akan meninggalkan agama kalian, sehingga kalian kembali memikul kerugian yang nyata dan kebinasaan yang pasti.

ALI IMRAN : 150

بَلِ اللّهُ مَوْلاَكُمْ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ
Terjemah :
Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong.
Tafsir :
Sesungguhnya mereka tiada menolong kalian, akan tetapi Allah-lah yang menolong kalian dan Dia adalah sebaik-baik penolong, tidak membutuhkan bersama-Nya pertolongan siapa pun.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*