Tafsir Al-Muyasar Surat Ali Imran 101-110

ALI IMRAN : 101

وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَن يَعْتَصِم بِاللّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Terjemah :
Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
Tafsir :
Bagaimana kalian wahai orang-orang mukmin bisa kafir kepada Allah sementara ayat-ayat al-Qur an dilantunkan kepada kalian, dan Rasul Muhammad yang menyampaikannya kepada kalian ada di antara kalian? Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah dan berpegang kepada al-Qur an dan sunnah, maka dia telah dibimbing ke jalan yang terang, jalan yang lurus.

Asbabun Nuzul :

Al-Firyabi dan Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas : Pada masa Jahiliyah terdapat perselisihan antara orang-orang suku Aus dengan suku Khazraj, pada saat mereka sedang duduk-duduk, mereka teringat apa yang pernah terjadi di antara mereka sehingga mereka pun menjadi marah, maka sebagian bangkit kepada sebagian yang lain dengan mengangkat senjata, maka turunlah ayat 101 ini dan dua ayat sesudahnya.

ALI IMRAN : 102

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, takutlah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar takut. Hal itu dengan menaati-Nya dan tidak mendurhakai-Nya, mensyukuri-Nya dan tidak mengkufuri-Nya, mengingat-Nya dan tidak melupakan-Nya. Teruslah kalian berpegang kepada Islam kalian sampai akhir hayat kalian agar kalian bisa bertemu Allah di atasnya.

ALI IMRAN : 103

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَةَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Terjemah :
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nimat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nimat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
Tafsir :
Berpeganglah kalian semuanya kepada kitab Tuhan kalian dan petunjuk nabi kalian dan jangan melakukan sesuatu yang bisa memicu perpecahan di antara kalian. Ingatlah sebuah nikmat agung yang Allah limpahkan kepada kalian, saat kalian wahai orang-orang beriman sebelum Islam saling bermusuhan, lalu Allah menyatukan hati kalian di atas kecintaan kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Allah juga membuat hati sebagian dari kalian mencintai sebgian yang lain, sehingga dengan karunia-Nya kalian menjadi saudara yang saling mencintai. Dulu kalian berada di tepi jurang api Neraka Jahanam lalu Allah menyelamatkan kalian dari api neraka dengan membimbing kalian kepada Islam. Sebagaimana Allah menjelaskan rambu-rambu Islam yang shahih, Dia juga menjeaskan segala apa yang mengandung kebaikan bagi kalian agar kalian mengetahui jalan yang lurus untuk selanjutnya kalian melaluinya sehingga tidak tersesat darinya.

ALI IMRAN : 104

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Terjemah :
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang maruf dan mencegah dari yang munkar [217]; merekalah orang-orang yang beruntung.
________________________________________
[217] Ma ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.
Tafsir :
Hendaknya di antara kalian wahai orang-orang mukmin ada sekelompok orang yang selalu menyeru kepada kebaikan dan memerintahkan kepada yang ma ruf, yaitu apa yang kebaikannya diketahui dari sisi syar i dan akal, serta selalu mencegah yang mungkar yaitu apa yang keburukannya diketahui dari sisi syar i dan akal. Mereka itu adalah orang-orang yang beruntung meraih surga kenikmatan.

ALI IMRAN : 105

وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَاخْتَلَفُواْ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُوْلَـئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Terjemah :
Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,
Tafsir :
Janganlah kalian wahai orang-orang mukmin seperti Ahli Kitab yang saling memusuhi dan membenci, akibatnya mereka terpecah belah menjadi beberapa aliran dan kelompok. Mereka berselisih tentang dasar-dasar agama setelah mereka mengetahui kebenaran dengan jelas, mereka adalah orang-orang yang berhak atas siksa yang menyakitkan.

ALI IMRAN : 106

يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكْفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُواْ الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ
Terjemah :
pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.
Tafsir :
Di Hari Kiamat, wajah orang-orang yang berbahagia berseri-seri, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjalankan perintah-Nya. Sedangkan wajah orang-orang yang sengsara yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya serta menyelisihi perintah-Nya menghitam. Maka kepada mereka dikatakan sebagai celaan : Apakah kalian kafir lagi setelah beriman. Kalian lebih memilih kekufuran di atas iman? Rasakanlah siksa disebabkan oleh kekufuran kalian.

ALI IMRAN : 107

وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Terjemah :
Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.
Tafsir :
Orang-orang yang berwajah putih berseri dengan kenikmatan dan kebaikan yang membahagiakan, mereka berada di dalam surga dan kenikmatannya, mereka kekal di dalamnya dan tidak keluar darinya selama-lamanya.

ALI IMRAN : 108

تِلْكَ آيَاتُ اللّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ وَمَا اللّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِّلْعَالَمِينَ
Terjemah :
Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya.
Tafsir :
Ini adalah ayat-ayat Allah dan bukti-bukti-Nya yang jelas, kami membacakannya dan menceritakannya kepadamu wahai Rasul dengan kebenaran dan keyakinan. Allah tidak menzhlimi siapapun dari makhluk-Nya, tidak pula mengurangi sedikitpun dari amal mereka, karena Dia adalah Hakim yang Mahaadil yang tidak berbuat aniaya.

ALI IMRAN : 109

وَلِلّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَإِلَى اللّهِ تُرْجَعُ الأُمُورُ
Terjemah :
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan. Kelebihan umat islam dari umat yang lain.
Tafsir :
Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kepemilikannya merupakan haknya mencakup penciptaan dan pengaturannya. Tempat kembali seluruh makhluk adalah kepada-Nya semata, lalu Dia membalas setiap orang sesuai dengan apa yang memang menjadi haknya.

ALI IMRAN : 110

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
Terjemah :
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
Tafsir :
Kalian wahai umat Muhammad, adalah sebaik-baik umat dan manusia yang paling bermanfaat bagi manusia. Kalian beramar ma ruf, yaitu sesuatu yang kebaikannya dikenal dari sisi syar i dan akal, dan bernahi mungkar, yaitu sesuatu yang keburukannya dikenal dari sisi syar i dan akal, kalian juga membenarkan Allah dengan pasti yang didukung dengan amal perbuatan. Seandainya Ahli Kitab orang-orang Yahudi dan Nasrani beriman kepada Muhammad صلی الله عليه وسلم dan apa yang dia bawa dari sisi Tuhannya seperti kalian beriman, niscaya hal itu lebih baik bagi mereka di dunia dan di akhirat. Di antara mereka ada yang beriman dan membenarkan risalah Muhammad صلی الله عليه وسلم dan berkenan mengamalkannya, sekalipun mereka hanya berjumlah sedikit, karena kebanyakan dari mereka menyimpang dari agama Allah dan ketaatan kepada-Nya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*