Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Qashash 81-85

AL-QASHASH : 81-

فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِن فِئَةٍ يَنصُرُونَهُ مِن دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ المُنتَصِرِينَ

TERJEMAH :

Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).

TAFSIR :

Maka Kami membenamkan Qarun dan hartanya ke dalam perut bumi, maka tiada bala tantara yang bisa menolongnya selain Allah. Dia juga tidak bisa melindungi diri dari Allah bila murka-Nya menimpanya.

AL-QASHASH : 82-

وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالْأَمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَوْلَا أَن مَّنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا وَيْكَأَنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

TERJEMAH :

Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang- orang yang mengingkari (ni’mat Allah)”.

TAFSIR :

Orang-orang yang sebelumnya berharap bisa seperti Qarun berkata dalam penuh keterkejutan, mengambil pelajaran dan ketakutan terhadap adzab yang telah menimpa Qarun akan menimpa mereka : Sesungguhnya Allah akan melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya atas siapa yang Dia kehendaki dari mereka. Kalau Allah tidak melimpahkan nikmat-Nya kepada kita sehingga Dia tidak menghukum kita, niscaya Dia sudah membenamkan kita sebagaimana yang Dia lakukan terhadap Qarun. Apakah kamu tidak mengetahui bahwa orang-orang kafir itu tidak beruntung, tidak di dunia dan tidak pula di akhirat??

AL-QASHASH : 83-

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

TERJEMAH :

Negeri akhirat[1141] itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik)[1142] itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

[1141] Yang dimaksud kampung akhirat di sini ialah kebahagiaan dan keni’matan di akhirat.
[1142] Maksudnya: syurga.

TAFSIR :

Kenikmatan hidup di akhirat Kami siapkan untuk orang-orang yang tidak ingin takabur di depan kebenaran di muka bumi dan tidak pula kerusakan padanya. Akibat yang terpuji yaitu surga bagi siapa yang menjaga dirinya dari adzab Allah dan melaksanakan ketaatan-ketaatan dan menjauhi hal-hal yang diharamkan.

AL-QASHASH : 84-

مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِّنْهَا وَمَن جَاء بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

TERJEMAH :

Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.

TAFSIR :

Barangsiapa datang di Hari Kiamat membawa Tauhid yang murni kepada Allah dan amal-amal shalih sesuai dengan apa yang disyariatkan oleh Allah, maka dia mendapatkan pahala besar yang lebih baik dari itu. Kebiakan tersebut adalah surga dan kenikmatan yang langgeng. Sebaliknya, siapa yang datang dengan membawa amal-amal yang buruk, maka orang-orang yang berbuat keburukan tidak dibalas atas perbuatan mereka kecuali sesuai apa yang mereka lakukan.

AL-QASHASH : 85-

إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ قُل رَّبِّي أَعْلَمُ مَن جَاء بِالْهُدَى وَمَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

TERJEMAH :

Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Qur’an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali[1143]. Katakanlah: “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata”.

[1143] Yang dimaksud dengan “tempat kembali” di sini ialah kota Mekah. Ini adalah suatu janji dari Tuhan bahwa Nabi Muhammad r akan kembali ke Mekah sebagai orang yang menang, dan ini sudah terjadi pada tahun kedelapan hijrah di waktu Nabi menaklukkan Mekah. Ini merupakan suatu mu’jizat bagi Nabi.

TAFSIR :

Sesungguhnya Allah yang menurunkan al-Qur’an kepadamu (wahai Rasul) dan mewajibkan atasmu untuk menyampaikannya dan berpegang teguh dengannya pasti akan mengembalikanmu ke tempat di mana kamu keluar darinya, yaitu Makkah. Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrikin itu : Rabbku lebih mengetahui siapa yang datang membawa petunjuk dan siapa yang melenceng jauh dari kebenaran.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari adh-Dhahhak berkata : Ketika Nabi صلی الله عليه وسلم keluar dari Makkah lalu beliau tiba di Juhfah, beliau rindu kepada Makkah, maka Allah menurunkan ayat 85 ini.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*