Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Qashash 76-80

AL-QASHASH : 76-

إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِن قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ

TERJEMAH :

Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa[1139], maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata ke- padanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.

[1139] Karun adalah salah seorang anak paman Nabi Musa u

TAFSIR :

Sesungguhnya Qarun berasal dari kaum Mmusa, dia melebihi batas dalam kesombongan dan keangkuhan atas mereka. Kami memberikan kepada Qarun kekayaan dalam jumlah yang besar, sampai orang-orang yang kuat dalam jumlah besar merasa berat untuk memikul kunci-kuncinya. Manakala kaumnya berkata kepadanya : Jangan bersikap angkuh dengan apa yang telah diberikan kepadamu, Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai dari di antara makhluk-Nya orang-orang yang angkuh yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang Dia berikan kepada mereka.

AL-QASHASH : 77-

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

TERJEMAH :

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (keba- hagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni’matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) se- bagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu ber- buat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

TAFSIR :

Carilah dengan harta yang telah Allah berikan kepadamu pahala akhirat dengan melakukan amal ketaatan kepada Allah di dunia. Jangan meninggalkan bagianmu di dunia dengan cara menolak menikmati yang halal tanpa berlebih-lebihan. Berbuat baiklah kepada manusia dengan bersedekah, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu melalui harta yang melimpah tersebut. Jangan mencari apa yang Allah haramkan atas kalian berupa perbuatan merusak di muka bumi dan pelanggaran tehadap kaummu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan dan Dia akan membalas mereka atas perbuatan buruk mereka.

AL-QASHASH : 78-

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِندِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِن قَبْلِهِ مِنَ القُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلَا يُسْأَلُ عَن ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ

TERJEMAH :

Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.

TAFSIR :

Qarun berkata kepada kaumnya yang menasihatinya : Saya memiliki kekayaan ini berdasarkan ilmu dan kemampuan yang saya miliki. Apakah Qarun tidak mengetahui bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya padahal mereka jauh lebih kuat darinya dan jauh lebih besar kekayaannya? Para pelaku dosa tidak ditanya tentang dosa-dosa mereka Karena Allah sendiri sudah mengetahuinya. Akan tetapi mereka hanya ditanya dalam konteks penetapan kesalahan, dan Allah menghukum mereka atas apa yang Dia ketahui dari mereka.

AL-QASHASH : 79-

فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

TERJEMAH :

Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya[1140]. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.

[1140] Menurut mufassir: Karun ke luar dalam satu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya dan inang pengasuh untuk memperlihatkan kemegahannya kepada kaumnya.

TAFSIR :

Qarun keluar kepada kaumnya dengan perhiasannya, dengan itu dia ingin memamerkan kemewahannya dan hartanya yang banyak. Saat orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia melihatnya, mereka berkata : Seandainya kita diberi apa yang telah diberikan kepada Qarun berupa harta, perhiasan dan kedudukan. Sesunggunya Qarun benar-benar memiliki bagan dunia yang besar.

AL-QASHASH : 80-

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ

TERJEMAH :

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar”.

TAFSIR :

Orang-orang yang diberi ilmu tentang Allah dan syariat-Nya dan mengetahui hakikat perkara yang sebenarnya berkata kepada orang-orang yang berkata : Seandainya kami diberi apa yang telah diberikan kepada Qarun. Mereka berkata : Celakalah kalian, bertakwalah kalian kepada Allah dan taatilah Dia. Pahala Allah bagi siapa yang beriman kepada-Nya dan kepada utusan-utusan-Nnya serta melakukan amal-amal shalih adalah lebih baik daripada apa yang diberikan kepada Qarun. Namun nasihat ini tidak akan diterima, diresapi dan diamalkan kecuali oleh orang yang berjihad melawan dirinya, sabar dalam ketaatan kepada Rabbnya dan menjauhi kemaksiatan kepada-Nya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*