Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Qashash 26-30

AL-QASHASH : 26-

قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

TERJEMAH :

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.

TAFSIR :

Salah satu dari kedua wanita tersebut berkata kepada bapaknya : Ayah, jadikan dia sebagai pekerjamu untuk menggembalakan ternakmu, sesungguhnya sebaik-baik orang yang engkau pekerjakan untuk menggembala adalah orang yang kuat untuk melindungi ternak, sekaligus bias dipercaya yang tidak ditakutkan berkhianat terhadap apa yang dipercayakan kepadanya.

AL-QASHASH : 27-

قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَى أَن تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِندِكَ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ

TERJEMAH :

Berkatalah dia (Syu’aib): “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang- orang yang baik”.

TAFSIR :

Bapaknya menjawab : Saya ingin menikahkanmu dengan salah satu dari kedua anak perempuanku, dengan syarat kamu mau bekerja untukku menggembala ternakku selama delapan tahun sebagai upahnya. Bila kamu menggenapkannya menjadi sepuluh tahun, maka itu adalah kebaikan darimu, saya tidak ingin memberatkanmu dengan menetapkan sepuluh tahun. Kamu akan mendapatiku Insya Allah  termasuk orang-orang yang shalih dalam bergaul dan memenuhi apa yang aku janjikan.

AL-QASHASH : 28-

قَالَ ذَلِكَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ أَيَّمَا الْأَجَلَيْنِ قَضَيْتُ فَلَا عُدْوَانَ عَلَيَّ وَاللَّهُ عَلَى مَا نَقُولُ وَكِيلٌ

TERJEMAH :

Dia (Musa) berkata: “Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan”.

TAFSIR :

Musa menjawab : Apa yang engkau katakan itu hanya berlaku antara diriku dengan dirimu saja. Masa mana dari keduanya yang telah aku tunaikan dalam bekerja, maka aku telah menunaikan kewajibanku, sehingga engkau tidak berhak menuntut tambahan atasnya. Dan Allah selalu menjaga dan mengawasi apa yang kita katakan, Dia mengetahui apa yang kita ikrarkan.

AL-QASHASH : 29-

فَلَمَّا قَضَى مُوسَىالْأَجَلَ وَسَارَ بِأَهْلِهِ آنَسَ مِن جَانِبِ الطُّورِ نَارًا قَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّي آتِيكُم مِّنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ جَذْوَةٍ مِنَ النَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ

TERJEMAH :

Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung[1120] ia berkata kepada keluarganya: “Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan”.

[1120] Setelah Musa u menyelesaikan perjanjian dengan Syu’aib u ia berangkat dengan keluarganya dengan sejumlah kambing yang diberi mertuanya, maka pada suatu malam yang sangat gelap dan dingin Musa u tiba di suatu tempat tetapi setiap beliau menghidupkan api, api itu tidak mau menyala. Hal itu sangat mengherankan Musa maka ia berkata kepada istrinya sebagai tersebut dalam ayat 29.

TAFSIR :

Manakala Nabiyullah Musa telah memenuhi janjinya menyertainya selama sepuluh tahun, yaitu masa yang paling sempurna dari keduanya, dia pun membawa keluarganya kembali ke Mesir. Di kaki gunung Thur dia melihat api. Musa berkata kepada keluarganya : Berhentilah dan tunggulah, aku melihat api, semoga aku bisa membawa berita darinya, atau membawa secuil api untuk kalian gunakan sebagai penghangat tubuh dari hawa yang dingin.

AL-QASHASH : 30-

فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِي مِن شَاطِئِ الْوَادِي الْأَيْمَنِ فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ أَن يَا مُوسَى إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

TERJEMAH :

Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam[1121].

[1121] Di tempat dan di saat itulah Musa u mulai diangkat menjadi rasul.

TAFSIR :

Manakala Musa datang ke api, Allah memanggilnya dari sebelah kanan lembah dari Musa di tempat yang penuh berkah dari  sisi pohon : Wahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah Rabb alam semesta,

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*