Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Qashash 16-20

AL-QASHASH : 16-

قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

TERJEMAH :

Musa mendo’a: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku”. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

TAFSIR :

Musa berkata : Ya Rabbi, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan membunuh seseorang yang tidak Engkau perintahkan untuk dibunuh, ampunilah dosaku ini. Maka Allah mengampuninya. Sesungguhnya Allah Maha Mengampuni dosa-dosa para hamba-Nya, Maha Penyayang kepada mereka.

AL-QASHASH : 17-

قَالَ رَبِّ بِمَا أَنْعَمْتَ عَلَيَّ فَلَنْ أَكُونَ ظَهِيرًا لِّلْمُجْرِمِينَ

TERJEMAH :

Musa berkata: “Ya Tuhanku, demi ni’mat yang telah Engkau anugerah- kan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang- orang yang berdosa”.

TAFSIR :

Musa berkata : Ya Rabbi, karena Engkau telah melimpahkan nikmat-Mu kepadaku dalam bentuk taubat, ampunan dan nikmat-nikmat lainnya yang banyak, maka aku tidak akan menjadi pendukung bagi siapa pun untuk berbuat maksiat dan kejahatan.

AL-QASHASH : 18-

فَأَصْبَحَ فِي الْمَدِينَةِ خَائِفًا يَتَرَقَّبُ فَإِذَا الَّذِي اسْتَنصَرَهُ بِالْأَمْسِ يَسْتَصْرِخُهُ قَالَ لَهُ مُوسَى إِنَّكَ لَغَوِيٌّ مُّبِينٌ

TERJEMAH :

Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu de- ngan khawatir (akibat perbuatannya), maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya: “Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya)”.

TAFSIR :

Akhirnya Musa berada di negeri Fir’aun dalam keadaan takut, dia mengawasi berita-berita tentang apa yang dibicarakan oleh masyarakat tentang perkaranya dan perkara pembunuhan yang dilakukannya. Maka Musa melihat orang yang ditolongnya kemarin sedang berkelahi dengan laki-laki Qibthi yang lain dan meminta pertolongan kepada Musa. Maka Musa menjawab : Sesungguhnya kamu banyak menyesatkan dengan kesesatan yang nyata.

AL-QASHASH : 19-

فَلَمَّا أَنْ أَرَادَ أَن يَبْطِشَ بِالَّذِي هُوَ عَدُوٌّ لَّهُمَا قَالَ يَا مُوسَى أَتُرِيدُ أَن تَقْتُلَنِي كَمَا قَتَلْتَ نَفْسًا بِالْأَمْسِ إِن تُرِيدُ إِلَّا أَن تَكُونَ جَبَّارًا فِي الْأَرْضِ وَمَا تُرِيدُ أَن تَكُونَ مِنَ الْمُصْلِحِينَ

TERJEMAH :

Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata: “Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian”.

TAFSIR :

Manakala Musa hendak melakukan apa yang dia lakukan kemarin, dia berkata : Wahai Musa, apakah kamu hendak membunuhku juga sebagaimana kemarin kamu membunuh seseorang?? Kamu hanya ingin menjadi penjahat di muka bumi, dan kamu tidak ingin menjadi orang yang melakukan perbaikan di antara manusia.

AL-QASHASH : 20-

وَجَاء رَجُلٌ مِّنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ يَسْعَى قَالَ يَا مُوسَى إِنَّ الْمَلَأَ يَأْتَمِرُونَ بِكَ لِيَقْتُلُوكَ فَاخْرُجْ إِنِّي لَكَ مِنَ النَّاصِحِينَ

TERJEMAH :

Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: “Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu”.

TAFSIR :

Seorang laki-laki dari pinggiran kota dating kepada Musa dengan tergopoh-gopoh, dia berkata : Sesungguhnya para tokoh kaum Fir’aun sepakat untuk membunuhmu setelah merundingkannya. Pergilah dari kota ini, sesungguhnya aku untukmu termasuk orang-orang yang member nasihat sekaligus menyayangimu.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*