Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Qashash 11-15

AL-QASHASH : 11-

وَقَالَتْ لِأُخْتِهِ قُصِّيهِ فَبَصُرَتْ بِهِ عَن جُنُبٍ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

TERJEMAH :

Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan: “Ikuti- lah dia” Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya,

TAFSIR :

Ibu Musa berkata kepada saudara perempuan Musa saat melemparkannya di air : Ikutilah jejak Musa, bagaimana nasibnya?? Maka saudari perempuan Musa menelusuri jejak Musa dan melihatnya dari kejauhan, sementara kaum Fir’aun tidak mengetahui bahwa dia adalah saudaranya dan bahwa dia sedang mengikuti jejak Musa.

AL-QASHASH : 12-

وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ الْمَرَاضِعَ مِن قَبْلُ فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُ لَكُمْ وَهُمْ لَهُ نَاصِحُونَ

TERJEMAH :

dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah saudara Musa: “Mau- kah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?”.

TAFSIR :

Dan Kami haramkan kepada Musa semua susu dari para ibu susu sebelum dia kembali kepada ibunya. Maka saudara perempuan Musa berkata : Maukah kalian bila aku tunjukkan sebuah keluarga yang bias mengasuh dan menyusuinya dengan baik, dan mereka juga sangat menyayanginya?? Mereka pun pengiyakian kata-katanya.

AL-QASHASH : 13-

فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

TERJEMAH :

Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

TAFSIR :

Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya agar dia menjadi tenang karenanya. Kami memenuhi janji kepadanya, di mana Musa kembali ke pangkuannya dengan selamat tidak dibunuh oleh Fir’aun, agar dia tidak bersedih karena berpisah dengannya, dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah haq, yaitu janji mengembalikan Musa kepadanya dan mengangkatnya menjadi seorang Rasul. Sesungguhnya Allah tidak akan menyelisihi janji-Nya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa janji Allah adalah haq.

AL-QASHASH : 14-

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَى آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

TERJEMAH :

Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan ke- padanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

TAFSIR :

Manakala Musa dewasa, kekuatannya lengkap dan akalnya sempurna, Kami memberikan hukum dan ilmu yang dengan keduanya dia mengetahui hukum-hukum syar’i.  Sebagaimana Kami membalas Musa atas ketaatan dan kebaikannya, maka demikianlah Kami membalas hamba-hamba Kami yang berbuat baik.

AL-QASHASH : 15-

وَدَخَلَ الْمَدِينَةَ عَلَى حِينِ غَفْلَةٍ مِّنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ هَذَا مِن شِيعَتِهِ وَهَذَا مِنْ عَدُوِّهِ فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِن شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ مُوسَى فَقَضَى عَلَيْهِ قَالَ هَذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ عَدُوٌّ مُّضِلٌّ مُّبِينٌ

TERJEMAH :

Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah[1116], maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang ber- kelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir’aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: “Ini adalah perbuatan syaitan[1117] sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).

[1116] Maksudnya: tengah hari, di waktu penduduk sedang istirahat.
[1117] Maksudnya: Musa menyesal atas kematian orang itu disebabkan pukulannya, karena dia bukanlah bermaksud untuk membunuhnya, hanya semata-mata membela kaumnya.

TAFSIR :

Musa masuk kota secara sembunyi-sembunyi saat penduduknya lengah. Dia melihat dua orang sedang bertikai, salah satunya dari kaum Musa Bani Israil, sedangkan yang lainnya dari kaum Fir’aun. Orang yang berasal dari kaum Musa meminta bantuan kepada Musa atas orang yang berasal dari kaum Fir’aun. Maka Musa memukulnya dengan seluruh telapak tangannya lalu dia mati. Musa berkata saat membunuhnya : Ini adalah godaan setan, dia menggugah kemarahanku sampai aku memukul orang ini hingga dia mati. Sesungguhnya setan adalah musuh bagi manusia, menyesatkan dari jalan yang lurus, permusuhannya kentara. Perbuatan yang dilakukan oleh Musa ini terjadi sebelum dia menjadi Nabi.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*