Tafsir Al-Muyasar Surat AL-Mu’min 31-35

AL-MU’MIN : 31-

مِثْلَ دَأْبِ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَالَّذِينَ مِن بَعْدِهِمْ وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِّلْعِبَادِ

TERJEMAH :

(Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.

TAFSIR :

Seperti kebiasaan kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka yang selalu mendustakan dan mengingkari, lalu Allah membinasakan mereka karena itu. Allah tidak ingin menzhalimi hamba-hamba-Nya, lalu Dia mengadzab mereka tanpa dosa yang mereka lakukan. Mahatinggi Allah dari kezhaliman dan kekurangan setinggi-tingginya.

AL-MU’MIN : 32-

وَيَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ التَّنَادِ

TERJEMAH :

Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil [1322].

[1322] Hari kiamat itu dinamakan hari panggil memanggil karena orang yang berkumpul di padang mahsyar sebagian memanggil sehagian yang lain untuk meminta tolong.

TAFSIR :

Wahai kaumku, sesungguhnya aku takut hukuman di Hari Kiamat akan menimpa kalian. Di hari itu sebagian manusia berseru memanggil sebagian yang lain karena beratnya keadaan di hari itu.

AL-MU’MIN : 33-

يَوْمَ تُوَلُّونَ مُدْبِرِينَ مَا لَكُم مِّنَ اللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

TERJEMAH :

(yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk.

TAFSIR :

Di hari di mana kalian berlarian tak tentu arah, kalian tidak memiliki pelindung dan penolong dari Allah yang bisa membantu kalian. Barangsiapa dibiarkan oleh Allah dan tidak Dia bombing ke jalan yang lurus, maka dia tidak akan memiliki pembimbing yang bisa menuntunnya ke jalan yang benar dan haq.

AL-MU’MIN : 34-

وَلَقَدْ جَاءكُمْ يُوسُفُ مِن قَبْلُ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا زِلْتُمْ فِي شَكٍّ مِّمَّا جَاءكُم بِهِ حَتَّى إِذَا هَلَكَ قُلْتُمْ لَن يَبْعَثَ اللَّهُ مِن بَعْدِهِ رَسُولًا كَذَلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ مُّرْتَابٌ

TERJEMAH :

Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang- orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.

TAFSIR :

Sungguh Allah telah mengutus kepada kalian seorang Nabi yang mulia Yusuf bin Ya’qub sebelum Musa dengan membawa bukti-bukti yang jelas atas kebenarannya, dan dia memerintahkan kalian agar menyembah Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya. Namun kalian senantiasa dalam kebimbangan terhadap apa yang dia bawa dalam hidupnya, sehingga saat dia meinggal, keragu-raguan dan kesyirikan kalian bertambah, dan kalian berkata : Sesungguhnya Allah tidak akan mengutus seorang Rasul lagi sesudahnya. Dengan kesesatan seperti itulah Allah menyesatkan setiap orang yang bertindak melampaui batas kebenaran, selalu dalam keraguan terhadap keesaan Allah, sehingga Allah tidak akan membimbingnya ke jalan yang benar lagi lurus.

AL-MU’MIN : 35-

الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ وَعِندَ الَّذِينَ آمَنُوا كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ

TERJEMAH :

(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka [1323]. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.

[1323] Maksudnya mereka menolak ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka.

TAFSIR :

Dan orang-orang yang mendebat ayat-ayat Allah dan hujjah-hujjah-Nya untuk menolaknya tanpa menyodorkan hujjah-hujjah yang bisa diterima, perdebatan tersebut benar-benar besar dosanya, sehingga ia bisa mendatangkan murka Allah dan orang-orang yang beriman, sebagaimana Allah menetapkan kesesatan dan menghalang-halangi hati orang-orang yang mendebat itu dari hidayah. Allah juga menutup hati orang-orang yang menyombongkan diri sehingga menolak mentauhidkan-Nya dan menaati-Nya, angkuh dengan banyak melakukan kezhaliman dan pelanggaran.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*