Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Mukminuun 71-75

AL-MUKMINUUN : 71-

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ

TERJEMAH :

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Qur’an) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.

TAFSIR :

Andaikata Allah memberikan syariat yang sesuai dengan hawa nafsu mereka, pastilah akan binasa langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka sesuatu yang membawa kebanggaan dan kemuliaan mereka, yakni al-Qur’an. Tetapi mereka malah berpaling dari al-Qur’an.

AL-MUKMINUUN : 72-

أَمْ تَسْأَلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

TERJEMAH :

Atau kamu meminta upah kepada mereka?”, maka upah dari Tuhanmu [1013] adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezki Yang Paling Baik.

[1013] Yang dimaksudkan upah dari Tuhan ialah rezki yang dianugrahkan Tuhan di dunia, dan pahala di akhirat.

TAFSIR :

Ataukah yang membuat mereka menolak untuk beriman karena kamu wahai Rasul meminta upah atas dakwahmu kepada mereka sehingga mereka menjadi bakhil?? Janganlah kamu melakukannya. Karena sesungguhnya pahala dan pemberian Allah lebih baik, dan Dia adalah pemberi rizki yang paling baik. Tidak seorang pun yang mampu menandingi untuk memberi rizki sebagaimana Allah memberi rizki.

AL-MUKMINUUN : 73-

وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

TERJEMAH :

Dan sesungguhnya kamu benar-benar menyeru mereka kepada jalan yang lurus.

TAFSIR :

Sesungguhnya kamu wahai Rasul benar-benar menyeru kaummu dan yang lainnya kepada agama yang lurus, yakni agama Islam.

AL-MUKMINUUN : 74-

وَإِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ عَنِ الصِّرَاطِ لَنَاكِبُونَ

TERJEMAH :

Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat benar-benar menyimpang dari jalan (yang lurus).

TAFSIR :

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada Hari Kebangkitan dan hisab, dan tidak beramal untuk menghadapi keduanya lewat jalan agama yang lurus, niscaya mereka akan menyimpang pada jalan selainnya.

AL-MUKMINUUN : 75-

وَلَوْ رَحِمْنَاهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِم مِّن ضُرٍّ لَّلَجُّوا فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

TERJEMAH :

Andaikata mereka Kami belas kasihani, dan Kami lenyapkan kemudharatan yang mereka alami [1014], benar-benar mereka akan terus menerus terombang-ambing dalam keterlaluan [1015] mereka.

[1014] Maksudnya: bahaya kelaparan. Pernah kaum musyrikin itu mengalami kelaparan, karena tidak datangnya bahan makanan dari Yaman, ke Mekah, sedang Mekah dengan sekitarnyapun dalam keadaan paceklik, hingga amat melaratlah mereka di waktu itu.
[1015] Yang dimaksud dengan “thughyaan” (keterlaluan) dalam ayat ini ialah kekafiran yang sangat, kesombongan dan permusuhan terhadap Nabi Muhammad r dan kaum muslimin yang kesemuanya telah melampaui batas perikemanusiaan.

TAFSIR :

Andaikata mereka Kami belas kasihani dan Kami lenyapkan kemudharatan yang mereka alami, yakni paceklik dan kelaparan, niscaya mereka akan tetap terus menerus di dalam kekufuran dan kedurhakaan, terombang-ambing dalam kebingungan dan kesesatan.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*