Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Mukminuun 41-45

AL-MUKMINUUN : 41-

فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ بِالْحَقِّ فَجَعَلْنَاهُمْ غُثَاء فَبُعْدًا لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

TERJEMAH :

Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir [1002] maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.

[1002] Maksudnya: demikian buruknya akibat mereka, sampai mereka tiada berdaya sedikitpun, tak obahnya sebagai sampah yang dihanyutkan banjir, padahal tadinya mereka bertubuh besar-besar dan kuat-kuat.

TAFSIR :

Dalam waktu yang sebentar, datanglah kepada mereka suara yang mengguntur disertai dengan angin yang dahsyat. Allah memusnahkan mereka dan mereka pun mati semua. Seakan mereka menjadi sampah yang dihanyutkan banjir. Maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zhalim dan alangkah jauhnya mereka dari rahmat Allah. Berhati-hatilah wahai orang yang mendengar dari mendustakan seorang Rasul yang akan mengakibatkan ditimpa adzab seperti kaum-kaum terdahulu.

AL-MUKMINUUN : 42-

ثُمَّ أَنشَأْنَا مِن بَعْدِهِمْ قُرُونًا آخَرِينَ

TERJEMAH :

Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain [1003].

[1003] Maksudnya: kaum Nabi Saleh, kaum Nabi Luth, dan kaum Nabi Syu’aib.

TAFSIR :

Kemudian Kami ciptakan sesudah para pendusta tersebut umat-umat yang lain dan para makhluk yang lain. Seperti kaum Nabi Luth, Syu’aib, Ayyub dan Yunus semoga Allah selalu memberikan keselamatan kepada mereka semua.

AL-MUKMINUUN : 43-

مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ

TERJEMAH :

Tidak (dapat) sesuatu umatpun mendahului ajalnya, dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajalnya itu).

TAFSIR :

Tidak satu umat pun yang berdusta bisa memajukan dan mengahirkan saat kehancurannya yang telah ditetapkan.

AL-MUKMINUUN : 44-

ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَا كُلَّ مَا جَاء أُمَّةً رَّسُولُهَا كَذَّبُوهُ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُم بَعْضًا وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ فَبُعْدًا لِّقَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ

TERJEMAH :

Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain [1004]. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.

[1004] Maksudnya: oleh karena masing-masing umat itu mendustakan rasul-Nya, maka Allah membinasakan mereka dengan berturut-turut.

TAFSIR :

Kemudian Kami utus para rasul Kami kepada umat-umat tersebut secara berturut-turut. Ketika seorang Rasul dating kepada umatnya, umat itu mendustakannya. Maka Kami timpakan kehancuran dan kebinasaan kepada mereka secara berturut-turut. Tiada tersisa kecuali hanya berita kehancuran mereka saja. Kami jadikan mereka sebagai pelajaran bagi manusia setelahnya. Yaitu kehancuran dan kebinasaan bagi sebuah kaum yang tidak percaya kepada para Rasul dan tidak menaati mereka.

AL-MUKMINUUN : 45-

ثُمَّ أَرْسَلْنَا مُوسَى وَأَخَاهُ هَارُونَ بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُّبِينٍ

TERJEMAH :

Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (Kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata [1005],

[1005] Yang dimaksud tanda-tanda kebesaran Allah dan bukti yang nyata dalam ayat ini ialah: mu’jizat Nabi Musa yang sembilan buah, lihat not 869.

TAFSIR :

Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (kebesaran) Kami yang Sembilan, yaitu, tongkat, tangan, belalang, kutu, katak, darah, angin taufan, paceklik, dan kekurangan buah-buahan sebagai bukti nyata yang menundukkan hati manusia, maka hati orang-orang Mukmin pasrah menerimanya dan akan menjadi bukti atas orang-orang yang menolaknya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*