Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Maidah 81-90

AL MAIDAH : 81

وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِالله والنَّبِيِّ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاء وَلَـكِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
Terjemah :
Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.
Tafsir :
Seandainya orang-orang Yahudi yang mendukung orang-orang musyrikin beriman kepada Allah dan kepada Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم serta mengakui al-Qur an al-Karim yang Allah turunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang-orang kafir itu sebagai pendukung dan penolong. Akan tetapi kebanyakan di antara mereka menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

AL MAIDAH : 82

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِينَ آمَنُواْ الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُواْ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّلَّذِينَ آمَنُواْ الَّذِينَ قَالُوَاْ إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُونَ
Terjemah :
Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya kami ini orang Nasrani. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.
Tafsir :
Kamu wahai Rasul akan menemukan manusia yang paling kuat permusuhannya kepada orang-orang yang membenarkanmu, beriman dan mengikutimu, mereka adalah orang-orang Yahudi, karena mereka mengingkari dan tidak mau mengakui serta menutup mata dari kebenaran dan orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan selain-Nya, seperti para penyembah berhala dan lainnya. Dan kamu akan menemukan orang-orang yang lebih dekat kecintaannya kepada kaum muslimin, yaitu orang-orang yang berkata : Kami adalah orang-orang Nasrani. Hal itu karena di antara mereka terdapat para ulama di bidang agama mereka, ahli zuhud dan ahli ibadah dalam tempat-tempat ibadah mereka, bahwa mereka adalah orang-orang yang rendah hati dan tidak menyombongkan diri untuk menerima kebenaran. Mereka adalah orang-orang yang menerima risalah Muhammad صلی الله عليه وسلم dan beriman kepadanya.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Said bin al-Musayyib, Abu Bakar bin Abdurrahman dan Urwah bin az-Zubair berkata : Rasulullah صلی الله عليه وسلم mengutus Amru bin Umayyah adh-Dhamari kepada Raja an-Najasyi dengan membawa sebuah surat, raja Najasyi membaca surat Rasulullah صلی الله عليه وسلم kemudian memanggil Ja far bin Abu Thalib dan orang-orang Muhajirin yang bersamanya, raja Najasyi memanggil para pendeta dan rahib, kemudian dia memerintahkan Ja far untuk membaca surat Maryam kepada mereka, sehingga mereka semua beriman kepada al-Qur an dan mata mereka meneteskan air mata, mereka adalah orang-orang di mana Allah menurunkan ayat 82 ini kepada mereka sampai kepada ayat 83.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Said bin Jubair, ia berkata : An-Najasyi mengutus tiga puluh orang dari sahabatnya yang terpilih kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم, beliau membacakan kepada mereka surat Yasin dan menangislah mereka, maka turunlah ayat ini.

AL MAIDAH : 83

وَإِذَا سَمِعُواْ مَا أُنزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَى أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُواْ مِنَ الْحَقِّ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
Terjemah :
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad r).
Tafsir :
Di antara kedekatan kasih saying mereka kepada kaum muslimin adalah bahwa sekelompok orang dari mereka, (mereka adalah delegasi orang-orang Habasyah saat mendengar al-Qur an), mata mereka menangis. Mereka meyakini bahwa ia adalah kebenaran yang turun dari sisi Allah. Mereka membenarkan Allah dan mengikuti Rasul-Nya, merendahkan diri kepada Allah dan berharap meraih kemuliaan syahadah bersama umat Muhammad atas umat-umat lainnya di Hari Kiamat.

Asbabun Nuzul :

An-Nasai meriwayatkan dari Abdullah bin az-Zubair, ia berkata : Ayat 83 ini turun pada raja Najasyi dan kawan-kawannya. Hadits senada yang lebih rinci darinya diriwayatkan ole hath-Thabrani dari Ibnu Abbas.

AL MAIDAH : 84

وَمَا لَنَا لاَ نُؤْمِنُ بِاللّهِ وَمَا جَاءنَا مِنَ الْحَقِّ وَنَطْمَعُ أَن يُدْخِلَنَا رَبَّنَا مَعَ الْقَوْمِ الصَّالِحِينَ
Terjemah :
Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh ?.
Tafsir :
Mereka berkata : Apa kesalahan kami ketika kami beriman kepada Allah, membenarkan kebenaran yang datang dibawa oleh Muhammad صلی الله عليه وسلم dari sisi Allah, dan kami mengikutinya. Kami berharap Allah berkenan memasukkan kami bersama orang-orang yang menaati-Nya di surga-Nya di hari Kiamat?

AL MAIDAH : 85

فَأَثَابَهُمُ اللّهُ بِمَا قَالُواْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاء الْمُحْسِنِينَ
Terjemah :
Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).
Tafsir :
Berkat ucapan kebanggaan terhadap keimanan mereka kepada Islam yang mereka ucapkan dan harapan mereka agar bisa bersama orang-orang yang shalih, Allah membalas mereka dengan surga yang mengalir dibawah pohon dan istana-istananya sungai-sungai. Mereka tinggal di dalamnya tidak keluar darinya dan tidak akan berpindah darinya. Itulah balasan bagi kebaikan mereka dalam berkata dan beramal.

AL MAIDAH : 86

وَالَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
Terjemah :
Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.
Tafsir :
Orang-orang yang mengingkari keesaaan Allah dan kenabian Muhammad صلی الله عليه وسلم, mendustakan ayat-ayat yang Allah turunkan kepada utusan-utusan-Nya, mereka adalah para penghuni nereka yang tinggal di dalamnya.

AL MAIDAH : 87

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُحَرِّمُواْ طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللّهُ لَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang beriman, jangan mengharamkan makanan, minuman dan pernikahan yang baik yang telah Allah halalkan untuk kalian, akibatnya kalian akan mempersempit apa yang dilapangkan oleh Allah atas diri kalian, jangan melampaui batas-batas Allah sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melanggar batas-batas-Nya.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Zaid bin Aslam bahwa Abdullah bin Rawahah didatangi seorang tamu dari keluarganya sementara dia sedang berada disisi Nabi صلی الله عليه وسلم, lalu dia pulang kepada keluarganya, mereka belum member makan kepada tamu karena menunggu Abdullah si tuan rumah datang. Dia berkata kepada istrinya : Kamu menahan tamuku demi aku, maka makanan itu jadi haram atasku. Istrinya pun berkata : Makanan itu juga haram atasku. Tamunya berkata : ia juga haram atasku. Ketika dia melihat hal itu dia meletakkan tangannya dan berkata : Makanlah dengan menyebut nama Allah. Lalu dia pergi kepada Nabi صلی الله عليه وسلم dan menceritakan apa yang terjadi pada mereka, maka Allah menurunkan ayat 87 ini.

AL MAIDAH : 88

وَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّهُ حَلاَلاً طَيِّبًا وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِيَ أَنتُم بِهِ مُؤْمِنُونَ
Terjemah :
Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.
Tafsir :
Nikmatilah wahai orang-orang beriman apa yang halal lagi baik dari apa yang Allah limpahkan dan berikan kepadamu. Bertakwalah kepada-Nya dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Karena iman kalian kepada Allah mengharuskan kalian bertakwa kepada Allah dan merasakan pengawasan-Nya.

AL MAIDAH : 89

لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَـكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Terjemah :
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).
Tafsir :
Allah tidak akan menghukum kalian wahai kaum muslimin karena sumpah yang tidak kalian maksud, seperti ucapan sebagian kalian : Tidak demi Allah, ya demi Allah. Akan tetapi Dia akan menghukum kalian dengan sumpah yang kalian ikrarkan dengan hati kalian. Bila kalian tidak memenuhi sumpah maka dosanya dihapus oleh Allah dengan apa yang Dia syariatkan untuk kalian dalam bentuk kaffarat member makan sepuluh orang miskin yang membutuhkan yang tidak memiliki apa yang cukup untuk menutup hajat mereka. Setiap miskin sebesar setengah sha dari makanan menengah penduduk daerah, atau memberi pakaian kepada mereka, setiap miskin mendapatkan pakaian yang mencukupinya menurut kebiasaan yang berlaku, atau memerdekakan hamba sahaya. Orang yang bersumpah dan tidak memenuhi sumpahnya diperkenankan memilih satu di antara ketiga perkara tersebut. Barangsiapa yang tidak mampu juga melakukannya maka dia harus berpuasa selama tiga hari. Hal itu adalah kafarat dari pelanggaran sumpah yang kamu ikrarkan. Jagalah wahai kaum muslimin sumpah-sumpah kalian; dengan tidak bersumpah, atau harus memenuhi sumpah, atau harus membayar kafarat bila kalian tidak memenuhinya. Sebagaimana Allah menjelaskan hukum sumpah dan melepaskan diri dari akibatnya. Dia juga menjelaskan hukum-hukum agama kepada kalian agar kalian mensyukuri hidayah-Nya kepada kalian ke jalan yang lurus.

AL MAIDAH : 90

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah [434], adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
________________________________________
[434] Lihat not 396.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, sesungguhnya khamar (yaitu semua yang memabukkan yang bisa menutup akal), judi yang mencakup taruhan dari dua belah pihak dan yang sejenisnya, menghalang-halangi dari mengingat Allah. Adapun berhala, yaitu batu-batu yang ditegakkan oleh orang-orang musyrikin dan mereka menyembelih di depannya dengan penuh pengagungan kepadanya, dan apa yang dipancangkan untuk disembah dan mendekatkan diri kepadanya. Anak-anak panah, yaitu yang digunakan oleh orang-orang kafir untuk mengundi sebelum menetapkan suatu perkara, apakah dilakukan atau ditinggalkan. Semua itu adalah dosa termasuk tipu daya setan, maka jauhilah dosa-dosa tersebut agar kalian meraih surga Allah.

Asbabun Nuzul :

Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurarirah, ia berkata : Rasulullah صلی الله عليه وسلم datang ke Madinah sementara penduduknya masih terbiasa minum khamar dan berjudi. Mereka bertanya kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم tentang keduanya maka Allah menurunkan Al-Baqarah : 219. Maka orang-orang berkata : Tidak diharamkan atas kami, hanya dikatakan dosa besar, maka mereka terus minum sampai pada suatu hari seorang laki-laki Muhajirin shalat, dai menjadi imam dalam shalat Maghrib, dan bacaannya pun menjadi kacau, maka Allah menurunkan ayat yang lebih keras darinya yaitu surat An-Nisa : 43. Kemudian turun ayat yang lebih keras darinya (ayat 90 ini). Sampai kepada firman Allah : Apakah kalian berhenti? (ayat 91).

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*