Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Maidah 61-70

AL MAIDAH : 61

وَإِذَا جَآؤُوكُمْ قَالُوَاْ آمَنَّا وَقَد دَّخَلُواْ بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُواْ بِهِ وَاللّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُواْ يَكْتُمُونَ
Terjemah :
Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan: Kami telah beriman, padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (daripada kamu) dengan kekafirannya (pula); dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
Tafsir :
Bila orang-orang munafik dari kalangan orang-orang Yahudi datang kepada kalian wahai orang-orang Mukmin, maka mereka berkata : Kami beriman. Padahal mereka tetap memegang kekufuran mereka. Mereka datang kepada kalian dengan kekufuran yang mereka yakini dengan hati mereka, kemudian mereka keluar dan mereka tetap bersikukuh di atasnya. Allah lebih mengetahui rahasia-rahasia mereka sekalipun mereka menampakkan kebalikannya

AL MAIDAH : 62

وَتَرَى كَثِيرًا مِّنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Terjemah :
Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram [425]. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.
________________________________________
[425] Lihat not 418.
Tafsir :
Kamu melihat wahai Rasul banyak orang dari orang-orang Yahudi berlomba-lomba berbuat maksiat dalam bentuk berkata dusta dan bohong, melanggar hukum-hukum Allah, dan memakan harta manusia dengan cara yang batil. Perbuatan dan pelanggaran mereka benar-benar buruk.

AL MAIDAH : 63

لَوْلاَ يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالأَحْبَارُ عَن قَوْلِهِمُ الإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُواْ يَصْنَعُونَ
Terjemah :
Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram ?. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.
Tafsir :
Mengapa para pemuka dan ulama mereka tidak mau mencegah orang-orang yang berlomba-lomba dalam melakukan dosa dan pelanggaran, berupa ucapan palsu dan dusta serta memakan harta manusia dengan cara yang batil. Apa yang mereka lakukan benar-benar buruk saat mereka tidak mau mencegah dari perbuatan mungkar.

AL MAIDAH : 64

وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُواْ بِمَا قَالُواْ بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيْفَ يَشَاء وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم مَّا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاء إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كُلَّمَا أَوْقَدُواْ نَارًا لِّلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَادًا وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Terjemah :
Orang-orang Yahudi berkata: Tangan Allah terbelenggu [426], sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu [427] dan merekalah yang dilanat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.
________________________________________
[426] Maksudnya ialah kikir.
[427] Kalimat-kalimat ini adalah kutukan dari Allah terhadap orang-orang Yahudi berarti bahwa mereka akan terbelenggu di bawah kekuasaan bangsa-bangsa lain selama di dunia dan akan disiksa dengan belenggu neraka di akhirat kelak.
Tafsir :
Allah membuka untuk Nabi-Nya sebagian dosa-dosa orang Yahudi (dimana hal itu mereka rahasiakan di antara mereka), bahwa mereka berkata : Tangan Allah tertahan sehingga tidak bisa melakukan kebaikan, Allah kikir kepada kami sehingga Dia tidak mau melapangkan rizki kepada kami. Mereka mengucapkannya saat mereka ditimpa kesulitan dan kekeringan. Tidak demikian, justru tangan mereka-lah yang tertahan, yakni tertahan sehingga mereka tidak bisa melakukan kebaikan-kebaikan dan Allah mengusir mereka dari rahmat-Nya disebabkan oleh ucapan mereka. Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka katakana secara dusta atas Rabb mereka. Akan tetapi kedua tangan Allah terbuka dan tidak ada yang bisa menghalang-halangi-Nya, tidak ada pencegah yang bisa menghalangi-Nya untuk member. Karena Allah Maha Pemurah lagi Maha Pemberi, member sesuai dengan hikmah dan kemaslahatan hamba-hamba-Nya. Ayat ini menetapkan sifat al-Yadain (dua tangan) bagi Allah sesuai dengan kebesaran-Nya tanpa tasybih (menyerupakan) dan takyif (membagaikannya dengan makhluk). Kekufuran dan pelanggaran orang-orang Yahudi tersebut semakin meningkat disebabkan oleh kedengkian dan hasad mereka, karena Allah telah mengangkatmu sebagai Rasul-Nya. Allah mengabarkan bahwa beberapa orang Yahudi akan terus bermusuhan di antara mereka sampai Hari Kiamat, sebagian membelakangi sebagian yang lain. Sebagaimana mereka tidak pernah mau berhenti menyusun rencana jahat terhadap kaum muslimin dengan menyulut fitnah, menyalakan api peperangan dan Allah akan membatalkan rencana jahat mereka dan mencerai-beraikan persatuan mereka. Orang-orang Yahudi tersebut terus bermaksiat kepada Allah yang menimbulkan kerusakan dan kekacauan di muka bumi. Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.

AL MAIDAH : 65

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ آمَنُواْ وَاتَّقَوْاْ لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأدْخَلْنَاهُمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ
Terjemah :
Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka kedalam surga-surga yang penuh kenikmatan.
Tafsir :
Seandainya orang-orang Yahudi dan Nasrani itu membenarkan Allah dan Rasul-Nya, menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya, niscaya Kami akan melebur dosa-dosa mereka dan Kami akan memasukkan mereka ke dalam surga kenikmatan di akhirat.

AL MAIDAH : 66

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُواْ التَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ وَمَا أُنزِلَ إِلَيهِم مِّن رَّبِّهِمْ لأكَلُواْ مِن فَوْقِهِمْ وَمِن تَحْتِ أَرْجُلِهِم مِّنْهُمْ أُمَّةٌ مُّقْتَصِدَةٌ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ سَاء مَا يَعْمَلُونَ
Terjemah :
Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka [428]. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan [429]. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.
________________________________________
[428] Maksudnya : Allah akan melimpahkan rahmat-Nya dari langit dengan menurunkan hujan dan menimbulkan rahmat-Nya dari bumi dengan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang buahnya melimpah ruah.
[429] Maksudnya : orang yang berlaku jujur dan lurus dan tidak menyimpang dari kebenaran.
Tafsir :
Seandainya mereka mengamalkan apa yang terkandung di dalam Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepadamu wahai Rasul, yaitu al-Qur an al-Karim niscaya mereka akan diberi rizki dari berbagai jalan. Kami menurunkan hujan kepada mereka dan menumbuhkan buah-buahan, dan hal itu merupakan balasan didunia. Di antara ahli kitab ada kelompok yang bersikap seimbang dan teguh di atas kebenaran, namun kebanyakan dari mereka berbuat tidak baik dan tersesat dari jalan yang lurus.

AL MAIDAH : 67

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Terjemah :
Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia [430]. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
________________________________________
[430] Maksudnya : tak seorangpun yang dapat membunuh Nabi Muhammad r
Tafsir :
Wahai Rasul, sampaikanlah wahyu Allah yang telah Dia turunkan kepadamu dari Rabb-mu. Bila kamu melalaikan dalam menyampaikan lalu kamu menyembunyikan sesuatu darinya maka kamu belum menyampaikan risalah Rabb-mu. Rasulullah صلی الله عليه وسلم telah menyampaikan risalah Rabb-nya dengan sempurna. Barangsiapa menuduh beliau telah menyembunyikan sesuatu dari apa yang diturunkan kepadanya, maka dia telah berdusta besar atas nama Allah dan Rasul-Nya. Allah menjagamu dan menolongmu atas musuh-musuhmu. Tugasmu hanya menyampaikan. Sesungguhnya Allah tidak akan membimbing ke jalan kebaikan siapa yang menyimpang dari jalan kebenaran, dan mengingkari apa yang kamu bawa dari Rabb-mu.

Asbabun Nuzul :

Abu Syaikh meriwayatkan dari al-Hasan bahwa Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda : Sesungguhnya Allah mengutusku dengan risalah, tetapi aku merasa sempit dada karenanya, aku tahu bahwa orang akan banyak mendustakanku, maka Dia menjanjikan kepadaku, aku harus menyampaikan atau Dia akan menyiksaku. Maka Allah menurunkan ayat 67 ini.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Mujahid, ia berkata : Ketika turun ayat 67 ini. Rasul berkata : Ya Rabbi, apa yang bisa aku lakukan, aku hanya sendirian dan mereka bersatu memusuhiku? Maka turunlah ayat 67 ini.

Hadits ini menunjukkan bahwa ayat ini turun pada waktu malam ketika Nabi صلی الله عليه وسلم berada di atas tempat tidur. Ath-Thabrani meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri, ia berkata : Abbas paman Rasulullah صلی الله عليه وسلم adalah salah seorang yang menjaga beliau, ketika turun ayat : Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Maka dia tidak lagi mengadakan penjagaan.

AL MAIDAH : 68

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَى شَيْءٍ حَتَّىَ تُقِيمُواْ التَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم مَّا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا فَلاَ تَأْسَ عَلَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Terjemah :
Katakanlah: Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.
Tafsir :
Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani : Sesungguhnya kalian tidak berpijak kepada dasar agama yang benar selama kalian tidak mengamalkan apa yang dikandung oleh Taurat dan Injil serta apa yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah صلی الله عليه وسلم yaitu al-Qur an. Sesungguhnya diturunkannya al-Qur an tidak menambah pada kebanyakan orang dari ahli kitab kecuali kesombongan dan pengingkaran. Mereka hasad kepadamu, karena Allah mengutusmu membawa risalah penutup dimana Dia menjelaskan aib-aib mereka padanya. Maka jangan bersedih wahai Rasul atas pendustaan mereka kepadamu.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata : Rafi dan Salam bin Misykam, Malik bin ash-Shaif datang, mereka berkata : Hai Muhammad bukankah kamu berkata bahwa dirimu di atas agama Ibrahim dan beriman kepada apa yang ada pada kami? Nabi صلی الله عليه وسلم menjawab : Benar, akan tetapi kalian telah merubah dan mengingkari apa yang ada didalamnya dan kalian menyembunyikan apa yang kalian diperintahkan agar menjelaskan kepada manusia. Mereka berkata : Kami hanya mengambil apa yang ada di tangan kami, karena kami di atas petunjuk dan kebenaran. Maka Allah menurunkan ayat 68 ini.

AL MAIDAH : 69

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالصَّابِؤُونَ وَالنَّصَارَى مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وعَمِلَ صَالِحًا فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
Terjemah :
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja [431] (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
________________________________________
[431] lihat not 57.
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, yaitu kaum muslimin, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabiun, (mereka adalah orang-orang yang berpegang kepada fitrah mereka tanpa mengikuti agama tertentu), orang-orang Nasrani (yaitu para pengikut Isa), barangsiapa yang beriman di antara mereka kepada Allah dengan iman yang sempurna, yaitu mentauhidkan Allah dan membenarkan Muhammad صلی الله عليه وسلم dan apa yang dibawanya, beriman kepada Hari Akhir dan beramal shalih, maka tidak ada ketakutan atas mereka terhadap kengerian Hari Kiamat, dan mereka juga tidak bersedih atas dunia yang tertinggal di belakang mereka.

AL MAIDAH : 70

لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَأَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلاً كُلَّمَا جَاءهُمْ رَسُولٌ بِمَا لاَ تَهْوَى أَنْفُسُهُمْ فَرِيقًا كَذَّبُواْ وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَ
Terjemah :
Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil [432], dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.
________________________________________
[432] Perjanjian itu ialah : mereka beriman kepada Allah dan rasul-rasulNya
Tafsir :
Kami telah mengambil perjanjian yang tegas atas Bani Israil dalam Taurat agar mereka mendengar dan menaati. Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan hal itu, namun mereka membatalkan perjanjian yang telah diambil atas mereka dan mengikuti hawa nafsu. Setiap kali seorang rasul dari para rasul tersebut datang kepada mereka dengan membawa sesuatu yang tidak sesuai dengan selera mereka maka mereka memusuhinya. Mereka mendustakan sebagian dari para rasul dan membunuh sebagian yang lain.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*