Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Maidah 21-30

AL MAIDAH : 21

يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الأَرْضَ المُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ وَلاَ تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنقَلِبُوا خَاسِرِينَ
Terjemah :
Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu [409], dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.
________________________________________
[409] Maksudnya: tanah Palestina itu ditentukan Allah bagi kaum Yahudi selama mereka iman dan taat kepada Allah.
Tafsir :
Wahai kaumku, masuklah kalian ke bumi yang suci yaitu Baitul Maqdis dan sekitarnya yang telah Allah janjikan kepada kalian bahwa kalian akan memasukinya dan memerangi orang-orang kafir yang menguasainya. Jangan gentar dalam melawan orang-orang yang sombong, karena akibatnya kalian akan merugi kebaikan dunia dan akhirat.

AL MAIDAH : 22

قَالُوا يَا مُوسَى إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا حَتَّىَ يَخْرُجُواْ مِنْهَا فَإِن يَخْرُجُواْ مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ
Terjemah :
Mereka berkata: Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.
Tafsir :
Mereka berkata : Wahai Musa, sesungguhnya di sana terdapat orang-orang yang sangat kuat, kami tidak kuasa memerangi mereka. Kami juga tidak akan bisa memasukinya selama mereka masih ada di sana. Bila mereka mau keluar maka kami akan masuk.

AL MAIDAH : 23

قَالَ رَجُلاَنِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُواْ عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ وَعَلَى اللّهِ فَتَوَكَّلُواْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Terjemah :
Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nimat atas keduanya: Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.
Tafsir :
Dua orang laki-laki dari kalangan orang-orang yang hanya takut kepada Allah, Allah telah memberikan nikmat-Nya berupa ketaatan kepada-Nya dan kepada Nabi-Nya, berkata kepada Bani Israil : Masuklah kepada orang-orang yang sombong tersebut melalui gerbang kota dalam rangka mengikuti sebab akibat. Bila kalian masuk maka kalian akan bisa mengalahkan mereka. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya kalian bertawakal, bila kalian adalah orang-orang yang benar-benar mempercayai apa yang dibawa oleh Rasul kalian dan mengamalkan syariatnya.

AL MAIDAH : 24

قَالُواْ يَا مُوسَى إِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا أَبَدًا مَّا دَامُواْ فِيهَا فَاذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ
Terjemah :
Mereka berkata: Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasuki nya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja.
Tafsir :
Kaum Musa berkata kepada Musa : Kami tidak akan memasukinya selama-lamanya selama orang-orang yang sombong itu masih ada di sana. Pergilah kamu bersama Tuhanmu, berperanglah kalian berdua melawan mereka, biarkan kami di sini duduk-duduk saja dan tidak mau memrangi mereka. Hal ini merupakan kegigihan mereka dalam menentang perintah Musa.

AL MAIDAH : 25

قَالَ رَبِّ إِنِّي لا أَمْلِكُ إِلاَّ نَفْسِي وَأَخِي فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ
Terjemah :
Berkata Musa : Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu.
Tafsir :
Musa pun menghadap kepada Allah dengan berdoa : Sesungguhnya aku tidak mempunyai apa pun selain diriku dan saudaraku, maka tetapkanlah keputusan-Mu di antara kami dengan kaum yang fasik.

AL MAIDAH : 26

قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ أَرْبَعِينَ سَنَةً يَتِيهُونَ فِي الأَرْضِ فَلاَ تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ
Terjemah :
Allah berfirman : (Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.
Tafsir :
Allah berfirman kepada Nabi-Nya Musa : Sesungguhnya bumi yang suci telah ditetapkan keharamannya bagi orang-orang Yahudi sehingga mereka tidak akan mampu memasukinya selama empat puluh tahun, selama itu mereka akan terlunta-lunta di muka bumi dalam keadaan kebingungan, maka kamu wahai Musa jangan bersedih atas kaum yang menyimpang dari ketaatan kepada-Ku.

AL MAIDAH : 27

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِن أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
Terjemah :
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil) : Aku pasti membunuhmu!. Berkata Habil : Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.
Tafsir :
Sampaikanlah wahai Rasul kepada Bani Israil berita dua orang putra Adam, Qabil dan Habil. Ia adalah berita yang benar : saat masing-masing dari keduanya memberikan kurban ( yakni sesuatu yang bisa mendekatkan mereka kepada Allah), lalu Allah menerima kurban Habil, karena dia adalah laki-laki yang bertakwa dan Allah tidak menerima kurban Qabil, karena dia tidak termasuk orang-orang yang bertakwa. Lalu Qabil dengki kepada saudaranya dan berkata : Aku akan membunuhmu, maka Habil menjawab : Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang takut kepada-Nya.

AL MAIDAH : 28

لَئِن بَسَطتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَاْ بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لَأَقْتُلَكَ إِنِّي أَخَافُ اللّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ
Terjemah :
Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.
Tafsir :
Habil menasihati saudaranya : Bila Kamu mengulurkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku maka kamu tidak akan melihatku melakukan apa yang kamu lakukan, aku takut kepada Allah Rabb seluruh makhluk-Nya.

AL MAIDAH : 29

إِنِّي أُرِيدُ أَن تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ وَذَلِكَ جَزَاء الظَّالِمِينَ
Terjemah :
Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.
Tafsir :
Aku ingin kamu pulang dengan memikul dosa membunuhku dan dosamu sebelum itu, sehingga kamu termasuk penghuni neraka dan hal itu adalah balasan orang-orang yang melanggar.

AL MAIDAH : 30

فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Terjemah :
Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.
Tafsir :
Jiwa Qabil menggodanya untuk membunuh saudaranya, maka dia pun membunuhnya, akibatnya dia termasuk orang-orang yang merugi yang mengorbankan akhiratnya demi dunianya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*