Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Maidah 101-110

AL MAIDAH : 101

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَسْأَلُواْ عَنْ أَشْيَاء إِن تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِن تَسْأَلُواْ عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللّهُ عَنْهَا وَاللّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Qur an itu diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, jangan bertanya tentang perkara-perkara agama di mana kalian tidak diperintahkan dengan sesuatun padanya. Seperti bertanya tentang hal-hal yang tidak terjadi atau hal-hal yang bisa mengakibatkan kesulitan dalam syariat yang bila di bebankan kepada kalian niscaya ia akan sangat memberatkan kalian. Namun bila kalian tetap bertanya tentangnya selama Rasul masih hidup dan saat al-Qur an sedang turun, maka ia akan dijelaskan kepada kalian. Bisa jadi ia dibebankan kepada kalian dan kalian tidak mampu melaksanakannya, Allah mendiamkannya sebagai bentuk rahmatNya kepada hamba-hamba-Nya. Allah Maha Mengampuni hamba-hamba-Nya saat mereka bertaubat kepada-Nya, Penyantun kepada mereka sehingga tidak menyiksa mereka bila mereka kembali kepada-Nya.

Asbabun Nuzul :

Dia juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata : Ada suatu kaum yang bertanya kepada Nabi صلی الله عليه وسلم sebagai penghinaan, seorang laki-laki berkata : Siapa bapakku? Laki-laki lain yang hilang untanya berkata : Di mana untaku? Maka kepada mereka Allah menurunkan ayat 101 ini. Sampai akhir ayat semuanya. Hadits senada diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abu Hurairah.

AL MAIDAH : 102

قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِّن قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُواْ بِهَا كَافِرِينَ
Terjemah :
Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada Nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya [448].
________________________________________
[448] Maksudnya: sesudah diterangkan kepada mereka hukum-hukum yang mereka tanyakan itu, mereka tidak menaatinya, hal ini menyebabkan mereka menjadi kafir.
Tafsir :
Pertanyaan-pertanyaan tersebut telah disodorkan oleh kaum sebelum kalian kepada Rasul-rasul mereka. Namun saat mereka diperintahkan mereka pun mengingkarinya dan tidak menjalankannya. Waspadalah, jangan seperti mereka.

AL MAIDAH : 103

مَا جَعَلَ اللّهُ مِن بَحِيرَةٍ وَلاَ سَآئِبَةٍ وَلاَ وَصِيلَةٍ وَلاَ حَامٍ وَلَـكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ يَفْتَرُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ وَأَكْثَرُهُمْ لاَ يَعْقِلُونَ
Terjemah :
Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya bahiirah [449], saaibah [450], washiilah [451] dan haam [452]. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.
________________________________________
[449] Bahiirah: ialah unta betina yang telah beranak lima kali dan anak kelima itu jantan, lalu unta betina itu dibelah telinganya, dilepaskan, tidak boleh ditunggangi lagi dan tidak boleh diambil air susunya.
[450] Saaibah: ialah unta betina yang dibiarkan pergi kemana saja lantaran sesuatu nazar. Seperti, jika seorang Arab Jahiliyah akan melakukan sesuatu atau perjalanan yang berat, maka ia biasa bernazar akan menjadikan untanya saaibah bila maksud atau perjalanannya berhasil dengan selamat.
[451] Washiilah: seekor domba betina melahirkan anak kembar yang terdiri dari jantan dan betina, maka yang jantan ini disebut washiilah, tidak disembelih dan diserahkan kepada berhala.
[452] Haam: unta jantan yang tidak boleh diganggu gugat lagi, karena telah dapat membuntingkan unta betina sepuluh kali. Perlakuan terhadap bahiirah, saaibah, washiilah dan haam ini adalah kepercayaan Arab Jahiliyah.
Tafsir :
Allah tidak mensyariatkan bagi orang-orang musyrikin apa yang mereka buat-buat terkait dengan hewan ternak dalam bentuk menolak mengambil manfaat dari sebagian darinya dan memberikannya kepada berhala. Yaitu bahiirah yang di potong telinganya bila telah melahirkan sekian kali. Saaibah yaitu hewan yang dibiarkan untuk berhala. Washiilah yaitu yang melahirkan dua anak betina yang berurutan. Ham yaitu unta jantan yang telah berhasil membuntingi betina sekian kali. Lalu orang-orang kafir menisbatkan aturan ini kepada Allah sebagai kedustaan atas nama-Nya, kebanyakan orang-orang kafir tidak membedakan antara yang haq dengan yang batil.

AL MAIDAH : 104

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ إِلَى مَا أَنزَلَ اللّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُواْ حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلاَ يَهْتَدُونَ
Terjemah :
Apabila dikatakan kepada mereka: Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul. Mereka menjawab: Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya. Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk ?.
Tafsir :
Bila dikatakan kepada orang-orang kafir yang mengharamkan apa yang Allah halalkan tersebut : Marilah kita kembali kepada apa yang diturunkan oleh Allah dan Rasul-Nya agar kitab mengetahui mana yang halal dengan mana yang haram. Maka mereka menjawab : Cukuplah apa yang telah kami warisi dari nenek moyang kami dalam bentuk kata-kata dan perbuatan. Apakah mereka juga akan mengucapkan hal ini sekalipun nenek moyang mereka tidak mengetahui apa pun, yakni tidak memahami kebenaran, tidak mengetahuinya dan tidak mengetahui jalan kepadanya? Lalu bagaimana mungkin mereka tetap mengikuti nenek moyang yang keadaannya demikian? Mereka tidak akan mengikuti kecuali orang-orang yang jauh lebih bodoh dan lebih sesat jalannya daripada mereka.

AL MAIDAH : 105

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ لاَ يَضُرُّكُم مَّن ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ إِلَى اللّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk [453]. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
________________________________________
[453] Maksudnya: kesesatan orang lain itu tidak akan memberi mudharat kepadamu, asal kamu telah mendapat petunjuk. Tapi tidaklah berarti bahwa orang tidak disuruh berbuat yang maruf dan mencegah dari yang munkar.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, teguhkanlah diri kalian dengan tetap menaati Allah dan menjauhi larangan-Nya. Tetaplah kalian demikian sekalipun banyak orang-orang yang tidak sejalan dengan kalian. Bila kalian melakukan hal itu maka kalian tidak akan dirugikan oleh kesesatan orang-orang yang tersesat selama kalian berpijak kepada jalan yang istiqamah, beramar ma ruf dan bernahi mungkar. Hanya kepada Allah tempat kembali kalian semuanya di akhirat lalu Allah akan mengabarkan amal-amal kalian kepada kalian dan membalas kalian atasnya.

AL MAIDAH : 106

يِا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ شَهَادَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ حِينَ الْوَصِيَّةِ اثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍ مِّنكُمْ أَوْ آخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنتُمْ ضَرَبْتُمْ فِي الأَرْضِ فَأَصَابَتْكُم مُّصِيبَةُ الْمَوْتِ تَحْبِسُونَهُمَا مِن بَعْدِ الصَّلاَةِ فَيُقْسِمَانِ بِاللّهِ إِنِ ارْتَبْتُمْ لاَ نَشْتَرِي بِهِ ثَمَنًا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى وَلاَ نَكْتُمُ شَهَادَةَ اللّهِ إِنَّا إِذًا لَّمِنَ الآثِمِينَ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu [454], jika kamu dalam perjalanan dimuka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian. Kamu tahan kedua saksi itu sesudah sembahyang (untuk bersumpah), lalu mereka keduanya bersumpah dengan nama Allah, jika kamu ragu-ragu: (Demi Allah) kami tidak akan membeli dengan sumpah ini harga yang sedikit (untuk kepentingan seseorang), walaupun dia karib kerabat, dan tidak (pula) kami menyembunyikan persaksian Allah; sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang-orang yang berdosa.
________________________________________
[454] Ialah: mengambil orang lain yang tidak seagama dengan kamu sebagai saksi dibolehkan, bila tidak ada orang Islam yang akan dijadikan saksi.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, bila kematian mendekati salah seorang di antara kalian maka hendaknya dia menghadirkan dua orang saksi dari kaum muslimin yang dipercaya atas wasiatnya, atau dua orang dari kalangan bukan muslim bila diperlukan dan tidak ditemukan kaum muslimin selain mereka berdua. Kalian meminta mereka berdua bersaksi bila kalian melakukan perjalanan di muka bumi lalu tanda-tanda kematian menghampiri kalian. Bila kalian meragukan kesaksian mereka berdua, maka tahanlah mereka berdua setelah shalat, yakni dengan berjamaah khususnya shalat Ashar, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah yang sebenarnya tanpa mengambil upah dunia dan tidak mencari muka dari kerabat dengannya dan tidak menyembunyikan kesaksian Allah yang ada padanya. Bila keduanya ternyata melakukan maka keduanya termasuk orang-orang yang berbuat dosa.

AL MAIDAH : 107

فَإِنْ عُثِرَ عَلَى أَنَّهُمَا اسْتَحَقَّا إِثْمًا فَآخَرَانِ يِقُومَانُ مَقَامَهُمَا مِنَ الَّذِينَ اسْتَحَقَّ عَلَيْهِمُ الأَوْلَيَانِ فَيُقْسِمَانِ بِاللّهِ لَشَهَادَتُنَا أَحَقُّ مِن شَهَادَتِهِمَا وَمَا اعْتَدَيْنَا إِنَّا إِذًا لَّمِنَ الظَّالِمِينَ
Terjemah :
Jika diketahui bahwa kedua (saksi itu) membuat dosa [455], maka dua orang yang lain di antara ahli waris yang berhak yang lebih dekat kepada orang yang meninggal (memajukan tuntutan) untuk menggantikannya, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah: Sesungguhnya persaksian kami labih layak diterima daripada persaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas, sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang yang menganiaya diri sendiri.
________________________________________
[455] Maksudnya: melakukan kecurangan dalam persaksiannya, dan hal ini diketahui setelah ia melakukan sumpah.
Tafsir :
Bila keluarga mayit mengetahui bahwa dua saksi tersebut telah melakukan dosa dengan pengkhianatan dalam kesaksian atau wasiat, maka hendaknya mereka menghadirkan dua orang saksi dari keluarga mayit yang bersumpah dengan nama Allah ; bahwa kesaksian kami yang benar lebih layak untuk diterima daripada kesaksian mereka berdua yang dusta. Kami tidak melanggar kebenaran. Bila kami melanggar dan bersaksi dengan kesaksian yang tidak benar maka kami termasuk orang-orang yang zhalim yang melanggar batasan-batasan Allah.

AL MAIDAH : 108

ذَلِكَ أَدْنَى أَن يَأْتُواْ بِالشَّهَادَةِ عَلَى وَجْهِهَا أَوْ يَخَافُواْ أَن تُرَدَّ أَيْمَانٌ بَعْدَ أَيْمَانِهِمْ وَاتَّقُوا اللّهَ وَاسْمَعُواْ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
Terjemah :
Itu lebih dekat untuk (menjadikan para saksi) mengemukakan persaksiannya menurut apa yang sebenarnya, dan (lebih dekat untuk menjadikan mereka) merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) sesudah mereka bersumpah [456]. Dan bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
________________________________________
[456] Maksud sumpah itu dikembalikan, ialah saksi-saksi yang berlainan agama itu ditolak dengan bersumpahnya saksi-saksi yang terdiri dari karib kerabat, atau berarti orang-orang yang bersumpah itu akan mendapat balasan di dunia dan akhirat, karena melakukan sumpah palsu.
Tafsir :
Hukum pada saat terjadi kebimbangan terhadap dua orang saksi dengan bersumpah setelah shalat dan tidak menerima kesaksian mereka berdua, lebih dekat bagi kalian untuk menghadirkan kesaksian dengan benar karena takut terhadap siksa akhirat, atau dikhawatirkan sumpah palsu tersebut ditolak dari pemilik hak padahal sumpah sudah dilakukan, sehingga pelaku dusta yang ditolak sumpahnya di dunia memikul rasa malu saat pengkhianatannya diketahui. Takutlah kalian wahai manusia kepada Allah dan hendaknya kalian merasa diawasi oleh-Nya sehingga dengan itu kalian tidak akan bersumpah secara dusta atau kalian menggunakan sumpah kalian untuk mengambil harta yang haram. Dengarkanlah apa yang dinasihatkan kepada kalian. Allah tidak akan membimbing orang-orang fasik yang menyimpang dari ketaatan kepada-Nya.

AL MAIDAH : 109

يَوْمَ يَجْمَعُ اللّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْ قَالُواْ لاَ عِلْمَ لَنَا إِنَّكَ أَنتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ
Terjemah :
(Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul lalu Allah bertanya (kepada mereka): Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu ?. Para rasul menjawab: Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang ghaib.
Tafsir :
Ingatlah wahai manusia Hari Kiamat. Di hari itu Allah mengumpulkan seluruh Rasul alaihimus salam. Allah bertanya kepada mereka tentang jawaban umat-umat mereka saat menyeru mereka kepada tauhid. Maka para Rasul itu menjawab : Kami tidak tahu. Kami tidak mengetahui apa yang ada dalam dada manusia dan apa yang mereka lakukan setelah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu, yang samar dan yang terang.

AL MAIDAH : 110

إِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدتُّكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلاً وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي وَتُبْرِىءُ الأَكْمَهَ وَالأَبْرَصَ بِإِذْنِي وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوتَى بِإِذْنِي وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْهُمْ إِنْ هَـذَا إِلاَّ سِحْرٌ مُّبِينٌ
Terjemah :
(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: Hai Isa putra Maryam, ingatlah nimat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.
Tafsir :
Ketika Allah berfirman di Hari Kiamat : Wahai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu saat Aku menciptakanmu tanpa bapak. Juga nikamt-Ku kepada ibumu saat Aku memilihnya di atas wanita-wanita di zamannya. Aku membersihkannya dari apa yang dituduhkan kepadanya. Di antara nikmat Allah kepada Isa adalah bahwa Allah menguatkan dan mendukungnya dengan Jibril. Isa bisa berbicara kepada manusia saat dia adalah bayi yang masih menyusu yang belum saatnya untuk berbicara. Dia mengajak manusia kepada Allah saat dia dewasa, kekuatannya terkumpul dan kepemudaannya sempurna dengan tauhid yang Allah wahyukan kepadanya. Di antara nikmat Allah kepadanya adalah bahwa Dia mengajarkan menulis kepadanya tanpa guru, memberinya kekuatan memahami dan mengetahui, mengajarkan Taurat kepadanya yang telah Dia turunkan kepada Musa dan Injil yang Dia turunkan kepadanya sebagai hidayah bagi manusia. Di antara nikmat Allah kepadanya adalah bahwa dia membuat bentuk burung dari tanah liat lalu meniupnya, sehingga ia menjadi burung yang sebenarnya dengan izin Allah. Di antara nikmat Allah kepadanya adalah bahwa Dia bisa menyembuhkan orang buta bawaan lahir sehingga dia bisa melihat, menyembuhkan penyakit sopak sehingga kulitnya kembali bersih dan mulus dengan izin Allah. Diantaranya lagi dia memanggil orang-orang mati lalu mereka bangkit hidup dari alam kubur mereka. Semua itu dengan kehendak dan izin dari Allah, dan semua itu merupakan mukjizat yang mengagumkan yang membuktikan kebenaran Isa. Kemudian Allah mengingatkan nikmat-Nya kepadanya saat Dia melindunginya dari Bani Israil yang hendak membunuhnya, padahal Isa datang kepada mereka dengan mukjizat yang nyata yang membuktikan kenabiannya. Orang-orang kafir dari mereka berkata : Mukjizat yang dibawa oleh Isa hanyalah sihir yang nyata.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*