Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Kahfi 51-60

AL KAHFI : 51

مَا أَشْهَدتُّهُمْ خَلْقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَا خَلْقَ أَنفُسِهِمْ وَمَا كُنتُ مُتَّخِذَ الْمُضِلِّينَ عَضُدًا
Terjemah :
Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.
Tafsir :
Aku tidak menghadirkan Iblis dan anak cucunya (yang kalian taati) dalam penciptaan langit dan bumi, lalu Aku meminta pertolongan kepada mereka dalam penciptaan keduanya. Tidak pula Aku menjadikan sebagian dari mereka sebagai saksi atas penciptaan sebagian yang lainnya. Bahkan Aku sendirilah yang menciptakan semua itu, dengan tanpa penolong dan pembantu. Aku juga tidak mengambil orang-orang sesat dari kalangan setan dan selain mereka sebagai penolong. Jadi, bagaimana mungkin kalian memberikan hak-Ku kepada mereka, dan kalian menjadikan mereka sebagai penolong-penolong selain-Ku, padahal Akulah Pencipta segala sesuatu??

AL KAHFI : 52

وَيَوْمَ يَقُولُ نَادُوا شُرَكَائِيَ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ فَدَعَوْهُمْ فَلَمْ يَسْتَجِيبُوا لَهُمْ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُم مَّوْبِقًا
Terjemah :
Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Dia berfirman: “Serulah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakan itu”. Mereka lalu memanggilnya tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka).
Tafsir :
Sebutkanlah kepada mereka, ketika Allah berkata kepada orang-orang musyrik pada Hari Kiamat : Panggillah sekutu-sekutu-Ku yang kalian anggap bahwa mereka adalah sekutu-sekutu-Ku dalam peribadatan; agar mereka menolong kalian pada hari ini dari-Ku. Mereka pun meminta pertolongan kepada sekutu-sekutu itu, tetapi sekutu-sekutu itu tidak bisa memberi pertolongan kepada mereka. Dan Kami adakan di antara penyembah dan yang disembah itu tempat kebinasaan di Jahanam di mana mereka semua binasa di dalamnya.

AL KAHFI : 53

وَرَأَى الْمُجْرِمُونَ النَّارَ فَظَنُّوا أَنَّهُم مُّوَاقِعُوهَا وَلَمْ يَجِدُوا عَنْهَا مَصْرِفًا
Terjemah :
Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling dari padanya.
Tafsir :
Orang-orang yang berdosa itu melihat neraka, lalu mereka meyakini bahwa mereka pasti akan terjatuh di dalamnya, dan mereka tidak mendapati tempat berlari darinya kepada yang lainnya.

AL KAHFI : 54

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِن كُلِّ مَثَلٍ وَكَانَ الْإِنسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا
Terjemah :
Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Qur”an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.
Tafsir :
Sesungguhnya telah Kami jelaskan dan Kami ragamkan dalam al-Qur”an ini bermacam-macam perumpamaan bagi manusia, agar mereka mengambil pelajaran darinya dan mengimaninya. Manusia itu adalah makhluk yang paling banyak membantah dan mendebat.

AL KAHFI : 55

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَن يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءهُمُ الْهُدَى وَيَسْتَغْفِرُوا رَبَّهُمْ إِلَّا أَن تَأْتِيَهُمْ سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ قُبُلًا
Terjemah :
Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.
Tafsir :
Tidak ada yang menghalangi manusia dari beriman (ketika Rasul Muhammad صلی الله عليه وسلم dating kepada mereka dengan membawa al-Qur”an), dan beristighfar kepada Rabb mereka, memohon ampun-Nya untuk mereka, kecuali tantangan mereka terhadap Rasul dan permintaan mereka agar mereka ditimpa Sunnatullah (ketetapan Allah) dalam membinasakan umat-umat sebelum mereka, atau adzab Allah menimpa mereka di depan mata mereka.

AL KAHFI : 56

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَيُجَادِلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَمَا أُنذِرُوا هُزُوًا
Terjemah :
Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan- peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.
Tafsir :
Kami tidak mengutus rasul-rasul kepada manusia melainkan agar mereka menjadi pembawa berita gembira dengan surga bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih, dan pemberi peringatan dengan neraka terhadap orang-orang yang kafir dan orang-orang yang bermaksiat. Meskipun kebenaran itu sudah jelas, tetapi orang-orang yang kafir kepada rasul-rasul merek membantah dengan kebatilan sebagai bentuk penentangan; agar dengan kebatilan itu, mereka dapat melenyapkan kebenaran yang dibawa oleh rasul. Mereka menjadikan kitab-Ku dan hujjah-hujjah-Ku, serta adzab yang diancamkan kepada mereka sebagai ejekan dan pelecehan.

AL KAHFI : 57

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ إِنَّا جَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَن يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِن تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَى فَلَن يَهْتَدُوا إِذًا أَبَدًا
Terjemah :
Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.
Tafsir :
Tidak ada seorang pun yang lebih zhalim daripada orang yang telah diberi nasihat dengan ayat-ayat Rabbnya yang terang, lalu ia berpaling darinya kepada kebatilannya, dan melupakan perbuatan-perbuatan buruk yang dikerjakan oleh kedua tangannya lalu tidak bertaubat darinya. Sesungguhnya Kami telah meletakkan penutup atas hati mereka, sehingga mereka tidak bisa memahami al-Qur”an dan tidak mengetahui kebaikan yang terdapat di dalamnya. Kami letakkan pula semacam sumbatan di telinga mereka, sehingga mereka tidak bisa mendengarnya dan tidak bisa memetik manfaatnya. Jika kamu menyeru mereka kepada keimanan, niscaya mereka tidak akan memenuhi seruanmu, dan mereka tidak akan mendapat petunjuk kepadanya selama-lamanya.

AL KAHFI : 58

وَرَبُّكَ الْغَفُورُ ذُو الرَّحْمَةِ لَوْ يُؤَاخِذُهُم بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ بَل لَّهُم مَّوْعِدٌ لَّن يَجِدُوا مِن دُونِهِ مَوْئِلًا
Terjemah :
Dan Tuhanmulah yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya.
Tafsir :
Rabbmulah Yang Maha Pengampun bagi dosa-dosa para hamba-Nya, jika mereka bertaubat, lagi mempunyai rahmat untuk mereka. Jika Dia mengadzab orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat-Nya itu karena dosa-dosa yang mereka perbuat, niscaya Dia akan menyegerakan adzab bagi mereka. Tetapi Dia Maha Penyantun, tidak menyegerakan adzab, tetapi mereka diberi waktu tertentu saat mereka diberi balasan atas perbuatan mereka, tidak ada pilihan lain baginya dan tidak bisa mengelak darinya.

AL KAHFI : 59

وَتِلْكَ الْقُرَى أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِم مَّوْعِدًا
Terjemah :
Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.
Tafsir :
Negeri-negeri yang dekat dari kalian itu (seperti negeri kaum Hud, Shalih, Luth dan Syuaib) telah Kami binasakan, ketika penduduknya berbuat zhalim dengan kekafiran, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka. Ketika mereka telah sampai pada waktu yang telah ditentukan itu, maka adzab dating kepada mereka, lalu Allah membinasakan mereka dengannya.

AL KAHFI : 60

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِفَتَاهُ لَا أَبْرَحُ حَتَّى أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا
Terjemah :
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya [885]: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.
________________________________________
[885] Menurut ahli tafsir, murid Nabi Musa u itu ialah Yusya bin Nun.
Tafsir :
Ingatlah ketika Musa berkata kepada pembantunya, Yusya” bin Nun : Aku akan terus berjalan hingga mencapai pertemuan dua buah lautan, atau aku akan berjalan dalam waktu yang lama hingga bertemu seorang hamba yang shalih, agar aku bisa belajar darinya ilmu yang tidak aku miliki.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*