Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Kahfi 31-40

AL KAHFI : 31

أُوْلَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِّن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا
Terjemah :
Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga “Adn, mengalir sungai- sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, se- dang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah;
Tafsir :
Orang-orang yang beriman itulah yang mendapatkan surga di mana mereka akan tinggal di dalamnya selama-lamanya, yang mengalir sungai-sungai tawar menyegarkan dari bawah bangunan-bangunan tinggi dan rumah-rumah mereka. Di dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang-gelang emas, dan mereka memakai pakaian berwarna hijau yang dibuat dari sutera halus dan sutera tebal, dalam keadaan duduk diatas dipan-dipan yang dilapisi dengan tirai-tirai yang indah. Sebaik-baik pahala adalah pahala mereka, dan surga adalah sebaik-baik tempat dan kedudukan bagi mereka.

AL KAHFI : 32

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا رَّجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا
Terjemah :
Dan berikanlah kepada mereka [880] sebuah perumpamaan dua orang laki-laki [881], Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang.

[880] Yaitu: kepada orang-orang mukmin dan orang-orang kafir.
[881] Yaitu: dua orang Yahudi yang seorang mukmin dan yang lain kafir.
Tafsir :
Buatlah, wahai Rasul, suatu perumpamaan untuk orang-orang kafir kaummu, yaitu dua orang laki-laki dari umat-umat terdahulu : salah satunya Mukmin dan lainnya kafir. Kami telah berikan kepada orang kafir itu dua kebun anggur, dan kami kelilingi keduanya dengan pohon kurma yang banyak, serta Kami tumbuhkan di tengah-tengah kedua kebun itu tanaman yang bermacam-macam lagi bermanfaat.

AL KAHFI : 33

كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِنْهُ شَيْئًا وَفَجَّرْنَا خِلَالَهُمَا نَهَرًا
Terjemah :
Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu,
Tafsir :
Masing-masing dari kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan tidak berkurang buahnya sedikit pun, serta Kami alirkan sungai di antara kedua kebun itu agar bisa menyirami keduanya dengan mudah.

AL KAHFI : 34

وَكَانَ لَهُ ثَمَرٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا
Terjemah :
dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat”
Tafsir :
Pemilik kedua kebun itu memiliki buah dan harta lainnya, maka ia berkata kepada kawannya yang Mukmin, saat bercakap-cakap dengannya (dan keterperdayaan memenuhi dirinya) : Aku lebih banyak harta daripada kamu, dan pengikut-pengikutku lebih kuat.

AL KAHFI : 35

وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَن تَبِيدَ هَذِهِ أَبَدًا
Terjemah :
Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri [882]; ia berkata: “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,

[882] yaitu: dengan keangkuhan dan kekafirannya.
Tafsir :
Ia memasuki kebunnya, sedang ia menzhalimi dirinya sendiri dengan mengingkari hari kebangkitan dan meragukan kedatangan Hari Kiamat, lalu ia terpesona dengan buah-buahannya seraya berkata : Aku tidak yakin kebun ini akan binasa sepanjang hidup,

AL KAHFI : 36

وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِن رُّدِدتُّ إِلَى رَبِّي لَأَجِدَنَّ خَيْرًا مِّنْهَا مُنقَلَبًا
Terjemah :
dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu”.
Tafsir :
Dan aku tidak meyakini bahwa kiamat itu akan terjadi. Jika sekiranya kiamat itu terjadi (sebagaimana yang kamu kira, wahai orang Mukmin), dan aku dikembalikan kepada Rabbku, pastilah aku akan mendapati di sisi-Nya tempat kembali yang lebih baik daripada kebun ini : karena kemuliaan dan kedudukanku di sisi-Nya.

AL KAHFI : 37

قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلًا
Terjemah :
Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya – sedang dia bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?
Tafsir :
Kawannya yang Mukmin itu berkata kepadanya, saat ia bercakap-cakap dengannya untuk menasihatinya : Bagaimana mungkin kamu kafir kepada Allah yang telah menciptakanmu dari tanah, kemudian dari sperma ayah ibu, kemudian Dia menjadikanmu sebagai maunusia sempurna, seimbang postur dan tubuhnya?? Dalam perbincangan ini terdapat dalil bahwa Dzat yang kuasa menciptakan makhluk pada permulaannya, kuasa pula untuk mengembalikan mereka.

AL KAHFI : 38

لَّكِنَّا هُوَ اللَّهُ رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِرَبِّي أَحَدًا
Terjemah :
Tetapi aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mem- persekutukan seorangpun dengan Tuhanku.
Tafsir :
Tetapi aku tidak mengtakan sebagaimana perkataanmu yang menunjukkan kekafiranmu, tetapi aku mengatakan : Dzat yang memberi nikmat lagi memberi karunia adalah Allah, Rabbku semata, dan aku tidak mempersekutukan seorang pun selain-Nya dalam beribadah kepada-Nya.

AL KAHFI : 39

وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ إِن تُرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنكَ مَالًا وَوَلَدًا
Terjemah :
Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “MAASYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,
Tafsir :
Mengapa kamu, ketika memasuki kebunmu lalu kamu terpesona dengannya, tidak memuji Allah seraya berkata : Ini adalah atas kehendak Allah untukku, tiada kekuatan bagiku untuk mendapatkannya kecuali dengan seizin Allah. Jika kamu melihatku lebih sedikit harta dan anak dibandingkan denganmu,

AL KAHFI : 40

فَعَسَى رَبِّي أَن يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِّن جَنَّتِكَ وَيُرْسِلَ عَلَيْهَا حُسْبَانًا مِّنَ السَّمَاء فَتُصْبِحَ صَعِيدًا زَلَقًا
Terjemah :
maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik dari pada kebunmu (ini); dan mudah-mudahan Dia mengirimkan keten- tuan (petir) dari langit kepada kebunmu; hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin;
Tafsir :
Maka mudah-mudahan Allah akan memberi kepadaku yang lebih baik daripada kebunmu. Mudah-mudahan pula Dia mengambil nikmat darimu akibat kekafiranmu, dan mengirimkan adzab dari langit pada kebunmu, sehingga kebun itu menjadi tanah licin di mana telapak kaki tidak bisa berpijak dengan kukuh di atasnya dan tidak bisa ditumbuhi tanaman.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*