Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Kahfi 21-30

AL KAHFI : 21

وَكَذَلِكَ أَعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَعْلَمُوا أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَأَنَّ السَّاعَةَ لَا رَيْبَ فِيهَا إِذْ يَتَنَازَعُونَ بَيْنَهُمْ أَمْرَهُمْ فَقَالُوا ابْنُوا عَلَيْهِم بُنْيَانًا رَّبُّهُمْ أَعْلَمُ بِهِمْ قَالَ الَّذِينَ غَلَبُوا عَلَى أَمْرِهِمْ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِم مَّسْجِدًا
Terjemah :
Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang- orang itu berselisih tentang urusan mereka [877], orang-orang itu berkata: “Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”.
________________________________________
[877] Yang mereka perselisihkan itu tentang hari kiamat: apakah itu akan terjadi atau tidak dan apakah pembangkitan pada hari kiamat dengan jasad atau roh ataukah dengan roh saja. Maka Allah mempertemukan mereka dengan pemuda-pemuda dalam cerita ini untuk menjelaskan bahwa hari kiamat itu pasti datang dan pembangkitan itu adalah dengan tubuh dan jiwa.
Tafsir :
Sebagaimana Kami tidurkan mereka ratusan tahun lamanya, dan Kami bangunkan mereka setelah itu, demikian pula Kami perlihatkan mereka pada penduduk di zaman itu, setelah penjual mengetahui jenis dirham yang dibawa oleh utusan mereka; agar manusia mengetahui bahwa janji Allah untuk membangkitkan manusia (sesudah kematiannya) adalah benar, dan bahwa kiamat itu pasti akan tiba tanpa ada keraguan di dalamnya. Sebab orang-orang yang melihat Ashhabul Kahfi itu berselisih tentang perkara kiamat: ada yang menetapkannya dan ada yang mengingkarinya. Maka Allah menjadikan kesaksian mereka terhadap Ashhabul Kahfi sebagai hujjah bagi orang-orang Mukmin atas orang-orang kafir. Setelah urusan mereka terkuak, lalu mereka pun wafat kembali, maka segolongan dari orang-orang yang melihat mereka itu berkata : Bangunlah di depan pintu gua mereka sebuah bangunan yang menutupi mereka, dan biarkanlah urusan mereka. Rabb mereka lebih mengetahui tentang urusan mereka. Sementara orang-orang yang memiliki kekuasaan di anatara mereka berkata : Sungguh kami akan mendirikan rumah ibadah di atas tempat mereka. Sesungguhnya Rasulullah صلی الله عليه وسلم telah melarang menjadikan kubur para Nabi dan orang shalih sebagai masjid. Beliau telah melaknat orang yang melakukan demikian di akhir wasiatnya kepada umatnya. Demikian pula beliau melarang membangun bangunan di atas kubur secara mutlak, mengapurnya, dan menulisnya; karena hal itu termasuk ghuluw (sikap berlebih-lebihan) yang bisa menyebabkan disembahnya orang yang berada di dalamnya.

AL KAHFI : 22

سَيَقُولُونَ ثَلَاثَةٌ رَّابِعُهُمْ كَلْبُهُمْ وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًا بِالْغَيْبِ وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ قُل رَّبِّي أَعْلَمُ بِعِدَّتِهِم مَّا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا قَلِيلٌ فَلَا تُمَارِ فِيهِمْ إِلَّا مِرَاء ظَاهِرًا وَلَا تَسْتَفْتِ فِيهِم مِّنْهُمْ أَحَدًا
Terjemah :
Nanti (ada orang yang akan) mengatakan [878] (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: “(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: “(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya”. Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali per- tengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda- pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka.
________________________________________
[878] Yang dimaksud dengan “orang yang akan mengatakan” ini ialah orang- orang ahli kitab dan lain-lainnya pada zaman Nabi Muhammad
Tafsir :
Kelak sebagian orang yang larut dalam pembicaraan tentang perihal mereka, yaitu Ahli Kitab, akan mengatakan : Mereka berjumlah tiga orang, yang keempat dari mereka adalah anjing mereka. Golongan yang lain mengatakan : Mereka berjumlah lima orang, yang keenam dari mereka adalah anjing mereka. Perkataan kedua golongan itu hanyalah terkaan tanpa bukti. Golongan yang ketiga mengatakan : Mereka berjumlah tujuh orang, dan yang kedelapan dari mereka adalah anjing mereka. Katakanlah wahai Rasul : Rabbbkulah yang lebih mengetahui jumlah mereka. Tidak ada orang yang mengetahui jumlah mereka kecuali sedikit dari makhluk-Nya. Karena itu, janganlah kamu berbantah-bantahan dengan Ahli Kitab tentang jumlah mereka, kecuali pembantahan secara lahiriahnya saja, bukan secara mendalam, dengan menceritakan kepada mereka wahyu yang telah disampaikan kepadamu itu saja. Jangan bertanya kepada mereka tentang jumlah mereka dan ihwal mereka, karena mereka tidak mengetahui hal itu.

AL KAHFI : 23

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا
Terjemah :
Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi,
Tafsir :
Janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu yang kamu tekadkan untuk melakukannya : Sesungguhnya aku akan melakukan hal itu besok,

AL KAHFI : 24

إِلَّا أَن يَشَاء اللَّهُ وَاذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَن يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَدًا
Terjemah :
kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah” [879]. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini”.
________________________________________
[879] Menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad r tentang roh, kisah ashhabul kahfi (penghuni gua) dan kisah Dzulqarnain lalu beliau menjawab, datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan. Dan beliau tidak mengucapkan “insya Allah” (artinya jika Allah menghendaki). Tapi kiranya sampai besok harinya wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tidak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat 23-24 di atas, sebagai pelajaran kepada Nabi; Allah mengingatkan pula bilamana Nabi lupa menyebut “Insya Allah” haruslah segera menyebutkannya kemudian.
Tafsir :
Kecuali bila kamu menggantungkan ucapanmu dengan masyi”ah,yaitu dengan mengucapkan Insya Allah. Ingatlah Rabbmu, ketika lupa mengucapkan Insya Allah setiap kali kamu lupa, maka ingatlah Allah Karena mengingat Allah akan menghilangkan kelupaan, dan katakanlah : Mudah-mudahan Rabbku akan memberiku petunjuk kepada jalan paling dekat yang mengantarkan kepada kebenaran dan petunjuk.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata : Rasulullah صلی الله عليه وسلم mengucapkan sumpah, lalu empat puluh malam berlalu, maka Allah menurunkan ayat 23 dan 24 ini.

AL KAHFI : 25

وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا
Terjemah :
Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sem- bilan tahun (lagi).
Tafsir :
Para pemuda itu berdiam dalam keadaan tidur di dalam gua mereka selama tiga ratus lebih Sembilan tahun berdasarkan tahun Qamariyah.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata : Ketika ayat 25 turun (dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus), mereka (para shahabat) bertanya : Ya Rasulullah, tahun atau bulan, maka turun : … Tahun dan ditambah Sembilan tahun lagi. Ibnu Jarir meriwayatkannya dari adh-Dhahhak.

AL KAHFI : 26

قُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثُوا لَهُ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِعْ مَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا
Terjemah :
Katakanlah: “Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain dari pada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.
Tafsir :
Apabila kamu ditanya, wahai Rasul, tentang masa tinggal mereka di dalam gua, sedangkan kamu tidak memiliki pengetahuan dan wahyu dari Allah tentang hal itu, maka janganlah lancang menjawabnya sedikit pun, tetapi katakanlah : Allah yang lebih tahu masa tinggal mereka. Kepunyaan-Nyalah yang tersembunyi di langit dan bumi. Betapa terang penglihatan-Nya, dan betapa tajam pendengaran-Nya!! Yakni, kagumlah terhadap kesempurnaan penglihatan dan pendengaran-Nya serta pengetahuan-Nya yang meliputi segala sesuatu. Tak ada seorang pun selain Allah yang mengurusi semua urusan makhluk, dan Dia tidak memiliki sekutu dalam hukum, keputusan, dan penetapan syariat-Nya swt.

AL KAHFI : 27

وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِن كِتَابِ رَبِّكَ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَن تَجِدَ مِن دُونِهِ مُلْتَحَدًا
Terjemah :
Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Qur an). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada- Nya.
Tafsir :
Bacalah, wahai Rasul, apa yang diwahyukan Allah kepadamu berupa al-Qur”an, karena ia adalah kitab yang tiada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya, karena kebenaran dan keadilan-Nya. Kamu sekali-kali tidak akan mendapati, selain Rabbmu, tempat berlindung di mana kamu bisa berlindung kepadanya.

AL KAHFI : 28

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
Terjemah :
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
Tafsir :
Sabarkanlah dirimu, wahai Nabi, bersama para shahabatmu dari kalangan orang-orang Mukmin yang fakir yang senantiasa menyembah Rabb mereka semata dan berdoa kepada-Nya di pagi dan petang karena mengharapkan wajah-Nya. Duduklah bersama mereka dan bergaulah dengan mereka. Jangan palingkan pandanganmu dari mereka kepada selain mereka, yaitu orang-orang kafir, karena ingin menikmati perhiasan kehidupan dunia. Janganlah pula menuruti orang yang Kami jadikan hatinya lalai dari mengingat Kami, dan lebih mementingkan hawa nafsunya daripada menaati Rabbnya, lalu urusannya dalam semua perbuatannya menjadi sia-sia dan hancur.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari jalan Jarir dari adh-Dhahhak dari Ibnu Abbas tentang firman Allah ayat 28. Dia berkata : Ia turun pada Umayyah bin Khalaf al-Jumahi, hal itu karena dia mengajak Nabi صلی الله عليه وسلم kepada suatu perkara yang dibenci oleh Allah, yaitu mengusir orang-orang fakir dan mendekatkan orang-orang terhormat kota Makkah, maka ayat 28 ini turun.

AL KAHFI : 29

وَقُلِ الْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ فَمَن شَاء فَلْيُؤْمِن وَمَن شَاء فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِن يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاء كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءتْ مُرْتَفَقًا
Terjemah :
Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
Tafsir :
Katakanlah kepada orang-orang yang lalai itu : Apa yang aku bawa kepada kalian adalah kebenaran dari Rabb kalian. Barangsiapa di antara kalian yang ingin membenarkan dan mengamalkannya, maka lakukanlah, dan itu lebih baik baginya. Sebaliknya, barangsiapa yang ingin mengingkarinya, maka lakukanlah, karena ia tidak akan menzhalimi kecuali dirinya sendiri. Sesungguhnya Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir itu api yang sangat dahsyat yang pagarnya mengelilingi mereka. Jika orang-orang kafir itu meminta bantuan di neraka, dengan meminta air karena sangat kehausan, maka mereka akan diberi minum dengan air seperti minyak keruh yang sangat panas yang menghanguskan muka mereka. Itulah seburuk-buruk minuman yang tidak dapat menghilangkan dahaga mereka, bahkan menambah dahaga mereka. Sementara neraka itu adalah tempat yang paling buruk bagi mereka. Ini berisi ancaman dan peringatan yang keras terhadap orang yang berpaling dari kebenaran sehingga tidak mau beriman dengan risalah Muhammad صلی الله عليه وسلم dan tidak mengamalkan konsekuansinya.

AL KAHFI : 30

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا
Terjemah :
Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik.
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan pahala paling besar. Sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala mereka, dan tidak mengurangi pahala amal yang mereka kerjakan dengan baik.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*