Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Kahfi 1-10

AL KAHFI : 1

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُ عِوَجَا
Terjemah :
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Qur”an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan [871] di dalamnya;
________________________________________
[871] tidak ada dalam Al-Qur”an itu makna-makna yang berlawananan dan tak ada penyimpangan dari kebenaran.
Tafsir :
Pujian bagi Allah dengan sifat-sifat-Nya yang semuanya adalah sifat-sifat kesempurnaan, dan dengan nikmat-nikmat-Nya, baik yang tampak maupun tersembunyi, yang menyangkut agama maupun dunia, yang memberi karunia dengan menurunkan kepada hamba dan Rasul-Nya, Muhammad صلی الله عليه وسلم, kitab al-Qur”an, dan Dia tidak mengadakan di dalamnya kebengkokan sedikit pun dari kebenaran.

AL KAHFI : 2

قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا
Terjemah :
sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,
Tafsir :
Allah menjadikannya sebagai kitab yang lurus, tiada perselisihan dan kontradiksi di dalamnya, untuk memperingatkan orang-orang kafir dari adzab yang sangat keras dari sisi-Nya, dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya yang mengerjakan amal-amal shalih, bahwa mereka mendapatkan pahala yang besar, yaitu surga.

AL KAHFI : 3

مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا
Terjemah :
mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
Tafsir :
Mereka kekal di dalam kenikmatan ini tanpa pernah berpisah darinya selama-lamanya.

AL KAHFI : 4

وَيُنذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا
Terjemah :
Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak.”
Tafsir :
Dan untuk memperingatkan orang-orang musyrik yang mengatakan : Allah telah mengambil seorang anak.

AL KAHFI : 5

مَّا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا
Terjemah :
Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.
Tafsir :
Orang-orang musyrik itu tidak memiliki sedikitpun pengetahuan tentang apa yang mereka klaim bahwa Allah telah mengambil anak, sebagaimana tidak dimiliki oleh para pendahulu mereka yang mereka ikuti. Alangkah beratnya kata-kata buruk yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan kecuali kata-kata dusta.

AL KAHFI : 6

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلَى آثَارِهِمْ إِن لَّمْ يُؤْمِنُوا بِهَذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا
Terjemah :
Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur”an).
Tafsir :
Mungkin kamu, wahai Rasul, akan membinasakan dirimu karena bersedih terhadap pengaruh kaummu yang berpaling darimu, ketika mereka tidak membenarkan dan mengamalkan al-Qur”an ini.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata : Utbah bin Rabiah, Syaibah bin Rabiah, Abu Jahal bin Hisyam, an-Nadhr bin al-Harits, Umayyah bin Khalaf, al-Ash bin Wail, al-Aswad bin al-Mutthalib, Abul Bukhturi bersama beberapa orang Quraisy sedang berkumul, Rasulullah صلی الله عليه وسلم sendiri merasa berat dari apa yang beliau lihat berupa penolakan kaumnya dan pengingkaran mereka terhadap nasihat yang beliau sampaikan, hal itu membuat beliau sangat sedih, maka Allah menurunkan ayat 6 ini.

AL KAHFI : 7

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
Terjemah :
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.
Tafsir :
Sesungguhnya Kami menjadikan ciptaan-ciptaan yang ada di permukaan bumi sebagai perhiasan baginya, dan manfaat bagi penghuninya, untuk menguji mereka siapakah di anatara mereka yang lebih baik perbuatannya dengan menaati Kami, dan siapakah di antara mereka yang lebih buruk perbuatannya dengan melakukan kemaksiatan, lalu Kami akan membalas masing-masing dengan apa yang berhak baginya.

AL KAHFI : 8

وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا
Terjemah :
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.
Tafsir :
Sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan apa yang ada di permukaan bumi berupa hiasan tersebut, pada saat berakhirnya dunia, sebagai tanah yang tidak bertanaman.

AL KAHFI : 9

أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا
Terjemah :
Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim [872] itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?
________________________________________
[872] Raqim: sebagian ahli tafsir mengartikan nama anjing dan sebagian yang lain mengartikan batu bersurat.
Tafsir :
Janganlah kamu mengira, wahai Rasul, bahwa kisah Ashab al-Kahfi (orang-orang yang mendiami gua) dan batu yang bertuliskan nama-nama mereka itu termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengagumkan dan mengherankan; karena penciptaan langit dan bumi berikut segala isinya adalah lebih mengherankan daripada itu.

AL KAHFI : 10

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Terjemah :
(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).”
Tafsir :
Ingatlah, wahai Rasul, ketika pemuda-pemuda yang beriman itu berlindung ke dalam gua, karena takut terhadap cobaan kaum mereka kepada mereka dan pemaksaan mereka untuk menyembah berhala, lalu mereka berdoa : Wahai Rabb kami, berikanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Dengan rahmat itu Engkau meneguhkan kami, memelihara kami dari keburukan, dan memudahkan untuk kami jalan yang benar yang mengantarkan kami untuk melakukan apa yang Engkau cintai, sehingga kami termasuk orang-orang yang mendapatkan petunjuk bukan orang-orang yang sesat.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*