Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Israa 11-20

AL ISRAA : 11

وَيَدْعُ الإِنسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءهُ بِالْخَيْرِ وَكَانَ الإِنسَانُ عَجُولاً
Terjemah :
Dan manusia mendo”a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo”a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.
Tafsir :
Terkadang manusia mendoakan terhadap diri, anak atau hartanya dengan keburukan, dan itu dilakukan pada saat marah, sebagaimana ia mendoakan dengan kebaikan. Hal itu akibat kejahilan manusia dan ketergesa-gesaannya. Namun, berkat rahmat Allah kepadanya, Dia mengabulkan doanya untuk kebaikan bukan keburukan, karena Dia tahu bahwa ia tidak menyengaja hal itu, dan manusia itu bertabiat tergesa-gesa.

AL ISRAA : 12

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُواْ فَضْلاً مِّن رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُواْ عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلاً
Terjemah :
Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.
Tafsir :
Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda yang menunjukkan keesaan dan kekuasaan Kami, lalu Kami hapuskan tanda malam (yaitu bulan) dan Kami jadikan tanda siang (yaitu matahari) itu terang; agar manusia melihat dalam cahaya siang bagaimana melakukan berbagai urusan penghidupannya, dan mendapat ketentraman dan ketenangan di malam hari. Demikian pula agar manusia (dengan silih bergantinya malam dan siang) mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan bulan-bulan dan hari-hari, sehingga mereka bisa mengatur kemashlahatan yang mereka inginkan berdasarkan perhitungan tersebut. Segala sesuatu telah Kami terangkan dengan sempurna.

AL ISRAA : 13

وَكُلَّ إِنسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَآئِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا
Terjemah :
Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.
Tafsir :
Setiap manusia, Allah jadikan amal perbuatannya, baik kebaikan maupun keburukan, sebagai sesuatu yang menyertainya. Ia tidak dihisab karena perbuatan orang lain, dan tidak pula orang lain dihisab karena amalnya. Pada Hari Kiamat kelak Allah akan mengeluarkan baginya sebuah buku yang didalamnya tertulis semua perbuatannya, dan ia melihatnya dalam keadaan terbuka.

AL ISRAA : 14

اقْرَأْ كَتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا
Terjemah :
“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”.
Tafsir :
Dikatakan kepadanya : Bacalah buku catatan amalmu. Ia pun membacanya, meskipun ia tidak bisa membaca semasa hidup di dunia. Cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung amal perbuatanmu, sehingga mengetahui balasannya. Ini merupakan keadilan yang terbesar, yaitu dikatakan kepada hamba : Hisablah dirimu, cukuplah ia sebagai penghisab bagimu.

AL ISRAA : 15

مَّنِ اهْتَدَى فَإِنَّمَا يَهْتَدي لِنَفْسِهِ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا وَلاَ تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولاً
Terjemah :
Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng adzab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
Tafsir :
Barangsiapa yang mendapat petunjuk, dan mengikuti jalan kebenaran, maka pahalanya akan kembali kepada dirinya sendiri. Sebaliknya, barangsiapa yang menentang dan mengikuti jalan kebatilan, maka siksanya akan kembali kepada dirinya sendiri. Jiwa yang berdosa tidak memikul dosa jiwa lainnya yang berdosa. Allah tidak akan mengadzab seorang pun kecuali setelah tegak hujjah atasnya, dengan diutusnya para Rasul dan diturunkannya kitab-kitab.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abdul Bar dalam at-Tamhid meriwayatkan dengan sanad dhaif dari Aisyah berkata : Aku bertanya kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم tentang anak orang-orang musyrik, beliau bersabda : Mereka bersama bapak mereka. Kemudian dia bertanya lagi kepadanya, beliau menjawab : Allah lebih mengetahui apa yang mereka lakukan. Kemudian dia bertanya lagi setelah Islam kuat, maka turunlah ayat 15 ini. Dan beliau bersabda : Mereka di atas fitrah. Atau beliau bersabda : Di surga.

AL ISRAA : 16

وَإِذَا أَرَدْنَا أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُواْ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا
Terjemah :
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
Tafsir :
Jika Kami bermaksud membinasakan penduduk suatu negeri karena kezhaliman mereka, maka Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah di antara mereka supaya menaati Allah dan mentauhidkan-Nya serta membenarkan Rasul-rasul-Nya, sedangkan selain mereka adalah pengikut mereka. Tetapi mereka mendurhakai perintah Rabb mereka dan mendustakan para Rasul-Nya, maka sudah sepantasnya berlaku terhadap mereka ketetapan adzab yang tidak bisa ditolak, lalu Kami hancurkan mereka dengan kebinasaan yang sempurna.

AL ISRAA : 17

وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِن بَعْدِ نُوحٍ وَكَفَى بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًَا بَصِيرًا
Terjemah :
Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya.
Tafsir :
Sudah banyak umat-umat yang mendustakan Rasul-rasul mereka sesudah Nabi Nuh yang telah Kami binasakan. Cukuplah Rabbmu, wahai Rasul, bahwa Dia mengetahui semua perbuatan hamba-hamba-Nya, tidak ada suatu pun yang tersembunyi dari-Nya.

AL ISRAA : 18

مَّن كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاء لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاهَا مَذْمُومًا مَّدْحُورًا
Terjemah :
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
Tafsir :
Barangsiapa yang keinginannya adalah kehidupan dunia yang sementara, dan hanya berusaha untuknya semata, tidak percaya kepada akhirat dan tidak beramal untuknya, maka Allah akan menyegerakan baginya di sana apa yang Allah menginginkan dan menghendakinya, yaitu apa yang telah dituliskan-Nya dalm al-Lauh al-Mahfuzh. Kemudian Allah tentukan baginya Neraka Jahanam di akhirat, yang ia masuki dalam keadaan tercela lagi terusir dari rahmat Allah. Hal itu disebabkan ia menginginkan dunia dan berusaha untuknya, bukan untuk akhirat.

AL ISRAA : 19

وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُورًا
Terjemah :
Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.
Tafsir :
Barangsiapa yang menghendaki dengan amal shalihnya pahala negeri akhirat yang abadi, dan berusaha untuknya dengan ketaatan kepada Allah, sedang ia beriman kepada Allah, pahala dan besarnya balasan-Nya, maka mereka itu orang-orang yang perbuatan mereka diterima lagi sebagai simpanan untuk mereka di sisi Rabb mereka, dan mereka akan diberi balasan karenanya.

AL ISRAA : 20

كُلاًّ نُّمِدُّ هَـؤُلاء وَهَـؤُلاء مِنْ عَطَاء رَبِّكَ وَمَا كَانَ عَطَاء رَبِّكَ مَحْظُورًا
Terjemah :
Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu [849] Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.
________________________________________
[849] Yang dimaksud “baik golongan ini maupun golongan itu” ialah mereka yang tersebut dalam ayat 18 dan 19 di atas.
Tafsir :
Tiap-tiap golongan dari orang-orang yang beramal untuk dunia yang fana, dan orang-orang yang beramal untuk akhirat yang abadi, Kami tambahkan kepadanya dari rizki Kami. Kami berikan rizki kepada orang-orang yang beriman dan orang-orang yanfg kafir di dunia ; karena rizki itu dari pemberian Rabbmu sebagai karunia dari-Nya. Dan pemberian Rabbmu itu tidak dihalangi dari seorang pun, baik ia beriman maupun kafir.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*