Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Israa 101-111

AL ISRAA : 101

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءهُمْ فَقَالَ لَهُ فِرْعَونُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا مُوسَى مَسْحُورًا
Terjemah :
Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mu”jizat yang nyata [869], maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir”aun berkata kepadanya: “Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir”.
________________________________________
[869] Mukjizat yang sembilan itu ialah: tongkat, tangan, belalang, kutu, katak, darah, taupan, laut, dan bukit Thur.
Tafsir :
Sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Sembilan mukjizat nyata yang membuktikan kebenaran kenabiannya, yaitu : tongkat, tangan (yang bercahaya putih), tahun-tahun kekeringan, berkurangnya hasil tanaman, banjir, belalang, kutu, katak dan darah. Bertanyalah, wahai Rasul, kepada orang-orang Yahudi dengan pertanyaan untuk meminta pengakuan, ketika Musa datang kepada para pendahulu mereka dengan membawa mukijzat-mukjizat-Nya yang jelas, lalu Fir”aun berkata kepada Musa : Sesungguhnya aku menyangkamu, hai Musa, sebagai penyiir, yang tertipu lagi terkalahkan akalmu, karena perbuatan-perbuatan aneh yang kamu lakukan.

AL ISRAA : 102

قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا أَنزَلَ هَـؤُلاء إِلاَّ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ بَصَآئِرَ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا فِرْعَونُ مَثْبُورًا
Terjemah :
Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir”aun, seorang yang akan binasa”.
Tafsir :
Musa membantahnya : Sesungguhnya kamu telah yakin, hai Fir”aun, bahwa tiada yang menurunkan sembilan mukjizat yang membuktikan kebenaran kenabianku itu, kecuali Rabb langit dan bumi; agar hal itu menjadi bukti-bukti yang bisa dijadikan sebagai argument oleh orang-orang yang berakal atas keesaan Allah dalam rububiyyah dan ulihiyyah-Nya. Sesungguhnya, aku benar-benar yakin bahwa kamu, hai Fir”aun, adalah seorang yang binasa, terlaknat, lagi terkalahkan.

AL ISRAA : 103

فَأَرَادَ أَن يَسْتَفِزَّهُم مِّنَ الأَرْضِ فَأَغْرَقْنَاهُ وَمَن مَّعَهُ جَمِيعًا
Terjemah :
Kemudian (Fir”aun) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikut-pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu, maka Kami tenggelamkan dia (Fir”aun) serta orang-orang yang bersama-sama dia seluruhnya,
Tafsir :
Lalu Fir”aun bermaksud mengganggu Musa dan mengusirnya bersama Bani Israil dari negeri Mesir, maka Kami tenggelamkan dia bersama pasukan yang menyertainya di lautan sebagai hukuman bagi mereka.

AL ISRAA : 104

وَقُلْنَا مِن بَعْدِهِ لِبَنِي إِسْرَائِيلَ اسْكُنُواْ الأَرْضَ فَإِذَا جَاء وَعْدُ الآخِرَةِ جِئْنَا بِكُمْ لَفِيفًا
Terjemah :
dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil: “Diamlah di negeri ini, maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur (dengan musuhmu )”.
Tafsir :
Dan Kami berfirman sesudah kebinasaan Bani Israil : Berdiamlah di bumi Syam. Apabila tiba Hari Kiamat, maka Kami akan datangkan kalian semua dari kubur kalian ke tempat penghisaban.

AL ISRAA : 105

وَبِالْحَقِّ أَنزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Terjemah :
Dan Kami turunkan (Al Qur”an) itu dengan sebenar-benarnya dan Al Qur”an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
Tafsir :
Dengan kebenaranlah Kami turunkan al-Qur”an ini kepada Muhammad صلی الله عليه وسلم , untuk memerintah dan melarang para hamba, menjanjikan pahala dan siksa kepada mereka. Dan demikian pula, al-Qur”an turun dengan benar, adil, dan terjaga dari penyelewengan dan perubahan. Kami tidak mengutusmu, wahai Rasul, melainkan sebagai pembawa berita gembira dengan surga dan pemberi peringatan dengan neraka terhadap siapa yang durhaka dan kafir.

AL ISRAA : 106

وَقُرْآناً فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلاً
Terjemah :
Dan Al Qur”an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.
Tafsir :
Kami turunkan kepadamu, wahai Rasul, al-Qur”an yang Kami jelaskan, Kami tetapkan, dan Kami uraikan, untuk membedakan antara petunjuk dengan kesesatan, kebenaran dengan kebatilan; agar kamu membacakannya kepada manusia dengan perlahan-lahan. Kami menurunkannya secara berangsur-angsur, sedikit demi sedikit, sesuai peristiwa dan tuntutan keadaan.

AL ISRAA : 107

قُلْ آمِنُواْ بِهِ أَوْ لاَ تُؤْمِنُواْ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُواْ الْعِلْمَ مِن قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلأَذْقَانِ سُجَّدًا
Terjemah :
Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur”an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,
Tafsir :
Katakanlah, wahai Rasul, kepada orag-orang yang mendustakan itu : Berimanlah kepada al-Qur”an atau janganlah beriman; karena keimanan kalian tidak menambah kesempurnaaannya, dan pendustaan kalian tidak membuatnya berkurang kesempurnaannya. Sesungguhnya para ulama yang diberi kitab-kitab terdahulu sebelum al-Qur”an, dan mereka mengetahui hakikat wahyu, apabila al-Qur”an dibacakan kepada mereka, maka mereka khusyu lalu bersujud dengan wajah mereka, karena mengagungkan Allah dan bersyukur kepada-Nya.

AL ISRAA : 108

وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِن كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولاً
Terjemah :
dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi”.
Tafsir :
Orang-orang yang diberi ilmu itu mengatakan, ketika mendengar al-Qur”an : Mahasuci Rabb kami dan Dia terbebas dari sifat-sifat yang diberikan oleh orang-orang musyrik kepada-Nya. Janji Allah berupa pahala dan siksa tidak lain pasti akan terjadi.

AL ISRAA : 109

وَيَخِرُّونَ لِلأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا
Terjemah :
Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu.
Tafsir :
Mereka bersujud dengan wajah mereka sambil menangis karena terkesan dengan pesan-pesan al-Qur”an, dan menyimak al-Qur”an berikut pesan-pesannya membuat mereka semakin tunduk kepada perintah Allah dan keagungan kekuasaan-Nya.

AL ISRAA : 110

قُلِ ادْعُواْ اللّهَ أَوِ ادْعُواْ الرَّحْمَـنَ أَيًّا مَّا تَدْعُواْ فَلَهُ الأَسْمَاء الْحُسْنَى وَلاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً
Terjemah :
Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya [870] dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”.
________________________________________
[870] Maksudnya janganlah membaca ayat Al Qur”an dalam shalat terlalu keras atau terlalu perlahan tetapi cukuplah sekedar dapat didengar oleh ma”mum.
Tafsir :
Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik kaummu yang mengingkari doa yang kamu panjatkan, dengan mengucapkan, ya Allah, ya Rahman. Berdoalah kepada Allah, atau berdoalah kepada ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja dari nama-nama-Nya yang kalian seru, maka sesungguhnya kalian berseru kepada satu Rabb : karena semua nama-Nya adalah husna (mahaindah). Jangan mengeraskan bacaan dalam shalatmu, sehingga orang-orang musyrik mendengarnya, dan janganlah pula merendahkannya, sehingga para sahabatmu tidak mendengarnya. Hendaklah kamu bersikap pertengahan antara jahar (keras) dan berbisik.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Mardawaih dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata : Suatu hari Rasulullah صلی الله عليه وسلم sedang di Makkah, beliau berdoa, dalam doanya beliau berkata : Ya Allah, ya Rahman. Maka orang-orang musyrik berkata : Lihatlah kepada laki-laki shabi” ini, dia melarang kita berdoa kepada dua Tuhan padahal dirinya sendiri melakukan. Maka Allah menurunkan ayat 110 ini.

Al-Bukhari dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata : Ia turun pada saat Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersembunyi di Makkah, jika beliau shalat bersama para sahabat, beliau mengangkat suaranya dengan al-Qur”an, maka jika orang-orang musyrik mendengar al-Qur”an, mereka mencacinya berikut yang menurunkan dan yang membawanya, maka turunlah ayat 110 ini.

AL ISRAA : 111

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَم يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلَّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا
Terjemah :
Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.
Tafsir :
Katakanlah, wahai Rasul : Segala puji bagi Allah yang memiliki kesempurnaan dam sanjungan, yang disucikan dari memiliki anak dan sekutu dalam uluhiyyah-Nya. Dia tidak mempunyai penolong dari makhluk-Nya, karena Dia Mahakaya (tidak membutuhkan makhluk-Nya) lagi Mahakuat, sedangkan mereka fakir lagi membutuhkan kepada-Nya. Karena itu, agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sempurna, dengan memuji-Nya dan beribadah kepada-Nya semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya, serta memurnikan seluruh ketaatan hanya untuk-Nya semata.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*