Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Hijr 91-99

AL HIJR : 91

الَّذِينَ جَعَلُوا الْقُرْآنَ عِضِينَ

Terjemah : (yaitu) orang-orang [816] yang telah menjadikan Al Qur”an itu terbagi-bagi [817].

 

________________________________________

 

[816] Yakni orang-orang Yahudi dan Nasrani Yang membagi-bagi Al Qur”an, ada bagian yang mereka percayai dan ada pula bagian yang mereka ingkari. [817] Maksud ayat 89, 90, 91, ialah Allah Imenyuruh Nabi Muhammad r memperingatkan kepada orang Yahudi dan Nasrani bahwa Allah akan menurunkan azab kepada mereka sebagaimana Allah telah membinasakan kaum Tsamud.

Tafsir : Yaitu orang-orang yang menjadikan al-Qur”an dalam bagian-bagian. Di antara mereka ada yang mengatakan al-Qur”an adalah sihir, di antara mereka ada yang mengatakan al-Qur”an adalah perdukunan, dan di antara mereka ada yang mengatakan selain itu. Mereka memalingkan al-Qur”an sesuai hawa nafsu mereka, untuk menghalangi manusia dari petunjuk.

AL HIJR : 92,93

فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِيْنَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Terjemah : Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua,tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.

Tafsir : Maka maka demi Rabbmu, sungguh Kami akan menghisab mereka pada Hari Kiamat, dan sungguh Kami akan membalas mereka semua, berkenaan dengan pembagian mereka terhadap al-Qur”an dengan kedustaan mereka, menyelewengkan dan merubahnya, serta selainnya dari apa yang dulu mereka lakukan berupa penyembahan berhala, kemaksiatan dan dosa. Ini berisikan ancaman dan hardikan terhadap mereka dari melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk ini.

AL HIJR : 94

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

Terjemah : Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.

Tafsir : Maka, sampaikanlah secara terang-terangan dakwah al-Haqq yang diperintahkan Allah kepadamu, dan jangan hiraukan orang-orang musyrik. Sesungguhnya Allah telah membebaskanmu dari apa yang mereka katakan.

AL HIJR : 95

إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ

Terjemah : Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu),

Tafsir : Sesungguhnya Kami melindungimu dari orang-orang yang mengolok-olok, Asbabun Nuzul : Al-Bazzar dan ath-Thabrani meriwayatkan dari Anas bin Malik berkata : Nabi صلی الله عليه وسلم berjalan melewati beberapa orang di Makkah, mereka menghina beliau dari belakang, mereka berkata : Inilah orang yang mengaku-ngaku sebagai Nabi. Saat itu Jibril sedang bersama beliau. Maka Jibril pun menusukkan jarinya, maka sesuatu seperti kuku menancap di tubuh mereka, yang akhirnya berubah menjadi nanah yang berbau sehingga tidak ada yang mau mendekati mereka. Maka Allah menurunkan ayat 95 ini.

AL HIJR : 96

الَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ اللّهِ إِلـهًا آخَرَ فَسَوْفَ يَعْمَلُونَ

Terjemah : (Yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya).

Tafsir : Yaitu para pemuka Quraisy yang menjadikan sekutu bersama Allah berupa berhala dan selainnya. Kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatan mereka di dunia dan akhirat.

AL HIJR : 97

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ

Terjemah : Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan,

Tafsir : Sungguh Kami mengetahui kesempitan dadamu, wahai Rasul, disebabkan apa yang diucapkan oleh orang-orang musyrik terhadapmu dan terhadap dakwahmu.

AL HIJR : 98

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ

Terjemah : maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat),

Tafsir : Maka, bersegeralah kepada Rabbmu, ketika sempit dadamu, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya sebagai rasa syukur dan sanjungan kepada-Nya. Jadilah kamu termasuk orang-orang yang shalat lagi beribadah karena-Nya. Sesungguhnya itu mencukupimu dari apa yang menyusahkanmu.

AL HIJR : 99

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Terjemah : dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).

Tafsir : Teruslah beribadah kepada Rabbmu sepanjang hidupmu hingga keyakinan datang kepadamu, yaitu kematian. Dan Rasulullah صلی الله عليه وسلم melaksanakan perintah Rabbnya. Beliau terus membiasakan beribadah kepada Allah, hingga datang kepadanya keyakinan dari Rabb-Nya (yakni kematian).

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*