Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Hajj 31-35

AL-HAJJ : 31-

حُنَفَاء لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاء فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

TERJEMAH :

dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.

TAFSIR :

Lurus karena Allah dalam keikhlasan beramal karena-Nya, menuju ke haribaan-Nya dengan beribadah kepada-Nya semata dan mengesakan-Nya dengan ketaatan, lagi berpaling dari selain-Nya dengan mencampakkan kemusyrikan. Karena barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka permisalannya (dalam hal jauhnya dari petunjuk, kebinasaaannya, kejatuhannya dari keluhuran iman menuju kehinaan kekafiran, dan disambar setan dari berbagai penjuru) adalah seperti orang yang jatuh dari langit, lalu ada dua kemungkinan : ia disambar burung lalu memotong-motong anggota tubuhnya, atau diterbangkan angin yang sangat kencang lalu melemparkannya ke tempat yang sangat jauh.

AL-HAJJ : 32-

ذَلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ

TERJEMAH :

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah [991], maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.

[991] Arti syi’ar Allah lihat no. 389.

TAFSIR :

Itulah yang diperintahkan Allah, yaitu mentauhidkan-Nya dan memurnikan ibadah karena-Nya. Barangsiapa yang melaksanakan perintah Allah dan mengagungkan rambu-rambu agama, di antaranya amalan-amalan haji berikut tempat-tempat pelaksanaannya, dan sembelihan-sembelihan yang disembelih di sana, yaitu dengan menyembelihnya secara sempurna dan menyebut nama Allah saat menyembelihnya. Pengagungan ini merupakan perbuatan orang-orang yang memiliki hati yang bersifatkan dengan ketakwaan dan rasa takut kepada-Nya.

AL-HAJJ : 33-

لَكُمْ فِيهَا مَنَافِعُ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ مَحِلُّهَا إِلَى الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

TERJEMAH :

Bagi kamu pada binatang-binatang hadyu [992] itu ada beberapa manfa’at [993], sampai kepada waktu yang ditentukan, kemudian tempat wajib (serta akhir masa) menyembelihnya ialah setelah sampai ke Baitul Atiq (Baitullah).

[992] Lihat not. 391.
[993] Maksudnya: binatang-binatang hadyu itu boleh kamu ambil manfa’atnya, seperti dikendarai, diambil susunya dan sebagainya, sampai hari nahar.

TAFSIR :

Pada binatang-binatang sembelihan ini terdapat beberapa manfaat bagi kalian yang bisa kalian petik, yaitu bulu,susu,dikendarai,dan selainnya yang tidak membahayakannya hingga waktu penyembelihannya di al-Bait al-Atiq, yaitu tanah haram seluruhnya.

AL-HAJJ : 34-

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

TERJEMAH :

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),

TAFSIR :

Tiap-tiap umat beriman yang telah lalu, Kami tetapkan manasik untuk mereka berupa menyembelih dan mengalirkan darah. Hal itu dimaksudkan agar mereka menyebut nama Allah ketika menyembelih binatang ternak ini yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, dan bersyukur kepada-Nya. Illah (sembahan kalian), wahai manusia, adalah Illah Yang Maha Esa, yaitu Allah. Taatilah perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya. Berilah kabar gembira, wahai Nabi, kepada orang-orang yang merendahkan dan tunduk kepada Rabb mereka dengan kebaikan dunia dan akhirat.

AL-HAJJ : 35-

الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَالصَّابِرِينَ عَلَى مَا أَصَابَهُمْ وَالْمُقِيمِي الصَّلَاةِ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

TERJEMAH :

(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.

TAFSIR :

Di antara sifat-sifat orang-orang yang merendahkan diri lagi khusyu’, ialah apabila nama Allah saja yang disebutkan kepada mereka, maka mereka takut kepada siksa-Nya dan takut menyelisihi-Nya. Apabila mereka tertimpa kesulitan dan kesusahan, mereka bersabar terhadap hal itu karena mengharapkan pahala dari Allah, dan mereka mendirikan shalat secara sempurna. Di samping itu, mereka menafkahkan sebagian rizki yang Allah berikan kepada mereka dalam perkara yang diwajibkan atas mereka, berupa zakat, memberi nafkah keluarga, orang-orang yang wajib diberi nafkah, di jalan Allah, dan nafkah yang bersifat anjuran.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*