Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Hajj 11-15

AL-HAJJ : 11-

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

TERJEMAH :

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi [981]; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang [982]. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.

[981] Maksudnya: tidak dengan penuh keyakinan.
[982] Maksudnya: kembali kafir lagi.

TAFSIR :

Di antara manusia ada yang masuk ke dalam Islam dalam keadaan lemah dan ragu-ragu, lalu ia menyembah Allah dengan penuh kebimbangan, seperti orang yang berdiri di tepi gunung atau tembok dengan tanpa berpegangan, dan ia mengikat keimanannnya dengan urusan dunianya. Jika ia hidup dalam kondisi sehat dan lapang, maka ia meneruskan ibadahnya. Sebaliknya, jika ia mendapat ujian dengan suatu yang tidak menyenangkan dan kesusahan, maka ia menisbatkan keburukan hal itu kepada agamanya. Lalu ia berbalik darinya, seperti orang yang membalikkan wajahnya, setelah sebelumnya bersikap istiqomah. Dengan demikian, ia merugi di dunia; karena kekafirannya tetap tidak akan merubah apa yang telah ditetapkan untuknya, dan ia juga merugi diakhirat dengan masuk ke dalam neraka. Itu adalah kerugian yang jelas lagi nyata.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari jalan Athiyah dari Ibnu Mas’ud berkata : Seorang Yahudi masuk Islam, lalu dia menjadi buta, harta dan anaknya pun lenyap, maka dia merasa sial karena masuk Islam. Dia berkata : Aku tidak meraih kebaikan sama sekali dari agamaku ini, mataku buta, harta dan anakku pun lenyap. Maka turun ayat 11 ini.

AL-HAJJ : 12-

يَدْعُو مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُ وَمَا لَا يَنفَعُهُ ذَلِكَ هُوَ الضَّلَالُ الْبَعِيدُ

TERJEMAH :

Ia menyeru selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat dan tidak (pula) memberi manfa’at kepadanya. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.

TAFSIR :

Orang yang merugi itu menyembah selain Allah yang tidak dapat memberi mudharat kepadanya bila meninggalkannya, dan tidak pula dapat memberi manfaat kepadanya bila menyembahnya. Itulah kesesatan yang jauh dari kebenaran.

AL-HAJJ : 13-

يَدْعُو لَمَن ضَرُّهُ أَقْرَبُ مِن نَّفْعِهِ لَبِئْسَ الْمَوْلَى وَلَبِئْسَ الْعَشِيرُ

TERJEMAH :

Ia menyeru sesuatu yang sebenarnya mudharatnya lebih dekat dari manfa’atnya. Sesungguhnya yang diserunya itu adalah sejahat-jahat kawan. Balasan terhadap orang yang beriman dan beramal saleh.

TAFSIR :

Ia menyembah orang yang mudaratnya sudah pasti lebih dekat daripada manfaatnya. Orang yang disembah itu adalah seburuk-buruk penolong dan seburuk-buruk kawan.

AL-HAJJ : 14-

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ

TERJEMAH :

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

TAFSIR :

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, teguh di atasnya, dan mengerjakan amal-amal shalih, ke dalam surga-surga yang mengalir sungai-sungai dari bawah istana-istana dan pepohonannnya. Sesungguhnya Allah melakukan apa yang Dia kehendaki, yaitu memberi pahala kepada orang-orang yang menaati-Nya sebagai anugerah dari-Nya, dan memberi siksa kepada orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya sebagai keadilan dari-Nya.

AL-HAJJ : 15-

مَن كَانَ يَظُنُّ أَن لَّن يَنصُرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى السَّمَاء ثُمَّ لِيَقْطَعْ فَلْيَنظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُ مَا يَغِيظُ

TERJEMAH :

Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya [983].

[983] Maksud ayat ini ialah, seandainya orang yang memusuhi Nabi Muhammad r tidak senang atas kemajuan Islam bisa naik ke langit dan dapat melihat keadaan di sana, tentu ia akan mengetahui bahwa kemajuan Islam yang tidak ia senangi itu tidak dapat dihalang-halangi. Sebagian ahli tafsir mengartikan: maka hendaklah ia merentangkan tali ke loteng rumahnya kemudian ia mencekik lehernya dengan tali itu.

TAFSIR :

Barangsiapa yang meyakini bahwa Allah tidak akan mendukung Rasul-Nya Muhammad, dengan pertolongan di dunia dengan memenangkan agamanya, dan di akhirat dengan meninggikan derajatnya, serta mengadzab orang-orang yang mendustakannya, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit-langit rumahnya dan mencekik dirinya dengan tali itu, lalu hendaklah ia memutuskan tali itu, kemudian hendaklah ia memperhatikan : Apakah hal itu dapat menghilangkan kemarahan yang dirasakannya dalam dirinya?? Karena Allah sudah pasti akan menolong Nabi-Nya, Muhammad صلی الله عليه وسلم .

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*