Tafsir Al-Muyasar Surat AL-Furqaan 26-30

AL-FURQAAN : 26-

الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ لِلرَّحْمَنِ وَكَانَ يَوْمًا عَلَى الْكَافِرِينَ عَسِيرًا

TERJEMAH :

Kerajaan yang hak [1064] pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu), satu hari penuh kesukaran bagi orang-orang kafir.

[1064] Yang dimaksud dengan “kerajaan yang hak” ialah kekuasaan yang mutlak yang tak dapat disertai oleh suatu apapun juga.

TAFSIR :

Pada hari itu kerajaan yang haq hanyalah milik Dzat yang Maha Pemurah saja tidak yang lainnya. Hari itu adalah hari yang penuh dengan kesukaran dan kesulitan bagi orang-orang kafir. Karena mereka akan menerima balasan dan adzab yang sangat pedih.

AL-FURQAAN : 27-

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا

TERJEMAH :

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya [1065], seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”.

[1065] Menggigit tangan (jari) maksudnya menyesali perbuatannya.

TAFSIR :

Wahai Rasul, ingatlah pada hari itu orang-orang zhalim menggigit tangannya sebagai bentuk penyesalan dan kerugian seraya berkata : Alangkah nikmatnya sekiranya aku menemani Rasulullah صلی الله عليه وسلم  dan mengikutinya, serta menjadikan agama Islam sebagai jalan menuju surga.

AL-FURQAAN : 28-

يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا

TERJEMAH :

Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan [1066] itu teman akrab(ku).

[1066] Yang dimaksud dengan si Fulan, ialah syaitan atau orang yang telah menyesatkannya di dunia.

TAFSIR :

Ia merasa rugi seraya berkata : Alangkah nikmatnya sekiranya aku tidak menjadikan orang-orang kafir itu sebagai teman, yang kemudian aku mengikuti dan mencintainya.

AL-FURQAAN : 29-

لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولًا

TERJEMAH :

Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an ketika Al Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.

TAFSIR :

Sungguh teman ini telah menjauhkanku dari al-Qur’an setelah kedatangannya kepadaku. Sesungguhnya setan makhluk yang terlaknat tidak akan memberi pertolongan kepada manusia selama-lamanya. Ayat ini menjelaskan tentang perlunya sikap kehati-hatian terhadap teman yang buruk, karena sesungguhnya ia bisa menjadi sebab bagi temannya untuk masuk ke dalam neraka.

AL-FURQAAN : 30-

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

TERJEMAH :

Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an itu sesuatu yang tidak diacuhkan”.

TAFSIR :

Rasul berkata sebagai bentuk keluh-kesah atas tingkah laku umatnya : Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku telah meninggalkan al-Qur’an dan menjadikannya sesuatu yang tidak diacuhkan. Mereka terus menerus menolaknya, tidak mau merenungkannya, tidak mau mengamalkan dan tidak mau menyampaikannya. Ayat ini mengandung ancaman besar bagi orang-orang yang mengacuhkan al-Qur’an dan tidak mengamalkannya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*