Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Baqoroh 261-270

AL BAQARAH : 261

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Terjemah :
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah [166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
________________________________________
[166] Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain.
Tafsir :
Di antara amal shalih yang besar manfaatnya bagi orang-orang beriman adalah infak di jalan Allah. Perumpamaan orang-orang mukmin yang berinfak di jalan Allah adalah seperti sebuah biji yang ditanam di dalam bumi yang subur, lalu ia menumbuhkan sebuah batang yang bercabang tujuh, masing-masing cabang mempunyai seratus biji. Dan Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki, berdasarkan apa yang tertanam dalam hati penginfak berupa iman dan keikhlasan yang sempurna. Karunia Allah itu luas dan Dia mengetahui siapa yang berhak mendapatkannya, dan mengetahui niat-niat hamba-Nya.

AL BAQARAH : 262

الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ ثُمَّ لاَ يُتْبِعُونَ مَا أَنفَقُواُ مَنًّا وَلاَ أَذًى لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
Terjemah :
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut- nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Tafsir :
Orang-orang yang mengeluarkan harta mereka di bidang jihad dan jalan-jalan kebaikan, kemudian mereka tidak mengiringi harta yang mereka infakkan itu dengan mengungkit-ungkitnya atas penerimanya dan tidak pula dengan sesuatu yang menyakiti berupa perkataan atau perbuatan yang mengindikasikan adanya keunggulan atasnya, mereka mendapatkan pahala besar di sisi Rabb mereka, tiada ketakutan atas mereka terkait dengan perkara akhirat yang akan mereka hadapi, dan tiada kesedihan bagi mereka terkait dengan perkara dunia yang tidak mereka dapatkan.

AL BAQARAH : 263

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَآ أَذًى وَاللّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ
Terjemah :
Perkataan yang baik dan pemberian maaf [167] lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

[167] Perkataan yang baik : maksudnya menolak dengan cara yang baik, dan maksud pemberian maaf ialah memaafkan tingkah laku yang kurang sopan dari si penerima.
Tafsir :
Perkataan yang baik kepada peminta dan memaafkan permintaan yang dilakukannya secara terus menerus adalah lebih baik daripada sedekah yang diikuti dengan sikap buruk yang menyakiti. Allah tidak memerlukan sedekah para hamba dan Dia Maha Penyantun sehingga tidak menyegerakan hukuman atas mereka.

AL BAQARAH : 264

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاء النَّاسِ وَلاَ يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لاَّ يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُواْ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir [168].

[168] Mereka ini tidak mendapat manfaat di dunia dari usaha-usaha mereka dan tidak pula mendapat pahala di akhirat.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah kalian menyia-nyiakan pahala sedekah kalian dengan sikap mengungkit-ungkit dan menyakiti. Itu sama dengan orang yang bersedekah agar dilihat oleh manusia sehingga mereka memujinya, sementara dia juga tidak beriman kepada Allah dan tidak meyakini hari akhir. Perumpamaannya adalah seperti baju licin, di atasnya ada debu lalu hujan besar lagi deras mengguyurnya, hujan itu pun melenyapkan debu di atas batu tersebut, sehingga batu itu pun licin tiada bekasnya. Demikian pula keadaan orang-orang yang bersedekah dengan dorongan riya, amal-amal mereka lenyap di sisi Allah, mereka tidak mendapatkan balasan apapun disisi-Nya atas apa yang telah mereka nafkahkan. Allah tidak akan membimbing orang-orang kafir untuk mengetahui kebenaran dalam perkara infak dan lainnya.

AL BAQARAH : 265

وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ وَتَثْبِيتًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِن لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Terjemah :
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.
Tafsir :
Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta mereka demi mencari ridha Allah disertai keyakinan yang kokoh terhadap kebenaran janji-Nya adalah seperti kebun yang besar di dataran tinggi yang subur yang disiram hujan yang deras, maka buah-buahannya melimpah ruah. Bila hujan yang deras tidak turun, maka cukuplah hujan kecil untuk menghasilkan buah-buahan yang melimpah. Demikian pula infak orang-orang yang ikhlas, ia diterima oleh Allah dan dilipatgandakan, sedikit maupun banyak. Allah Maha Mengetahui rahasia-rahasia, Maha Melihat apa yang Nampak dan apa yang tersembunyi, memberikan balasan kepada masing-masing orang berdasarkan keikhlasannya.

AL BAQARAH : 266

أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَن تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاء فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ
Terjemah :
Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya [169].

[169] Inilah perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya karena riya, membangga-banggakan tentang pemberiannya kepada orang lain, dan menyakiti hati orang.
Tafsir :
Apakah salah seorang di antara kalian berharap memiliki kebun kurma dan anggur, di bawah kebun itu mengalir sunagi-sungai yang tawar airnya, di dalamnya dia mempunyai berbagai macam buah-buahan. Padahal dia sudah mencapai usia lanjut, tidak mampu lagi menanam seperti tanaman-tanaman itu, dia pun mempunyai anak-anak kecil yang membutuhkan kebun tersebut. Namun dalam kondisi demikian angin sangat kencang bertiup, angin itu adalah angin panas yang bisa membakar kebunnya? Demikianlah keadaan orang-orang yang tidak ikhlas dalam berinfak, mereka datang Di Hari Kiamat tanpa mendapatkan balasan kebaikan apa pun. Allah membimbing kalian kepada apa yang bermanfaat bagi kalian dengan penjelasan seperti ini agar kalian merenungkan sehingga kalian mengikhlaskan infak kalian karena Allah.

AL BAQARAH : 267

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَلاَ تَيَمَّمُواْ الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلاَّ أَن تُغْمِضُواْ فِيهِ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang beriman kepada-Ku dan mengikuti jalan-Ku, infakkanlah dari yang halal lagi baik dari apa yang kalian hasilkan dari usaha kalian dan dari apa yang Kami keluarkan dari bumi. Jangan sengaja memilih yang buruk darinya lalu memberikannya kepada fakir miskin. Seandainya yang buruk tersebut diberikan kepada kalian, niscaya kalian menolaknya karena keburukan dan aibnya. Lantas bagaimana kalian merelakan sesuatu untuk Allah padahal kalian tidak merelakannya untuk diri kalian sendiri? Sadarilah bahwa Allah yang telah memberi rizki kepada kalian tidak memerlukan sedekah kalian, Dia berhak disanjung dan dipuji dalam segala keadaan.

Asbabun Nuzul :
At-Tirmidzi, al-Hakim, Ibnu Majah dan lainnya meriwayatkan dari al-Barra : Ayat ini turun kepada kami orang-orang Anshar. Kami adalah petani kurma. Seorang laki-laki mengambil sedekah dari kurmanya sesuai dengan banyak dan sedikitnya hasil panennya. Ada pula orang yang tidak menginginkan kebaikan, mereka membawa janjang dengan kurma yang buruk dan tidak matang untuk disedekahkan. Ada pula yang membawa janjang yang telah patah, maka Allah menurunkan ayat ini.

Abu Dawud, an-Nasai, al-Hakim meriwayatkan dari Sahal bin Hunaif, ia berkata : Dulu orang-orang memilih buah mereka yang buruk dan mengeluarkannya sebagai sedekah, maka turunlah ayat ini.

Al-Hakim meriwayatkan dari Jabir, ia berkata : Nabi diperintahkan berzakat fitri dengan satu sha kurma. Lalu seorang laki-laki datang membawa kurma yang jelek, maka ayat 167 ini pun turun.

AL BAQARAH : 268

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاء وَاللّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلاً وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Terjemah :
Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia [170]. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.

[170] Balasan yang lebih baik dari apa yang dikerjakan sewaktu di dunia.
Tafsir :
Kebakhilan dan kesengajaan memilih yang buruk untuk disedekahkan adalah dari setan yang menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan dan mendorong kalian untuk bersikap kikir. Dia juga memerintahkan kalian agar berbuat maksiat dan menyelisihi perintah Allah, padahal Allah menjanjikan dengan infak kalian itu ampunan bagi dosa-dosa kalian dan rizki yang lapang bagi kalian. Allah Mahaluas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui niat dan perbuatan.

AL BAQARAH : 269

يُؤتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاء وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ
Terjemah :
Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).
Tafsir :
Allah memberikan ketepatan dalam bertutur kata dan berbuat kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Barangsiapa yang diberi nikmat yang demikian oleh Allah, maka dia telah diberi kebaikan yang melimpah. Hal ini tidak diingat dan tidak diambil manfaatnya kecuali oleh orang-orang yang memiliki akal yang bersinar karena cahaya Allah dan hidayah-Nya.\

AL BAQARAH : 270

وَمَا أَنفَقْتُم مِّن نَّفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُم مِّن نَّذْرٍ فَإِنَّ اللّهَ يَعْلَمُهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
Terjemah :
Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan [171], maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.

[171] Nazar : yaitu janji untuk melakukan sesuatu kebaktian terhadap Allah Iuntuk mendekatkan diri kepada-Nya baik dengan syarat ataupun tidak.
Tafsir :
Harta apapun yang kalian berikan, banyak atau sedikit, sebagai sedekah demi mendapatkan ridha Allah atau kalian mewajibkan sebagian harta atau selainnya atas diri kalian melalui pintu nadzar, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. Dia mengawasi niat-niat kalian dan akan membalas kalian atas itu. Barangsiapa menghalang-halangi hak Allah, maka dia adalah orang zhalim dan orang-orang zhalim itu tidak mempunyai penolong yang membantu mereka terbebas dari siksa Allah.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*