Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Baqoroh 171-180

AL BAQARAH : 171

وَمَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا كَمَثَلِ الَّذِي يَنْعِقُ بِمَا لَا يَسْمَعُ إِلَّا دُعَاءً وَنِدَاءً ۚ صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُونَ
Terjemah :
Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.
Tafsir :
Sifat orang-orang kafir beserta penyeru mereka kepada iman adalah seperti sifat pengembala yang meneriaki hewan-hewan gembalaannya dan menghardiknya, sementara hewan-hewan tersebut tidak memahami makna kata-katanya, ia hanya mendengar panggilan dan gema suaranya saja. Orang-orang kafir itu adalah orang-orang yang tuli sehingga mereka tidak mendengar kebenaran, bisu sehingga mereka tidak kuasa mengucapkan kebenaran dan buta sehingga mereka tidak bisa melihat bukti-bukti yang jelas. Mereka tidak menggunakan akal mereka dalam perkara yang bermanfaat bagi mereka.

AL BAQARAH : 172

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.
Tafsir :
Wahai orang-orang beriman, makanlah dari makanan-makanan yang baik lagi halal yang Allah rizkikan kepada kalian. Dan janganlah kalian meniru orang-orang kafir yang mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang burukl. Bersyukurlah kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang agung kepada kalian dengan hati,lisan dan anggota badan kalian, bila kalian memang benar-benar tunduk dan patuh kepada-Nya, mendengar dan menaati-Nya, menyembah-Nya semata tiada sekutu bagi-Nya.

AL BAQARAH : 173

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Terjemah :
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir :
Allah hanya mengharamkan atas kalian apa yang berbahaya bagi kalian seperti bangkai yang tidak disembelih secara syar i, darah yang mengalir, daging babi dan sembelihan-sembelihan untuk selain Allah. Di antara kemudahan dan karunia Allah atas kalian adalah bahwa Dia membolehkan bagi kalian untuk memakan makanan-makanan yang diharamkan diatas dalam keadaan terpaksa. Siapa yang dipaksa oleh keadaaan untuk makan sebagian darinya, tanpa berbuat zhalim dengan makan melebihi hajatnya, tidak melampaui batas-batas Allah dalam apa yang dibolehkan baginya, maka tidak ada dosa atasnya dalam hal itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya dan Maha Penyayang kepada mereka.

AL BAQARAH : 174

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۙ أُولَٰئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Terjemah :
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan oleh Allah dalam kitab-kitab mereka berupa ciri Muhammad dan kebenaran lainnya, berusaha dengan sungguh-sungguh mendapatkan harta dunia yang sedikit sebagai upah dari menyembunyikan tersebut. Mereka itu tidak makan sebagai upah apa yang mereka lakukan dari menyembunyikan kebenaran, kecuali api Neraka Jahanam yang berkobar-kobar didalam perut mereka. Allah tidak berbicara kepada mereka di Hari Kiamat karena Dia murka dan marah kepada mereka. Allah tidak menyucikan mereka dari kotoran dosa dan kekufuran mereka, dan bagi mereka siksa yang menyakitkan.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ikrimah tentang firman Allah ayat 174, Dan ayat yang ada dalam surat Ali Imran ayat 77. Keduanya turun kepada orang-orang Yahudi.

AL BAQARAH : 175

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ
Terjemah :
Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!
Tafsir :
Orang-orang dengan sifat-sifat di atas adalah orang-orang yang menukar petunjuk dengan kesesatan serta ampunan Allah dengan siksa-Nya. Betapa beraninya mereka menjerumuskan diri mereka ke dalam Neraka dengan melakukan perbuatan-perbuatan penghuni Neraka!! Allah takjub terhadap keberanian mereka untuk melakukan hal itu. Maka kalian wahai manusia, takjublah terhadap keberanian, kesabaran dan keberadaan mereka di Neraka. Ini sebagai sebuah penghinaan dan perendahan terhadap mereka.

AL BAQARAH : 176

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ نَزَّلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِي الْكِتَابِ لَفِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ
Terjemah :
Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran).
Tafsir :
Siksa yang mereka berhak mendapatkannya disebabkan karena Allah telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada utusan-utusan-Nya yang berisi kebenaran yang nyata, lalu mereka ingkar kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang al-Qur an, lalu mereka beriman keapada sebagian dan kafir kepada sebagian yang lainnya, benar-benar dalam keadaan berselisih dan berpecah belah yang parah dan jauh dari kebenaran serta jalan yang lurus.

AL BAQARAH : 177

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
Terjemah :
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Tafsir :
Kebaikan di sisi Allah bukan dengan menghadap dalam shalat ke timur dan ke barat, bila hal itu bukan atas dasar perintah dari Allah dan syariat-Nya. Akan tetapi kebaikan bahkan seluruh kebaikan adalah beriman keapada Allah dan mempercayai-Nya sebagai sesembahan yang sah semata tiada sekutu bagi-Nya, beriman kepada hari kebangkitan dan pembalasan, para malaikat seluruhnya, kitab-kitab yang diturunkan semuanya, beriman kepada seluruh nabi-nabi tanpa membedakan. Dia juga memberikan hartanya secara suka rela sekalipun sangat memerlukannya kepada kerabat, anak-anak yatim yang membutuhkan, di mana bapak mereka wafat saat mereka belum mencapai usia baligh, orang-orang miskin yang tidak mempunyai apa yang bisa menutup hajat kebutuhan mereka, musafir-musafir yang membutuhkan, yang jauh dari keluarga dan negeri mereka, serta orang-orang yang meminta-minta yang terpaksa melakukan karena terdesak oleh kebutuhan. Dia juga berinfak demi membebaskan budak dan tawanan perang, mendirikan shalat, menunaikan zakat yang wajib, orang-orang yang memenuhi janji-janji mereka, orang-orang yang sabar dalam keadaan miskin, sakit dan dalam keadaaan peperangan yang dahsyat. Orang-orang yang memiliki sifat-sifat di atas adalah orang-orang yang benar imannya, mereka adalah orang-orang yang menjaga diri mereka dari adzab Allah dengan menjauhi kemaksiatan kepada-Nya.

AL BAQARAH : 178

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى ۖ الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَىٰ بِالْأُنْثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, beramal dengan syariat-Nya. Allah telah mewajibkan atas kalian agar kalian menetapkan qishash atas pembunuhan dengan sengaja, dengan syarat kesamaan dan kesetaraan; orang merdeka diqishash dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, wanita dengan wanita. Namun siapa yang dimaafkan oleh wali korban, dimana wali korban tidak menuntut qishash dan mereka cukup dengan menuntut diyat, yaitu harta yang dibayarkan oleh pelaku kepada keluarga korban sebagai imbalan maaf yang mereka berikan kepadanya, maka hendaknya kedua belah pihak berpegang kepada akhlak yang baik, keluarga korban menuntut diyat dengan lemah-lembut, sementara pembunuh membayar hak mereka dengan baik tanpa menunda-nunda dan menguranginya. Maaf dengan menerima diyat merupakan keringanan dari Rabb kalian dan rahmat-Nya kepada kalian, karena ia mengandung kemudahan dan manfaat. Maka siapa yang membunuh si pembunuh setelah maaf dan menerima diyat, maka dia akan memperoleh siksa yang pedih dengan menanggung hukuman qishash di dunia atau api neraka di akhirat.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Said bin Jubair, ia berkata : Ada dua suku dari bangsa Arab yang bertikai pada masa jahiliyah sesat sebelum Islam, di antara mereka terjadi pembunuhan dan saling melukai satu sama lain sampai-sampai mereka membunuh hamba sahaya dan para wanita, sebagian dari mereka belum mengambil haknya atas yang lain hingga mereka masuk Islam, salah satu suku menyombongkan diri di depan suku yang lain dalam jumlah dan harta, mereka bersumpah tidak akan rela sebelum orang merdeka dari mereka dibunuh dengan hamba sahaya dari kami dan orang laki-laki dari mereka dibunuh dengan seorang wanita dari kami, maka pada mereka turun ayat 178 ini.

AL BAQARAH : 179

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Terjemah :
Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.
Tafsir :
Di balik pensyariatan qishash dan pelaksanaannya terkandung kehidupan yang aman, wahai para pemilik akal yang lurus, dengan harapan terwujudnya ketakwaan kepada Allah dan takut kepada-Nya dengan selalu menaati-Nya.

AL BAQARAH : 180

كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ إِنْ تَرَكَ خَيْرًا الْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ بِالْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ
Terjemah :
Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma´ruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.
Tafsir :
Allah telah menetapkan bila salah seorang di antara kalian didatangi tanda-tanda kematian dan mukadimahnya, -bila dia meninggalkan harta- hendaknya berwasiat dengan sebagian hartanya untuk bapak ibu dan para kerabatnya dengan tetap mempertimbangkan keadilan, tidak meninggalkan orang miskin dan justru memberikan wasiat untuk orang yang mampu, dan tidak boleh melebihi sepertiga. Hal itu merupakan hak yang tetap yang dilakukan oleh orang-orang bertakwa yang takut kepada Allah. Ketetapan ini sebelum turunnya ayat-ayat warisan di mana di dalamnya Allah telah menetapkan bagian masing-masing ahli waris

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*