Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Baqoroh 111-120

AL BAQARAH : 111

وَقَالُواْ لَن يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَن كَانَ هُوداً أَوْ نَصَارَى تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ قُلْ هَاتُواْ بُرْهَانَكُمْ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
Terjemah :
Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar.
Tafsir :
Orang-orang Yahudi dan Nasrani sama-sama mengklaim bahwa surga adalah milik mereka secara khusus, selain mereka tidak akan masuk ke dalamnya. Ini adalah mimpi mereka yang usak. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, hadirkanlah dalil kalian atas keabsahan apa yang kalian klaim bila kalian adalah orang-orang yang benar.

AL BAQARAH : 112

بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِندَ رَبِّهِ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
Terjemah :
(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Tafsir :
Perkaranya tidak seperti yang mereka kalim bahwa surga hanya khusus bagi mereka semata bukan selain mereka. Akan tetapi surga akan dimasuki oleh orang-orang yang ikhlas kepada Allah semata, tidak sekutu bagi-Nya, dan dia mengikuti Rasul Muhammad dalam segala perkataan dan perbuatannya. Barang siapa melakukan itu, maka dia akan mendapatkan pahala amalnya di sisi Rabb-nya di akhirat, yaitu masuk surga. Mereka tidak takut terhadap perkara akhirat ang mereka hadapi, dan mereka juga tidak sedih atas bagian dunia yang tidak mereka dapatkan.

AL BAQARAH : 113

وَقَالَتِ الْيَهُودُ لَيْسَتِ النَّصَارَى عَلَىَ شَيْءٍ وَقَالَتِ النَّصَارَى لَيْسَتِ الْيَهُودُ عَلَى شَيْءٍ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ كَذَلِكَ قَالَ الَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ فَاللّهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
Terjemah :
Dan orang-orang Yahudi berkata: Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan, dan orang-orang Nasrani berkata: Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan, padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.
Tafsir :
Orang-orang Yahudi berkata, orang-orang Nasrani tidak berpegang kepada agama yang benar. Orang-orang Nasrani juga berkata yang sama terhadap orang-orang Yahudi, padahal mereka mambaca Taurat dan Injil yang berisi kewajiban beriman kepada seluruh Nabi-nabi. Demikian juga orang-orang yang tidak mengeahui dari kalangan orang-orang Musyrikin Arab dan selain mereka mengucapkan seperti apa yang mereka ucapkan. Yakni mereka berkata kepada setiap pemeluk agama, Engkau tidak di atas agama yang benar. Allah akan memutuskan perkara agama, dan Dia akan membalas masiing-masing sesuai dengan amal perbuatannya.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari jalan Said atau Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata : Ketika orang-orang Nasrani Najran datang kepada Rasulullah, mereka didatangi oleh para ulama Yahudi, dan terjadilah perselisihan di antara mereka, Rafi bin Huraimah berkata : Kalian tidak mempunyai pegangan. Dan dia kafir kepada Isa dan Injil. Seorang laki-laki dari Najran berkata kepada orang-orang Yahudi : Kalian yang tidak mempunyai pegangan. Dan dia mengingkari kenabian Musa dan kafir kepada Taurat. Maka Allah menurunkan ayat 113 ini.

AL BAQARAH : 114

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَاجِدَ اللّهِ أَن يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا أُوْلَـئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَن يَدْخُلُوهَا إِلاَّ خَآئِفِينَ لهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Terjemah :
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.
Tafsir :
Tiada yang lebih dzalim daripada orang-orang yang melarang berdzikir kepada Allah di masjid-masjid dalam bentuk mendirikan shalat, membaca al-Quran dan sebagainya. Dan mereka berusaha keras untuk merobohkannya, atau menutupnya, atau melarang orang-orang mukmin darinya. Orang-orang yang dzalim tersebut tidak patut diberi kesempatan untuk masuk masjid kecuali dalam keadaan ketakutan dan kecemasan terhadap hukuman yang layak ditimpakan kepada mereka. Dengan itu mereka mendapatkan kehinaan dan kerendahan di dunia, sedangkan di akhirat mereka mendapatkan siksa yang berat.

AL BAQARAH : 115

وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ إِنَّ اللّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Terjemah :
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah [83]. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.
________________________________________
[83] Disitulah wajah Allah maksudnya; kekuasaan Allah meliputi seluruh alam; sebab itu di mana saja manusia berada, Allah mengetahui perbuatannya, karena ia selalu berhadapan dengan Allah.
Tafsir :
Hanya milik Allah dua arah: arah terbit matahari dan arah terbenam matahari, termasuk diantara keduanya. Dialah penguasa bumi seluruhnya. Ke arah manapun kalian menghadap dalam shalat dengan perintah dari Allahuntuk kalian, maka kalian melakukannya demi memncari wajah-Nya, kalian tidak keluar dari ketaatan dan kekuasaan-Nya. Sesungguhnya Allah adalah pemilik rahmat yang luas kepada hamba-hamba-Nya, Maha Mengetahui perbuatan mereka, tiada sesuatupun yang samar bagii-Nya.

AL BAQARAH : 116

وَقَالُواْ اتَّخَذَ اللّهُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَل لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ كُلٌّ لَّهُ قَانِتُونَ
Terjemah :
Mereka (orang-orang kafir) berkata: Allah mempunyai anak. Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.
Tafsir :
Orang-orang Yahudi, Nasrani dan kaum musyrikinberkata, Allah mengangkat anak untuk diri-Nya. Allah Subhanahu menyucikan diri-Nya dari perkataan batil ini. Karena semua yang ada di langit dan di bumi adalah milik-Nya dan hamba-Nya. Mereka semuanya tunduk kepada-Nya dan patuh di bawah kekuasaan-Nya.

AL BAQARAH : 117

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَإِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ
Terjemah :
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah! Lalu jadilah ia.
Tafsir :
Allah adalah pencipta langit dan bumitanpa misal sebelumnya.bila dia mentakdirkan sesuatu dan menghendaki kejadiannya, maka cukup bagi-Nya untuk berkata, Jadilah, maka ia pun jadi.

AL BAQARAH : 118

وَقَالَ الَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ لَوْلاَ يُكَلِّمُنَا اللّهُ أَوْ تَأْتِينَا آيَةٌ كَذَلِكَ قَالَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِم مِّثْلَ قَوْلِهِمْ تَشَابَهَتْ قُلُوبُهُمْ قَدْ بَيَّنَّا الآيَاتِ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Terjemah :
Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami? Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.
Tafsir :
Orang-orang ahli kitab yang bodoh dan selain mereka berkata kepada Nabiyullah dan utusan-Nya Muhammad sebagai ungkapan pengingkaran, Mengapa Allah tidak berbicara kepada kami secara langsung sehingga Dia mengatakan kepada kami bahwa kamu adalah utusan-Nya, atau kamu mendatangkan mukjizat dari Allah yang menunjukkan kebenaranmu. Perkataan seperti ini telah dikatakan oleh umat-umat sebelumnya kepada pararasul mereka sebagai kesombongan dan pengingkaran. Hal itu karena adanya kemiripan hati orang-orang terdahulu dengan hati orang-orang yang datang setelahya dalam kekufuran dan kesesatan. Kami telah menjelaskan ayat-ayat bagi orang –orang yang membenarkan dengan kuat, karena mereka adalah orang-orang yang berimankepada Allah, mengikuti syariat-Nya untuk mereka.

AL BAQARAH : 119

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلاَ تُسْأَلُ عَنْ أَصْحَابِ الْجَحِيمِ
Terjemah :
Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.
Tafsir :
Sesuungguhnya Kami mengutusmu wahai Rasul dengan membawa agama yang haq yang didukung dengan hujjah-hujjah dan mukjizat-mukjizat. Maka sampaikanlah kepada manusia disertai dengan penyampaian berita gembira kepada orang-orag beriiman bahwa mereka akan mendapatkan dua kebaikan: kabaikan dunia dan kebaikan akhirat. Dan peringatkanlah orang-orang yang ingkar terhadap siksa Allah yang telah menantii mereka. Kamu tidak lagi bertanggung jawab setelah kamu menyampaikan tentang kekufuran siapa yang kafir dari mereka kepadamu, karena di hari kiamat kelak mereka akan masuk ke dalam api neraka dan tidak keluar darinya.

AL BAQARAH : 120

وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ
Terjemah :
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
Tafsir :
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridha kepadamu wahai Rasl kecuali bila kamu meninggalkan agamamu dan mengikuti agama mereka. Katakanlah kepada mereka, Sesungguhnya agama islam adalah agama yang shahih. Bila kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah kedatangan wahyu-Ku kepadamu, niscaya kamu tidak akan mempunyai pembela di sisi Allah yang bisa memberimu manfaat, dan tidak memiliki penolong yang bisa membentumu. Sekalipun ayat ini ditunjukkan kepada Nabi secara khusus, namun ia berlaku untuk beliau dan untuk umatnya juga.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*