Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Baqoroh 101-110

AL BAQARAH : 101

وَلَمَّا جَاءهُمْ رَسُولٌ مِّنْ عِندِ اللّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيقٌ مِّنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ كِتَابَ اللّهِ وَرَاء ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ
Terjemah :
Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).
Tafsir :
Saat Muhammad datang kepada mereka dengan membawa Al-Quran yang sesuai dengan Taurat, sekelompok orang dari mereka membuang kitab Allah, mencampakkannya di balik punggung mereka. Keadaan mereka sama dengan orang-orang bodoh yang tidak mengetahui hakikatnya.

AL BAQARAH : 102

وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَـكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْاْ بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ
Terjemah :
Dan mereka mengikuti apa [76] yang dibaca oleh syaitan-syaitan [77] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat [78] di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu jangnalah kamu kafir. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya [79]. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
________________________________________
[76] Maksudnya: kitab-kitab sihir.
[77] Syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir).
[78] Para mufassirin berlainan pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang malaikat itu. Ada yang berpendapat, mereka betul-betul Malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti Malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura saleh seperti Malaikat.
[79] Berbacam-macam sihir yang dikerjakan orang Yahudi, sampai kepada sihir untuk mencerai-beraikan masyarakat seperti mencerai-beraikan suami isteri.
Tafsir :
Orang-orang Yahudi mengikuti apa yang dibisikkan oleh para setan kepada tukang sihir di zaman Sulaiman bin Dawud. Sulaiman tidak kufur dan tidak mempelajari sihir, sebaliknya para setanlah yang kafir kepada Allah manakala mereka mengajarkan sihir kepada manusia untuk merusak agama mereka. Orang-orang yahudi juga mengikuti sihir yang diturunkan kepada dua malaikat Harut dan Marut di bumi Babil di Irak sebagai cobaan dan ujian dari allah kepada hamba-hamba-Nya. Dua malaikat tersebut tidak mengajar siapapun kecuali keduanya menasihatinya dan memperingatkannya agar tidak mempelajari sihir. Keduanya berkata kepadanya, Janganlah kamu menjadi kafir dengan mempelajari sihir dan menaati setan. Lalu orang-orang belajar dari dua malaikat tersebut sihir yang memicu kebencian di antara suami istri sehingga keduanya berpisah. Para tukang sihir itu tidak mampu menimpakan mudharat kepada seseorang kecuali dengan izin dan ketetapan dari Allah. Para tukang sihir itu tidak mempelajari kecuali sesuatu yang buruk yang merugikan mereka dan tidak memberi manfaat bagi mereka. Sihir ini dinukil oleh setan-setan kepada orang-orang Yahudi, sampai ia menyebar dikalangan mereka sehingga mereka mengedepankannya di atas kitab Allah. Orang-orang Yahudi menggetahui bahwa siap yang memilih sihir dan meninggalkan kebenaran, maka dia tidak meraih bagian kebaikan di akhirat. Benar-benar buruk sihir dan kekufuran yang mereka dapatkan dengan menggadaikan iman dan mengikuti Rasulullah, seandainya mereka mempunyai ilmu dan membuahkan amal dengan apa yang mereka dinasihati dengannya.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Abul Aliyah bahwa orang-orang Yahudi bertanya kepada Nabi beberapa waktu tentang perkara-perkara yang terdapat dalam Taurat, mereka tidak bertanya tentang sesuatu dari itu kecuali Allah pasti menurunkan jawaban dari apa yang mereka tanyakan dan hal itu membuat mereka terdiam, ketika mereka melihat hal itu mereka berkata : Orang ini lebih tahu tentang apa yang diturunkan kepada kita daripada kita. Mereka bertanya dan mendebatnya dalam masalah sihir, maka Allah menurunkan ayat 102 ini.

AL BAQARAH : 103

وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُواْ واتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِّنْ عِندِ اللَّه خَيْرٌ لَّوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ
Terjemah :
Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui. #Ketidak sopanan orang-orang Yahudi terhadap Nabi dan sahabat-sahabatnya.
Tafsir :
Seandainya orang-orang Yahudi itu beriman dan takut kepada Allah, niscaya mereka akan meyakini bahwa pahala Allah adalah lebih baik bagi mereka daripada sihir dan dari apa yang mereka usahakan. Seandainya mereka mengetahui pahala dan balasan yang akan mereka peroleh dari iman dan takwa secara hakiki, niscaya mereka akan beriman.

AL BAQARAH : 104

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَقُولُواْ رَاعِنَا وَقُولُواْ انظُرْنَا وَاسْمَعُوا ْوَلِلكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): Raaina, tetapi katakanlah: Unzhurna, dan dengarlah. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih [80].
________________________________________
[80] Raa ina berarti: sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. Di kala para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah, orang Yahudipun memakai kata ini dengan digumam seakan-akan menyebut Raaina padahal yang mereka katakan ialah Ruuunah yang berarti kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasulullah. Itulah sebabnya Tuhan menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar perkataan Raaina dengan Unzhurna yang juga sama artinya dengan Raaina.
Tafsir :
Wahai orang-orang beriman, jangan mengucapkan kepada Rasul Muhammad Raina, yakni, berikanlah pendengaranmu, pahamilah kami dan jadikanlah kami paham.. Orang-orang Yahudi mengucapkannya kepada Nabi dengan memutar lidah mereka dengan maksud menghina beliau dan menisbatkannya kepada Ruunah (kebodohan). Sebagai gantinya, Ucapakanlah wahai orang-orang mukmin, Unzhurna . Yakni lihat dan perhatikanlah kami. Kata ini menunaikan makna yang sama dengan kata sebelumnya. Dan dengarkanlah apa yang dibacakan kepadamu dari kitab Rabb-mu serta pahamila. Bagi orang-orang yang ingkar disediakan adzab yang pedih.

Asbabun Nuzul :
Ibnul Mundzir meriwayatkan dari as-Suddi, ia berkata : Ada dua orang Yahudi, Malik bin ash-Shaif dan Rifa ah bin Zaid, apabila keduanya bertemu Nabi, keduanya berkata kepada beliau : Raa ina pendengaranmu dan dengarkanlah selain yang didengar. Maka kaum muslimin mengira bahwa ia merupakan pujian mereka kepada nabi-nabi mereka maka kaum muslimin mengatakan itu kepada Nabi, maka Allah menurunkan ayat 104 ini.

AL BAQARAH : 105

مَّا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلاَ الْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَاللّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَن يَشَاء وَاللّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
Terjemah :
Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar. #Menasakhkan sesuatu ayat adalah urusan Allah.
Tafsir :
Orang-orang kafir dari kalangan Ahli Kitab dan orang-orang musyrikin tidak suka bila Allah menurunkan kebaikan sekecil apa pun kepadamu. Baik berupa Al-Quran maupun ilmu, pertolongan maupun kabar gembira. Padahal Allah mengkhususkan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki dengan kenabian dan kerasulan. Dan Allah adalah pemilik kebaikan dan pemberian yang banyak dan luas.

AL BAQARAH : 106

مَا نَنسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِّنْهَا أَوْ مِثْلِهَا أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللّهَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Terjemah :
Ayat mana saja [81] yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

[81] Para mufassirin berlainan pendapat tentang arti ayat, ada yang mengartikan ayat Al Quran, dan ada yang mengartikan mujizat.
Tafsir :
Tidak ada ayat yang Kami ganti atau Kami hapus dari hati atau pikiran kecuali Kami mendatangkan yang lebih bermanfaat bagimu darinya, atau Kami mendatangkan yang semisal dengannya dari sisi taklif dan pahala. Dan masing-masing menyimpan hikmah. Apakah kamu tidak mengetahui wahai Nabi, kamu dan umatmu, bahwa Allah Mahakuasa dan tidak sesuatu pun yang melemahkannya?

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari jalan Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata : Terkadang wahyu turun kepada Nabi pada waktu malam lalu beliau lupa di waktu siang. MakaAllah menurunkan ayat 106 ini.

AL BAQARAH : 107

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ
Terjemah :
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.
Tafsir :
Wahai Nabi, apakah kamu tidak mengetahui, kamu dan kaummu, bahwa Allah adalah Maharaja yang berwenang untuk bertindak di langit dan di bumi? Dia melakukan apa yang Dia kehendaki, menetapkan hukum sesuai dengan apa yang Dia inginkan, memerintah hamba-hamba-Nya dan melarang mereka sebagaimana yang Dia kehendaki.dan kewajiban mereka adalah taat dan menerima. Hendaknya pendurhaka mengetahui bahwa tidak ada bagi siapapun penolong selain Allah yang akan menolong mereka, dan tidak ada pembantu yang menyelamatkan mereka dari siksa Allah.

AL BAQARAH : 108

أَمْ تُرِيدُونَ أَن تَسْأَلُواْ رَسُولَكُمْ كَمَا سُئِلَ مُوسَى مِن قَبْلُ وَمَن يَتَبَدَّلِ الْكُفْرَ بِالإِيمَانِ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاء السَّبِيلِ
Terjemah :
Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu? Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus.
Tafsir :
Bahkan kalian wahai manusia menginginkan untuk meminta dari Rasul kalian Muhammad perkara-perkara dengan maksud menentang dan menyombongkan diri, sebagaimana hal itu telah diminta kepada Musa sebelumnya. Ketahuilah, bahwa siapa yang memilih kekufuran itu dan meninggalkan iman, maka dia telah keluar dari jalan Allah yang lurus kepada kesesatan dan keboodohan.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari jalan Said atau Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata : Rafi bin Huraimah dan Wahab bin Zaid berkata kepada Rasulullah : Wahai Muhammad datangkanlah kepada kami sebuah kitab dari langit yang bisa kami baca, atau buatkanlah untuk kami sungai niscaya kami akan mengikuti dan membenarkanmu. Maka Allah menurunkan ayat 108 ini.

AL BAQARAH : 109

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّاراً حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ فَاعْفُواْ وَاصْفَحُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Terjemah :
Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya [82]. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

[82] Maksudnya: keizinan memerangi dan mengusir orang Yahudi.
Tafsir :
Banyak dari kalangan ahli kkitab berharap bisa mengembalikan kalian dari iman kepada kekufuran seperti keadaan kalian sebelumnya yang menyembah berhala, disebabkan oleh kedengkian yang memenuhi jiwa mereka setelah mereka mengetahui secara jelas kebenaran Nabi Allah dan utusan-Nya Muhammad dalam apa yang dia bawa. Biarkanlah keburukan dan kesalahan yang mereka perbuat, maafkanlah kebodohan mereka sampai Allah menetapkan hukumnya atas mereka dengan memerangi mereka. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu apapun yang melemahkan-Nya.

Asbabun Nuzul :

Huyay bin Akhthab dan Abu Yasir bin Akhthab termasuk orang-orang Yahudi yang sangat hasad terhadap orang-orang Arab, karena Allah telah mengutus seorang Rasul dari mereka, keduanya berusaha menghalang-halangi manusia dari Islam dengan segala daya dan kemampuan mereka. Maka Allah menurunkan ayat 109 ini berkenaan dengan keduanya.

AL BAQARAH : 110

وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُواْ لأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللّهِ إِنَّ اللّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Terjemah :
Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
Tafsir :
Wahai orang-orang mukmin, sibukkanlah diri kalian dengan mendirikan shalat secara benar dan menunaikan zakat yang diwajibkan. Ketahuilah bahwa setiap kebaikan yang kalian kerjakan untuk diri kalian, kalian akan menemukan pahalanya di sisi Allah di akhirat. Sesungguhnya Allah Maha Melihat seluruh perbuatan kalian dan akan membalas kalian atasnya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*