Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Baqarah ayat 1-10

Al Baqarah(2) ayat:1

الم

Alif laam miin [10].

[10] Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al-Quran seperti: alif laam miim, alif laam raa, alif laam miim shaad dan sebagainya. Di antara ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. Golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al-Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al-Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya bahwa Al-Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad صلى الله عليه وسلم semata-mata, maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.

Tafsir: Alif Lam Mim, ini adalah huruf-huruf yang terpenggal yang hadir di awal beberapa surat, mengandung isyarat kepada kemukjizatan al-Quran. Al-Quran menantang orang-orang musyrikin dan mereka tidak kuasa menentang nya. Al-Quran hanya tersusun dari huruf-huruf tersebut di mana bahasa Arab juga tersusun darinya. Ketidakmampuan orang-orang Arab untuk membuat yang semisal dengan al-Quran -padahal mereka adalah orang-orang yang paling fasih- membuktikan bahwa al-Quran merupakan wahyu dari Allah .

Al Baqarah(2) ayat:2

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

Kitab [11] (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa [12],

[11] Tuhan menamakan Al-Quran dengan Al Kitab yang di sini berarti yang ditulis, sebagai isyarat bahwa Al-Quran diperintahkan untuk ditulis.
[12] Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.

Tafsir: Al-quran ini marupakan kitab yang agung yang tidak diragukan bahwa ia datang dari sisi Allah, maka siapa pun tidak patut meragukannya karena ia adalah kitab yang jelas. Orang-orang yang bertakwa mengambil manfaat darinya dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. Orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang takut kepada Allah dan mengikuti hukum-hukum-Nya.

Al Baqarah ayat:3

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

(yaitu) mereka yang beriman [13] kepada yang ghaib [14], yang mendirikan shalat [15], dan menafkahkan sebahagian rezki [16] yang Kami anugerahkan kepada mereka.

[13] Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.
[14] Yang ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. Percaya kepada yang ghjaib yaitu, meng-itikadkan adanya sesuatu yang maujud yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti: adanya Allah, Malaikat-Malaikat, Hari akhirat dan sebagainya.
[15] Shalat menurut bahasa Arab: doa. Menurut istilah syara ialah ibadat yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah. Mendirikan shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melangkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu, memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya.

Tafsir: Orang-orang yang bertqwa adalah orang-orang yang membenarkan perkara ghaib, yaitu perkara di mana akal dan indera mereka saja tidak akan mampu mengatahui nya, karena ia hanya bisa di ketahui melalui wahyu Allah Taala kepada para rasul-Nya, seperti iman kepada para Malaikat, Surga, Neraka dan perkara-perkara lain nya yang telah di kabarkan oleh Allah dan di kabarkan pula oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Iman adalah kata general (menyeluruh) untuk menetapkan bagi keyakinan kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari Akhir dan Takdir yang baik dan buruk .

Al Baqarah(2) ayat:4

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu [17], serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat [18].

[17] Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad Salallahu alaihi wassalam, ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Quran seperti: Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al-Quran yang diturunkan kepada para Rasul. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada Jibril aalaihissalam, lalu Jibril menyampaikannya kepada Rasul.
[18] Yakin ialah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikitpun. Akhirat lawan dunia. Kehidupan akhirat ialah kehidupan sesudah dunia berakhir. Yakin akan adanya kehidupan akhirat ialah benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia berakhir.

Tafsir: Orang-orang yang bertaqwa beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu wahai Rasul, yaitu Al-Quran, dan apa yang diturunkan kepadamu berupa hikmah, yaitu sunnah. Mereka juga beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan kepada para Rasul sebelummu, seperti Taurat, Injil dan lainnya. Mereka juga membenarkan alam kehidupan setelah kematian termasuk apa yang ada disana, berupa hisab dan balasan amal perbuatan, mereka membenarkan dengan hati mereka dengan pembenaran yang terlihat dari lisan dan perbuatan mereka. Di sisni iman pada Hari Akhir disebut secara khusus karena iman kepadanya termasuk pendorong terkuat untuk melakukan kebaikan-kebaikan, menjauhi larangan-larangan dan mendorong seseorang untuk melakukan muhasabah (introspeksi) terhadap dirinya.

Al Baqarah(2) ayat:5

أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung [19].

[19] Ialah orang-orang yang mendapat apa-apa yang dimohonkannya kepada Allah sesudah mengusahakannya.

Tafsir: Orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut berjalan di atas cahaya dari Rabb mereka dan meraih taufik dari pencipta dan pemberi hidayah mereka.mereka adalah orang-orang yang beruntung yang meraih apa yang mereka cari dan selamat dari keburukan di mana mereka lari dari nya .

Al Baqarah(2) ayat:6

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

Sebab Turunnya Ayat: Ibnu Jarir mengetengahkan dari jalur Ibnu Ishak, dari Muhammad bin Abu Ikrimah, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah, Sesungguhnya orang-orang yang kafir.. (Q.S. Al-Baqarah 6) sampai akhir dua ayat. Kedua ayat tersebut turun berkenaan dengan orang-orang Yahudi Madinah. Diketengahkan dari Rabi` bin Anas, Dua ayat diturunkan tentang memerangi kaum sekutu, yaitu, Sesungguhnya orang-orang kafir itu sama saja halnya bagi mereka, sampai dengan …dan bagi mereka disediakan siksa yang keras. (Q.S. Al-Baqarah 6-7).

Tafsir: Sesungguhnya orang-orang yg mengingkari apa yg rabbmu turunkan kepadamu karena kesombongan atau keangkuhan, mereka tidak akan beriman, baik engkau memperingatkan dan menakut-nakuti mereka wahai Rasul dari siksa Allah atau engkau tidak melakukan hal itu, karena mereka tetap akan bersihkukuh di atas ke batilan yg mereka pegang.

Al Baqarah(2) ayat:7

خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka [20], dan penglihatan mereka ditutup [21]. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

[20] Yakni orang itu tidak dapat menerima petunjuk, dan segala macam nasehatpun tidak akan berbekas padanya.
[21] Maksudnya: mereka tidak dapat memperhatikan dan memahami ayat-ayat Al-Quran yang mereka dengar dan tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat di cakrawala, di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri.

Tafsir: Allah Subhanahu Wa Taala telah menutup rapat-rapat hati dan pendengaran mereka. Allah telah meletakkan penutup di depan pandangan mata mereka di sebabkan oleh kekufuran mereka dan pengingkaran mereka setelah sebelumnya mereka mengetehui kebenaran, sehingga Allah Subhanahu Wa Taala tidak membimbing mereka kepada petunjuk, dan bagi mereka siksa yang berat di dalam api Neraka Jahannam .

Al Baqarah(2) ayat:8

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آَمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِين

Di antara manusia ada yang mengatakan: Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian [22], pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

[22] Hari kemudian ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya.

Tafsir: Di antara manusia ada sekelompok orang yang ragu-ragu dan bimbang di antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir,mereka adalah orang-orang munafik yang berkata dengan lisan mereka,kami mempercayai Allah dan hari akhir.Namun dalam hati mereka ber dusta, mereka tidak beriman.

Al Baqarah(2) ayat:9

يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

Tafsir: Karena kebodohan, mereka meyakini bahwa mereka bisa menipu Allah dan orang-orang beriman hanya dengan menampakkan iman dan menyembunyikan kekufuran, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri, karena akibat tipuan mereka akan kembali mepada diri mereka sendiri. Karena kebodohan mereka yang sangat, mereka tidak menyadari hal itu. Di sebabkan hati mereka benar-benar rusak .

Al Baqarah(2) ayat:10

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

Dalam hati mereka ada penyakit [23], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

[23] Yakni keyakinan mereka terdahap kebenaran Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa sallam lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap Nabi Sallallahu Alaihi wa sallam , agama dan orang-orang Islam.

Tafsir: Dalam hati mereka mendekam kebimbangan dan kerusakan, sehingga mereka didera kemaksiatan yang menyebabkan hukuman atas mereka. Maka Allah menambah kebimbangan di atas kebimbangan mereka, mereka yang meraih hukuman yang menyakitkan disebabkan oleh kedustaan dan kemunafikan mereka.

bagikan ini