Tafsir Al-Muyasar Surat Al-A”Raf 81-90

AL A RAF : 81

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ النِّسَاء بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ
Terjemah :
Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.
Tafsir :
Sungguh kalian mendatangi laki-laki dari dubur-dubur mereka untuk melampiaskan syahwat, kalian tidak memperhatikan betapa kotornya itu, dan justru kalian malah meninggalkan istri-istri yang telah dihalalkan bagi kalian. Kalian adalah kaum yang berlebihan dan melanggar batas-batas Allah. Sesungguhnya mendatangi laki-laki dan meninggalkan wanita adalah perbuatan keji yang diada-adakan oleh kaum Luth dan tidak seorangpun yang melakukannya sebelum mereka.

AL A RAF : 82

وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلاَّ أَن قَالُواْ أَخْرِجُوهُم مِّن قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ
Terjemah :
Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan : Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.
Tafsir :
Jawaban kaum Luth ketika Nabi Luth mengingkari perbuatan mereka yang buruk itu tidak lain sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain : Usirlah Luth dan keluarganya dari negeri kalian. Sesungguhnya dia dan orang-orang yang bersamanya adalah orang yang tidak mau mendatangi laki-laki dari dubur.

AL A RAF : 83

فَأَنجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلاَّ امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ
Terjemah :
Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
Tafsir :
Maka Allah menyelamatkan Nabi Luth dan keluarganya (atau pengikut-pengikutnya) dari siksa dengan memerintahkan mereka untuk meninggalkan negeri itu. Kecuali istrinya, ia termasuk orang-orang yang tinggal dan dibinasakan dalam siksa Allah.

AL A RAF : 84

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًا فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ
Terjemah :
Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.
Tafsir :
Allah menimpakan siksa kepada orang-orang kafir dari kaum Luth dengan menurunkan hujan batu kepada mereka dan membalikkan negeri mereka sehingga yang atas menjadi di bawah. Perhatikanlah (wahai Rasul) bagaimana akibat orang-orang yang berani melakukan maksiat kepada Allah dan mendustakan para Rasul-Nya.

AL A RAF : 85

وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ فَأَوْفُواْ الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلاَ تَبْخَسُواْ النَّاسَ أَشْيَاءهُمْ وَلاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاَحِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Terjemah :
Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan [552] saudara mereka, Syuaib. Ia berkata: Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali- kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.
________________________________________
[552] Mad-yan adalah nama putra Nabi Ibrahim u kemudian menjadi nama kabilah yang terdiri dari anak cucu Mad-yan itu. Kabilah ini diam di suatu tempat yang juga dinamai Mad-yan yang terletak di pantai Laut Merah di tenggara gunung Sinai.
Tafsir :
Dan sungguh Kami telah mengutus kepada bangsa Madyan saudara mereka Syu aib. Lalu ia berkata kepada mereka : Wahai kaumku, beribadahlah hanya kepada Allah yang tiada sekutu bagi-Nya, tidak ada Ilah bagi kalian yang berhak disembah, kecuali Dia yang Mahatinggi. Beribadahlah kalian kepada-Nya dengan ikhlas dan tulus. Sungguh telah datang kepada kalian bukti-bukti kebenaran seruanku kepada kalian dari Allah, maka tunaikanlah hak-hak manusia dengan menyempurnakan takaran dan timbangan. Janganlah kalian mengurangi hak mereka sehingga kalian berbuat aniaya kepada mereka. Janganlah kalian berbuat kerusakan di bumi dengan berbuat ingkar dan aniaya setelah bumi itu diperbaiki melalui para nabi yang terdahulu dengan syariat-syariat mereka. Seruanku kepada kalian itu lebih baik bagi kehidupan dunia dan akhirat kalian, jika kalian percaya terhadap seruanku dan mau mengerjakan syariat-syariat Allah.

AL A RAF : 86

وَلاَ تَقْعُدُواْ بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللّهِ مَنْ آمَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا وَاذْكُرُواْ إِذْ كُنتُمْ قَلِيلاً فَكَثَّرَكُمْ وَانظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ
Terjemah :
Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut- nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
Tafsir :
Janganlah kalian duduk-duduk di jalan dengan tujuan mengancam manusia untuk dibunuh, jika mereka tidak mau menyerahkan harta mereka kepada kalian, dan kalian menghalang-halangi orang yang percaya kepada Allah dan beramal shalih dari jalan-Nya yang lurus. Kalian menginginkan jalan Allah menjadi bengkok dan menyukainya demi mengikuti hawa nafsu kalian, dan menjauhkan manusia dari jalan yang lurus tersebut. Ingatlah nikmat Allah atas kalian, pada waktu jumlah kalian masih sedikit, lalu Dia membuat jumlah kalian menjadi banyak, sehingga kalian menjadi kuat dan perkasa. Dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi dan bagaimana mereka ditimpa kebinasaan dan kehancuran?

AL A RAF : 87

وَإِن كَانَ طَآئِفَةٌ مِّنكُمْ آمَنُواْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ وَطَآئِفَةٌ لَّمْ يْؤْمِنُواْ فَاصْبِرُواْ حَتَّى يَحْكُمَ اللّهُ بَيْنَنَا وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ
Terjemah :
Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.
Tafsir :
Dan jika ada segolongan di antara kalian percaya pada apa yang Allah wahyukan kepadaku dan segolongan yang lain tidak percaya, tunggulah oleh kalian (wahai orang-orang yang mendustakan) ketentuan Allah. Dialah yang akan memutuskan hukum antara kami dan kalian pada saat kalian ditimpa siksa-Nya yang pernah aku peringatkan kepada kalian. Dan Allah yang Mahaagung lagi Mahatinggi adalah sebaik-baik pemberi keputusan terhadap hamba-hamba-Nya.

AL A RAF : 88

قَالَ الْمَلأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُواْ مِن قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَكَ مِن قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ
Terjemah :
Pemuka-pemuka dan kaum Syuaib yang menyombongkan dan berkata: Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami. Berkata Syuaib: Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?
Tafsir :
Para pemuka dan pembesar kaum Syuaib yang menyombongkan diri terhadap keimanan kepada Allah dan tidak mengikuti Nabi-Nya, Syuaib, berkata : Wahai Syuaib, sungguh kami akan mengusirmu dan orang-orang yang beriman bersamamu dari negeri kami, kecuali kalian mau mengikuti agama kami. Syuaib menjawab dengan keheranan dan mengingkari perkataan mereka : Apakah kami harus mengikuti agama kalian yang batil itu dengan terpaksa (dan tidak suka), karena kami mengetahui bahwa agama kalian adalah batil?

AL A RAF : 89

قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِي مِلَّتِكُم بَعْدَ إِذْ نَجَّانَا اللّهُ مِنْهَا وَمَا يَكُونُ لَنَا أَن نَّعُودَ فِيهَا إِلاَّ أَن يَشَاء اللّهُ رَبُّنَا وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا عَلَى اللّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ
Terjemah :
Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang benar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki(nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.
Tafsir :
Syuaib berkata kepada kaumnya dengan berusaha membela diri : Sungguh kami telah mengadakan kebohongan terhadap Allah jika kami kembali mengikuti agama kalian setelah Allah menyelamatkan kami darinya. Kami tidak akan berpindah agama kepada selain agama Allah, kecuali jika Allah menghendaki. Pengetahuan Rabb kami meliputi segala sesuatu sehingga Dia mengetahui maslahat hamba-hamba-Nya. Hanya kepada Allah kami mengharapkan petunjuk dan pertolongan. Wahai Rabb kami berilah kami putusan antara kami dan kaum kami dengan adil, Engkaulah sebaik-baik pemberi keputusan.

AL A RAF : 90

وَقَالَ الْمَلأُ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوْمِهِ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْباً إِنَّكُمْ إِذاً لَّخَاسِرُونَ
Terjemah :
Pemuka-pemuka kaum Syuaib yang kafir berkata (kepada sesamanya): Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syuaib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi.
Tafsir :
Para pemuka dan pembesar dari kaum Syuaib yang mendustakan dan menolak seruan Tauhid karena kesombongan mereka itu berkata kepada pengikut Syuaib dengan nada mengancam : Jika kalian tetap mengikuti Syuaib maka sungguh kalian pasti akan binasa.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*