Tafsir Al-Muyasar Surat Al-A”Raf 51-60

AL A RAF : 51

الَّذِينَ اتَّخَذُواْ دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فَالْيَوْمَ نَنسَاهُمْ كَمَا نَسُواْ لِقَاء يَوْمِهِمْ هَـذَا وَمَا كَانُواْ بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ
Terjemah :
(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.
Tafsir :
Orang-orang yang Allah haramkan dari nikmat akhirat (surga) adalah mereka yang menjadikan agama yang harus diikuti sebagai permainan dan senda gurau. Mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan sibuk dengan keindahan-keindahannya sehingga lalai dari amal akhirat. Maka pada Hari Kiamat, Allah melupakan mereka dan membiarkan mereka di dalam siksa yang pedih, sebagaimana mereka telah melalaikan amal-amal shalih di dunia untuk memperispkan pertemuan di hari ini (Hari Kiamat). Dan disebabkan mereka ingkar terhadap bukti-bukti dan ayat-ayat Allah padahal mereka sadar bahwa itu adalah haq (benar).

AL A RAF : 52

وَلَقَدْ جِئْنَاهُم بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَى عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Terjemah :
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami [546]; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
________________________________________
[546] Maksudnya: atas dasar pengetahuan Kami tentang apa yang menjadi kemashlahatan bagi hamba-hamba Kami di dunia dan akhirat.
Tafsir :
Dan sungguh Kami telah mendatangkan al-Qur an yang Kami turunkan kepadamu (wahai Rasul) kepada orang-orang kafir, Kami menjelaskan di dalamnya pengetahuan yang besar, sebagai petunjuk dari kesesatan menuju kebenaran dan sebagai rahmat bagi kaum yang beriman kepada Allah dan menjalankan syariat-syariat-Nya. Allah mengistimewakan mereka (orang-orang beriman) dan tidak pada yang lainnya, karena mereka itulah orang-orang yang mau mengambil manfaat darinya (al-Qur an).

AL A RAF : 53

هَلْ يَنظُرُونَ إِلاَّ تَأْوِيلَهُ يَوْمَ يَأْتِي تَأْوِيلُهُ يَقُولُ الَّذِينَ نَسُوهُ مِن قَبْلُ قَدْ جَاءتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ فَهَل لَّنَا مِن شُفَعَاء فَيَشْفَعُواْ لَنَا أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ قَدْ خَسِرُواْ أَنفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَفْتَرُونَ
Terjemah :
Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al Quran itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Quran itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya [547] sebelum itu: Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberi syafaat bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?. Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan.
________________________________________
[547] Maksudnya: orang-orang yang tidak beramal sebagaimana yang digariskan oleh Al Quran.
Tafsir :
Orang-orang kafir itu tidak menunggu-nunggu, kecuali terlaksananya bukti kebenaran yang telah dijanjikan di dalam al-Qur an, yaitu siksa yang akan mereka terima. Pada hari ketika hisab (perhitungan), pembalasan dan siksa pada Hari Kiamat terjadi, orang-orang kafir yang meninggalkan dan mengingkari al-Qur an di dunia itu berkata : Sekarang telah sangat jelas bagi kami bahwa Rasul-rasul Rabb kami telah datang dengan membawa kebenaran dan nasihat kepada kami. Adakah bagi kami teman-teman dan pemberi syafaat yang bisa memberikan syafaat kepada kami di sisi Rabb kami, atau kami dapat dikembalikan lagi ke dunia sehingga kami dapat melakukan amal-amal yang diridhai oleh Allah? Sungguh mereka merugi dengan dimasukkan ke dalam neraka dan kekal di dalamnya. Sekutu-sekutu yang dahulu mereka sembah selain Allah telah meninggalkan mereka, dan apa yang mereka ada-adakan di dunia dari hal-hal yang dijanjikan oleh setan telah lenyap.

AL A RAF : 54

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Terjemah :
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy [548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang- bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
________________________________________
[548] Bersemayam di atas Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.
Tafsir :
Wahai manusia, sesungguhnya Rabb kalian adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dari tidak ada dalam enam hari. Kemudian, Dia bersemayam di Arsy yang tinggi dengan persemayaman yang (wajib kita imani) sesuai dengan keagungan dan kebesaran-Nya. Dia menutup waktu siang dengan malam sehingga hilang cahayanya, dan menutup waktu malam dengan siang sehingga hilang kegelapannya. Keduanya saling menutupi secara bergantian dengan cepat dan terus-menerus. Dan Dialah yang telah menciptakan matahari, bulan dan bintang-bintang. Semuanya tunduk kepada-Nya dan berada dibawah kendali-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Itu semua adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat agung. Ingatlah, hanya Dia yang kuasa menciptakan dan memerintahkan segala sesuatu. Dia Mahaluhur, Mahabesar lagi Mahasuci dari segala kekurangan, Rabb seluruh makhluk.

AL A RAF : 55

ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Terjemah :
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas [549].
________________________________________
[549] Maksudnya: melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang beriman, berdoalah kepada Rabb kalian dengan merendahkan diri, dengan lembut dan suara yang pelan (rahasia) agar doa itu khusyuk dan jauh dari riya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melanggar batas-batas syariat-Nya. Pelanggaran yang besar adalah menyekutukan-Nya dengan selain-Nya, seperti berdoa kepada selain Allah, baik itu kepada orang-orang mati atau kepada berhala-berhala dan sebagainya/

AL A RAF : 56

وَلاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاَحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَتَ اللّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ
Terjemah :
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
Tafsir :
Dan janganlah kalian membuat kerusakan di bumi dalam bentuk apa pun, setelah Allah memperbaiki (keadaan) dunia dengan mengutus para Rasul (semoga keselamatan menyertai mereka) dan memakmurkannya dengan ketaatan kepada-Nya. Berdoalah kepada-Nya dengan penuh keikhlasan, disertai rasa takut akan siksa dan berharap pahala dari-Nya. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.

AL A RAF : 57

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّى إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالاً سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ الْمَاء فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَلِكَ نُخْرِجُ الْموْتَى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Terjemah :
Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
Tafsir :
Dan Allah-lah yang meniupkan angin yang baik dan lembut, yang membawa berita gembira, yaitu hujan yang turun dengan izin Allah. Kemudian, manusia merasa senang dengan rahmat Allah. Apabila langit itu membawa awan yang penuh dengan air hujan, Allah mengirimnya untuk menghidupkan suatu negeri yang telah tandus tanahnya dan kering pohon-pohon dan tanaman-tanaannya. Allah turunkan hujan dengan awan itu di daerah yang kering dan tandus. Kemudian Dia menumbuhkan bermacam-macam pohon dan tanaman sehingga pohon-pohon itu kembali berbuah. Begitulah Kami mengeluarkan orang-orang mati dari kubur mereka dalam keadaan hidup setelah mati, seperti Kami menghidupkan negeri yang mati dengan air hujan agar mereka dapat mengambil pelajaran dan menjadikannya petunjuk untuk mengesakan Allah dan beriman kepada kuasa-Nya untuk membangkitkan kembali.

AL A RAF : 58

وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَالَّذِي خَبُثَ لاَ يَخْرُجُ إِلاَّ نَكِدًا كَذَلِكَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ
Terjemah :
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
Tafsir :
Dan tanah yang subur apabila diguyur hujan akan mengeluarkan tumbuh-tumbuhan dengan izin dan kehendak-Nya dengan baik dan sangat mudah (bagi Allah). Begitu juga orang-orang yang beriman, ayat-ayat Allah yang turun kepadanya akan membawa manfaat baginya dan membuahkan kehidupan yang baik. Sementara itu tanah yang gersang lagi buruk tidak akan dapat mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, kecuali dengan susah payah, kerdil, dan tidak berguna dan tidak akan dapat mengelurakan tumbuhan yang baik. Begitu juga orang kafir tidak dapat mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah. Perumpamaan-perumpamaan yang indah itu Kami ungkapkan untuk menerangkan ayat-ayat dan bukti-bukti kebenaran bagi orang-orang yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah dan taat kepada-Nya.

AL A RAF : 59

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ إِنِّيَ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Terjemah :
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Al- lah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).
Tafsir :
Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya untuk menyeru mereka pada keesaan Allah dan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya. Dia berkata kepada kaumnya : Wahai kaumku, beribadahlah hanya kepada Allah, tunduklah kepada-Nya dengan taat, tidak ada ilah bagi kalian yang berhak disembah kecuali Dia yang Mahatinggi lagi Mahaagung maka ikhlaskanlah ibadah kalian hanya pada-Nya. Jika kalian tidak melakukannya dan tetap menyembah berhala-berhala, sesungguhnya aku takut akan datang kepada kalian siksa pada hari diberatkannya siksaan kalian, yaitu Hari Kiamat.

AL A RAF : 60

قَالَ الْمَلأُ مِن قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي ضَلاَلٍ مُّبِينٍ
Terjemah :
Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata : Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.
Tafsir :
Pemuka-pemuka dan pembesar mereka berkata : Wahai Nuh, sesungguhnya kami yakin bahwa kamu berada di dalam kesesatan yang nyata dari jalan yang benar.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*