Tafsir Al-Muyasar Surat Al-A”Raf 181-190

AL A RAF : 181

وَمِمَّنْ خَلَقْنَا أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ
Terjemah :
Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.
Tafsir :
Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan terdapat golongan utama yang memberi petunjuk kepada kebenaran dan menyeru kepadanya. Dengan kebenaran itu, mereka berlaku adil dalam memutuskan hukum di antara manusia. Mereka adalah para pemimpin yang membawa petunjuk, yaitu orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah dengan keimanan dan amal shalih.

AL A RAF : 182

وَالَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لاَ يَعْلَمُونَ
Terjemah :
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.
Tafsir :
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mengingkarinya, dan tidak mengambil pelajaran darinya, Kami bukakan bagi mereka pintu-pintu rizki dan sumber-sumber kehidupan di dunia, sebagai cobaan bagi mereka sehingga apabila mereka telah tenggelam (dalam kenikmatan dunia itu) dan mereka yakin bahwa mereka telah mendapat kemuliaan, maka Kami siksa mereka atas kelalaian itu, sedangkan mereka tidak mengetahui. Inilah siksa Allah atas pendustaan mereka terhadap bukti-bukti dan ayat-ayat Allah.

AL A RAF : 183

وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ
Terjemah :
Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.
Tafsir :
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami itu ditangguhkan sehingga mereka meyakini bahwa mereka tidak akan disiksa, maka bertambahlah kedurhakaan dan kekufuran mereka, sehingga siksa mereka dilipatgandakan. Allah berfirman : Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh, yakni kuat dan keras sehingga tidak dapat ditolak dengan kekuatan atau usaha apa pun.

AL A RAF : 184

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُواْ مَا بِصَاحِبِهِم مِّن جِنَّةٍ إِنْ هُوَ إِلاَّ نَذِيرٌ مُّبِينٌ
Terjemah :
Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.
Tafsir :
Apakah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami itu tidak berpikir dan mengambil pelajaran dengan akal mereka, sehingga mereka mengetahui bahwa Muhammad tidak gila? Dia (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan bagi mereka dari siksa Allah atas kekufuran mereka apabila mereka tidak beriman terhadap-Nya. Dan dia adalah seorang pemberi nasihat yang nyata.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim dan Abusy Syaikh meriwayatkan dari Qatadah berkata : Diceritakan kepada kami bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم berdiri di atas bukit Shafa, beliau menyeru orang-orang Quraisy dan menyeru mereka suku demi suku : Wahai Nabi fulan, wahai Bani fulan. Beliau memperingatkan mereka dari adzab dan siksa Allah, maka seseorang dari mereka berkata : Teman kalian ini sudah gila, dia semalaman mengigau sampai pagi. Maka Allah menurunkan ayat 184 ini.

AL A RAF : 185

أَوَلَمْ يَنظُرُواْ فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللّهُ مِن شَيْءٍ وَأَنْ عَسَى أَن يَكُونَ قَدِ اقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ
Terjemah :
Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Qur an itu?
Tafsir :
Apakah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah itu tidak memperhatikan kerajaan Allah yang agung dan kekuasaan-Nya yang kuat di langit dan di bumi, dan apa yang Dia ciptakan pada keduanya, sehingga mereka berpikir dan mengambil pelajaran darinya dan memperhatikan ajal mereka yang mungkin telah dekat, sehingga mereka dibinasakan dalam kekufuran, kemudian mereka dikembalikan kepada siksa Allah dan hukumannya yang amat pedih? Maka dengan peringatan dan ancaman apalagi sesudah al-Qur an yang membuat mereka mau membenarkan dan beramal?

AL A RAF : 186

مَن يُضْلِلِ اللّهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَيَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ
Terjemah :
Barangsiapa yang Allah sesatkan [587], maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.
________________________________________
[587] Lihat not 34.
Tafsir :
Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah dari jalan yang lurus, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk, dan Dia membiarkan mereka kebingungan dalam kekufuran.

AL A RAF : 187

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي لاَ يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلاَّ هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لاَ تَأْتِيكُمْ إِلاَّ بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللّهِ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ
Terjemah :
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: Bilakah terjadinya? Katakanlah: Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Tafsir :
Orang-orang kafir Makkah itu bertanya kepadamu (wahai Rasul) tentang Hari Kiamat, kapan terjadinya? Katakanlah kepada mereka : Pengetahuan tentang terjadinya Hari Kiamat ada pada Allah, tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskannya kecuali Dia. Pengetahuan tentang Hari Kiamat itu sungguh berat dan dirahasiakan dari penghuni langit dan bumi, tidak ada malaikat yang didekatkan atau seorang nabi pun yang mengetahui kapan terjadinya. Kiamat tidak akan datang, kecuali dengan tiba-tiba. Mereka bertanya kepadamu tentang Hari Kiamat karena kamu dianggap mengetahuinya, mereka meminta penjelasan tentangnya dengan pertanyaan itu. Katakanlah kepada mereka : Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat ada di sisi Allah yang mengetahui rahasia langit dan bumi. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa Kiamat itu tidak ada yang mengetahui, kecuali Allah.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata : Hamal bin Abu Qusyair dan Samuel bin Zaid berkata kepada Rasulullah صلی الله عليه وسل : Katakan kepada kami kapan datangnya Kiamat jika kamu adalah nabi seperti yang kamu katakan, kami mengetahui apa itu? Maka Allah menurunkan ayat 187 ini. Dia juga meriwayatkan dari Qatadah, ia berkata : Orang-orang Quraisy berkata : maka dia menyebutkan sepertinya.

AL A RAF : 188

قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَاْ إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Terjemah :
Katakanlah: Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.
Tafsir :
Katakanlah (wahai Rasul) : Aku tidak kuasa mengambil kebaikan untuk diriku sendiri, tidak pula menolak kejahatan yang menimpaku, kecuali Allah menghendaki. Jika aku mengetahui hal yang ghaib sungguh aku akan membuat sebab-sebab yang dapat memperbanyak kebaikan dan maslahat untuk diriku, dan niscaya aku dapat menjaga diriku dari kejahatan sebelum terjadi. Aku hanyalah seorang utusan Allah yang diutus kepada kalian, aku memberi peringatan akan siksa-Nya dan menyampaikan kabar gembira dengan pahala bagi kaum yang percaya bahwa aku adalah utusan Allah dan menjalankan syariat-Nya.

AL A RAF : 189

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلاً خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَت دَّعَوَا اللّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحاً لَّنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ
Terjemah :
Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami terraasuk orang-orang yang bersyukur.
Tafsir :
Wahai manusia, Dialah yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu, yaitu Adam, dan menciptakan istrinya dari dirinya, yaitu Hawa, agar dia (Adam) merasa bahagia dan tenteram kepadanya. Maka setelah mencampuri istrinya, (dua jenis manusia keluar dari keturunan Adam yang saling bercampur), kemudian mengandung kandungan yang ringan, lalu kandungan itu terus berjalan hingga sempurna. Maka setelah mendekati kelahiran dan kandungan itu mulai terasa berat, suami dan istri itu beroda kepada Rabb keduanya : Sesungguhnya jika Engkau memberikan kepada kami anak yang sempurna dan shalih, niscaya kami termasuk orang yang bersyukur kepada-Mu atas anugerah anak yang shalih itu.

AL A RAF : 190

فَلَمَّا آتَاهُمَا صَالِحاً جَعَلاَ لَهُ شُرَكَاء فِيمَا آتَاهُمَا فَتَعَالَى اللّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Terjemah :
Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya [588] menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
________________________________________
[588] Maksudnya: orang-orang musyrik itu menjadikan sekutu bagi Tuhan dalam menciptakan anak itu dengan arti bahwa anak itu mereka pandang sebagai hamba pula bagi berhala yang mereka sembah. Karena itulah mereka menamakan anak-anak mereka dengan Abdul Uzza, Abdu Manaah, Abdu Syam dan sebagainya.
Tafsir :
Maka tatkala Allah menganugerahkan kepada keduanya anak yang shalih, mereka berdua menyekutukan Allah pada anak itu, yaitu anak yang diciptakan oleh Allah sendiri dan keduanya malah menjadikan anak itu sesembahan selain Allah. Allah Mahatinggi lagi Mahasuci dari segala kesyirikan itu.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*