Tafsir Al-Muyasar Surat Al-A”Raf 171-180

AL A RAF : 171

وَإِذ نَتَقْنَا الْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُ ظُلَّةٌ وَظَنُّواْ أَنَّهُ وَاقِعٌ بِهِمْ خُذُواْ مَا آتَيْنَاكُم بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Terjemah :
Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka) : Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa.
Tafsir :
Dan ingatlah (wahai Rasul) ketika Kami mengangkat bukit ke atas Bani Israil, seakan-akan bukit itu awan yang menaungi mereka dan meyakini bahwa bukit itu akan menimpa mereka, jika mereka tidak mau menerima hukum-hukum Taurat. Kami berfirman kepada mereka : Peganglah dengan teguh apa yang telah kami berikan kepada kalian, yakni kerjakanlah syariat-syariat yang Aku berikan kepada kalian dengan sungguh-sungguh dan ingatlah perjanjian-perjanjian yang telah Kami ambil dari kalian, tepatilah isi perjanjian itu agar kalian bertakwa kepada Rabb kalian sehingga kalian akan selamat dari siksa-Nya.

AL A RAF : 172

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُواْ بَلَى شَهِدْنَا أَن تَقُولُواْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ
Terjemah :
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata- kan: Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),
Tafsir :
Dan ingatlah (wahai Rasul) ketika Rabbmu mengeluarkan anak cucu Adam dari tulang sulbi bapak-bapak mereka, lalu mengambil kesaksian mereka terhadap keesaan Allah sebagai fitrah bagi mereka bahwa Allah adalah Rabb, Pencipta dan Penguasa mereka. Lalu, mereka mengakui (kesaksian) itu. Demikian itu karena khawatir mereka akan ingkar pada Hari Kiamat sehingga tidak menetapkan sesuatupun darinya dan mengira bahwa bukti-bukti itu tidak pernah datang kepada mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa tentang itu. Akan tetapi mereka lalai.

AL A RAF : 173

أَوْ تَقُولُواْ إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِن قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِّن بَعْدِهِمْ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ
Terjemah :
atau agar kamu tidak mengatakan: Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu [582]?
________________________________________
[582] Maksudnya: agar orang-orang musyrik itu jangan mengatakan bahwa bapak-bapak mereka dahulu telah mempersekutukan Tuhan, sedang mereka tidak tahu menahu bahwa mempersekutukan Tuhan itu salah, tak ada lagi jalan bagi mereka, hanyalah meniru orang-orang tua mereka yang mempersekutukan Tuhan itu. Karena itu mereka menganggap bahwa mereka tidak patut disiksa karena kesalahan orang-orang tua mereka itu.
Tafsir :
Atau agar kalian tidak mengatakan : Sesungguhnya bapak-bapak kami telah berbuat syirik dan melanggar perjanjian-perjanjian sebelum kami, kemudian kami mengikuti jejak mereka. Maka apakah Engkau akan tetap menyiksa kami disebabkan dosa-dosa mereka (orang-orang yang sia-sisa amal mereka) yang menjadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah?

AL A RAF : 174

وَكَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Terjemah :
Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
Tafsir :
Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat Kami dan menerangkan di dalamnya apa yang Kami perbuat terhadap umat-umat terdahulu. Seperti itulah Kami menjelaskan ayat-ayat dan menerangkannya kepada kaummu (wahai Rasul) agar mereka tidak melakukan perbuatan syirik lagi dan kembali kepada Rabb mereka.

AL A RAF : 175

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِيَ آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ
Terjemah :
Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.
Tafsir :
Dan kisahkanlah (wahai Rasul) kepada umatmu, berita tentang seseorang dari Bani Israil yang telah Kami berikan kepadanya bukti-bukti dan ayat-ayat Kami, lalu mempelajarinya, tapi kemudian ia mengingkarinya dan meninggalkannya begitu saja. Kemudian ia digoda oleh setan sehingga ia termasuk orang-orang yang tersesat dan binasa karena ia melanggar perintah Allah dan menuruti kehendak setan.

AL A RAF : 176

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
Terjemah :
Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
Tafsir :
Dan jika Kami menghendaki untuk mengangkat derajatnya dengan memberikan ayat-ayat kepadanya, niscaya Kami akan melakukannya. Tetapi ia cenderung kepada dunia dan mengikuti hawa nafsunya, dan ia lebih mengutamakan kesenangan dan syahwatnya atas kehidupan akhirat, tidak taat kepada Allah dan melanggar perintah-perintah-Nya. Perumpamaan orang ini seperti seekor anjing jika kamu mengusir atau membiarkannya dia akan tetap menjulurkan lidahnya. Begitu juga orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, jika kamu sampaikan seruan kepadanya atau kamu membiarkannya maka ia tetap kufur. Demikianlah itu (wahai Rasul) adalah sifat kaum yang tersesat sebelum kamu datang kepada mereka dengan membawa petunjuk dan risalah. Ceritakanlah (wahai Rasul) kisah-kisah umat-umat terdahulu karena pemberitaanmu itu merupakan mukjizat yang besar, agar kaummu dapat mengambil pelajaran terhadap yang kamu bawa dan beriman kepadamu.

AL A RAF : 177

سَاء مَثَلاً الْقَوْمُ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا وَأَنفُسَهُمْ كَانُواْ يَظْلِمُونَ
Terjemah :
Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat- ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.
Tafsir :
Amat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan bukti-bukti dan keterangan-keterangan-Nya, lalu mereka mengingkari. Mereka zhalim terhadap diri mereka sendiri disebabkan pendustaan mereka terhadap keterangan-keterangan dan bukti-bukti ini.

AL A RAF : 178

مَن يَهْدِ اللّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي وَمَن يُضْلِلْ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Terjemah :
Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah [583], maka merekalah orang-orang yang merugi.
________________________________________
[583] Lihat not 34.
Tafsir :
Barangsiapa yang diberi taufik oleh Allah kepada keimanan dan ketaatan, dialah orang yang mendapat petunjuk. Barangsiapa yang tidak diberi taufik dan disesatkan, dialah orang yang merugi dan binasa. Karena memberi petunjuk dan menyesatkan adalah hak Allah semata.

AL A RAF : 179

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Terjemah :
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. Kedatangan azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat- ayat-Nya dengan cara istidraj [584].
________________________________________
[584] Yaitu: dengan membiarkan orang itu bergelimang dalam kesesatannya, hingga orang itu tidak sadar bahwa dia didekatkan secara berangsur-angsur kepada kebinasaan.
Tafsir :
Dan Kami telah menciptakan untuk neraka (yang didalamnya Allah akan mengadzab orang-orang yang berhak mendapat adzab di akhirat) banyak dari golongan jin dan manusia yang mempunyai hati, tapi tidak pernah dipakai untuk berfikir, sehingga tidak pernah mengharap pahala dan tidak pernah takut akan siksa. Mereka mempunyai mata, tapi tidak pernah dipakai untuk melihat ayat-ayat dan dalil-dalil Allah. Mereka mempunyai telinga, tapi tidak pernah dipakai untuk mendengar ayat-ayat dan dalil-dalil Allah sehingga mereka dapat merenunginya. Mereka itu seperti binatang yang tidak paham akan kalimat yang diucapkan kepadanya dan tidak paham apa yang dilihatnya, tidak berpikir dengan hatinya tentang kebaikan dan keburukan sehingga dia bisa membedakan antara keduanya. Bahkan mereka (manusia dan jin) itu lebih sesat dari binatang-binatang itu. Karena binatang masih dapat melihat apa yang bermanfaat dan berbahaya baginya dan mau mengikuti tuannya, sedangkan mereka tidak demikian. Mereka itulah orang-orang yang lalai dari iman kepada Allah dan taat kepada-Nya.

AL A RAF : 180

وَلِلّهِ الأَسْمَاء الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُواْ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَآئِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Terjemah :
Hanya milik Allah asmaa-ul husna [585], maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama- nama-Nya [586]. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
________________________________________
[585] Maksudnya: nama-nama yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah.
[586] Maksudnya: janganlah dihiraukan orang-orang yang menyembah Allah dengan nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat dan keagungan Allah, atau dengan memakai asmaa-ul husna, tetapi dengan maksud menodai nama Allah atau mempergunakan asmaa-ul husna untuk nama-nama selain Allah.
Tafsir :
Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik yang menunjukkan kesempurnaan dan keagungan-Nya, semua nama-nama-Nya adalah baik. Mintalah dari-Nya apa saja yang kalian inginkan dengan menyebut nama-nama-Nya. Jauhilah orang-orang yang mengubah nama-nama-Nya dengan menambah, mengurangi, atau menyelewengkannya. Seperti menamakan selain Allah dengan nama-nama-Nya, seperti orang-orang musyrik menamai sesembahan-sesembahan mereka dengan nama-nama itu, atau memaknai nama-nama itu dengan makna yang tidak dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan mendapat balasan amal-amal mereka yang buruk yang mereka kerjakan sewaktu di dunia berupa kufur kepada Allah, menyimpangkan nama-nama-Nya dan mendustakan Rasul-Nya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*