Tafsir Al-Muyasar Surat Al-A”Raf 151-160

AL A RAF : 151

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Terjemah :
Musa berdoa: Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.
Tafsir :
Setelah Musa mendengar permintaan maaf saudaranya dan mengetahui bahwa dia tidak mengabaikan perintah Allah, dia (Musa) berdoa : Wahai Rabbku, ampunilah kemarahanku dan ampunilah dosa-dosa saudaraku karena dia tidak kuasa melarang perbuatan Bani Israil itu, dan masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu yang luas. Sesungguhnya Engkau Maha Penyayang kepada kami di antara para penyayang.

AL A RAF : 152

إِنَّ الَّذِينَ اتَّخَذُواْ الْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَذِلَّةٌ فِي الْحَياةِ الدُّنْيَا وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُفْتَرِينَ
Terjemah :
Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sembahannya), kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kebohongan.
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan patung anak lembu sebagai sesembahan akan ditimpa kemurkaan dan kehinaan oleh Rabb mereka di kehidupan dunia, karena mereka ingkar kepada Allah. Seperti itulah Allah memperlakukan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan dan hal baru dalam agama-Nya. Setiap pelaku kebohongan pasti terhina.

AL A RAF : 153

وَالَّذِينَ عَمِلُواْ السَّيِّئَاتِ ثُمَّ تَابُواْ مِن بَعْدِهَا وَآمَنُواْ إِنَّ رَبَّكَ مِن بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
Terjemah :
Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir :
Dan orang-orang yang melakukan kejahatan, yaitu kekafiran dan kemaksiatan, kemudian setelah itu mereka kembali kepada keimanan dan beramal shalih, sungguh Rabbmu Maha Pengampun terhadap dosa-dosa mereka dan tidak akan mempermalukan mereka setelah bertaubat nasuha (benar), lagi Maha Penyayang kepada mereka dan orang-orang yang bertaubat seperti mereka.

AL A RAF : 154

وَلَمَّا سَكَتَ عَن مُّوسَى الْغَضَبُ أَخَذَ الأَلْوَاحَ وَفِي نُسْخَتِهَا هُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلَّذِينَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُونَ
Terjemah :
Sesudah amarah Musa menjadi reda, lalu diambilnya (kembali) luh-luh (Taurat) itu; dan dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang takut kepada Tuhannya.
Tafsir :
Setelah kemurkaan Musa reda, dia mengambil lauh-lauh (lembaran-lembaran) Taurat yang sebelumnya di lemparkan ke tanah. Di dalamnya terdapat bukti-bukti kebenaran dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Allah dan kepada siksa-Nya (pada Hari Kiamat).

AL A RAF : 155

وَاخْتَارَ مُوسَى قَوْمَهُ سَبْعِينَ رَجُلاً لِّمِيقَاتِنَا فَلَمَّا أَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ أَهْلَكْتَهُم مِّن قَبْلُ وَإِيَّايَ أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاء مِنَّا إِنْ هِيَ إِلاَّ فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَن تَشَاء وَتَهْدِي مَن تَشَاء أَنتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ
Terjemah :
Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki [573]. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya.
________________________________________
[573] Perbuatan mereka membuat patung anak lembu dan menyembahnya itu adalah suatu cobaan Allah untuk menguji mereka, siapa yang sebenarnya kuat imannya dan siapa yang masih ragu-ragu. Orang-orang yang lemah imannya itulah yang mengikuti Samiri dan menyembah patung anak lembu itu. Akan tetapi orang-orang yang kuat imannya, tetap dalam keimanannya.
Tafsir :
Kemudian Musa memilih tujuh puluh orang terbaik dari kaumnya, lalu membawa mereka ke bukit Thursina pada waktu yang telah Allah janjikan kepada Musa untuk menemui-Nya di tempat itu bersama mereka, untuk bertaubat dari dosa penyembahan patung anak lembu yang dilakukan oleh orang-orang bodoh dari Bani Israil. Ketika telah sampai pada tempat yang dituju, mereka malah berkata : Kami tidak akan beriman kepadamu (hai Musa) sebelum kami bisa melihat Allah dengan mata telanjang. Sungguh kamu telah berbicara kepada-Nya secara langsung, maka perlihatkanlah Dia kepada kami. Kemudian mereka pun ditimpa gempa yang kuat, lalu semuanya mati. Kemudian Musa berkata dengan merendahkan diri di hadapan Allah : Wahai Rabbku, apa yang dapat aku katakan kepada Bani Israil apabila aku datang kembali kepada mereka. Sedangkan Engkau telah membinasakan orang-orang pilihan dari mereka? Jika Engkau menghendaki tentu Engkau telah membinasakan aku bersama mereka sebelum ini terjadi, sesunggguhnya yang demikian itu lebih ringan bagiku. Mengapa Engkau membinasakan kami hanya karena perbuatan sebagian orang-orang bodoh di antara kami? Penyembahan kaumku terhadap patung anak lembu itu adalah cobaan dan ujian. Dengan peristiwa itu, Engaku menyesatkan siapa saja yang Engkau kehendaki dari makhluk-makhluk-Mu dan Engkau memberi petunjuk bagi siapa saja yang Engkau kehendaki. Engkaulah pelindung dan penolong kami, maka ampunilah dosa-dosa kami dan kasihanilah Kami dengan rahmat-Mu. Engkaulah sebaik-baik pengampun dan penghapus semua dosa.

AL A RAF : 156

وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَـذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَـا إِلَيْكَ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاء وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَـاةَ وَالَّذِينَ هُم بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ
Terjemah :
Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.
Tafsir :
Dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang Engkau tetapkan bagi mereka amal kebajikan di dunia dan akhirat. Sungguh kami kembali dalam keadaan bertaubat kepada-Mu. Allah berfirman kepada Musa : Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa saja yang Aku kehendaki dari makhluk-Ku, sebagaimana Aku timpakan kepada kaummu. Sedangkan rahmat-Ku meliputi semua makhluk-Ku, maka Aku akan menganugerahkannya kepada orang-orang yang takut kepada Allah dan kepada siksa-Nya, sehingga mereka menunaikan kewajiban-kewajiban-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, dan (rahmat-Ku juga meliputi) orang-orang yang beriman terhadap keterangan-keterangan dan bukti-bukti keesaan Allah.

AL A RAF : 157

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأَغْلاَلَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُواْ بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُواْ النُّورَ الَّذِيَ أُنزِلَ مَعَهُ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Terjemah :
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang maruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka [574]. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
________________________________________
[574] Maksudnya: dalam syariat yang dibawa oleh Muhammad itu tidak ada lagi beban-beban yang berat yang dipikulkan kepada Bani Israil. Umpamanya: mensyariatkan membunuh diri untuk sahnya taubat, mewajibkan kisas pada pembunuhan baik yang disengaja atau tidak tanpa membolehkan membayar diat, memotong anggota badan yang melakukan kesalahan, membuang atau menggunting kain yang kena najis.
Tafsir :
Kasih sayang ini Aku tetapkan bagi orang-orang yang takut kepada Allah dan menjauhi perbuatan maksiat, dan mengikuti Rasul, yaitu nabi yang ummi, yang tidak membaca dan tidak pula menulis. Dialah Muhammad صلی الله عليه وسلم yang sifat dan cirri-cirinya tertulis di dalam Taurat dan Injil. Dia mengajak manusia kepada Tauhid, ketaatan dan kepada semua kebaikan, dan melarang mereka dari perbuatan syirik, durhaka, dan dari semua keburukan. Dia (Muhammad) menghalalkan bagi mereka makanan, minuman dan sembelihan yang baik-baik dan mengharamkan atas mereka semua yang buruk, seperti daging babi, dan semua makanan atau minuman haram yang mereka halalkan. Dia menghilangkan kewajiban-kewajiban yang berat, seperti kewajiban memotong kulit atau pakaian yang terkena najis, membakar harta rampasan dan qishash sebagai hukuman bagi orang yang membunuh dengan sengaja atau tidak. Maka orang-orang yang percaya kepada Nabi yang ummi, Muhammad صلی الله عليه وسلم , mengakui kenabiannya, memuliakannya, menghormatinya, menolongnya, dan mengikuti al-Qur an yang telah diturunkan kepadanya, dan mengerjakan sunah-sunahnya. Mereka itulah orang-orang yang beruntung dengan mendapatkan apa yang Allah janjikan untuk hamba-hamba-Nya yang beriman.

AL A RAF : 158

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِـي وَيُمِيتُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Terjemah :
Katakanlah: Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab- kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.
Tafsir :
Katakanlah (wahai Rasul) kepada seluruh manusia : Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua, tidak hanya kepada sebagian dari kalian. Dialah Allah yang menguasai langit dan bumi dan semua yang ada pada keduanya, tidak ada Ilah dan peribadahan, kecuali hanya untuk-Nya yang Maha Terpuji. Dia Mahakuasa untuk menciptakan makhluk, membinasakan, lalu membangkitkan-Nya. Berimanlah kalian kepada-Nya dan akuilah keesaan-Nya. Berimanlah kepada Rasul-Nya, Muhammad صلی الله عليه وسلم , seorang Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, dan kepada apa-apa yang diturunkan kepada para nabi sebelumnya. Ikutilah rasul ini (Muhammad), dan komitmenlah untuk melakukan apa yang diperintahkan kepada kalian, berupa ketaatan kepada Allah, agar kalian mendapat petunjuk ke jalan yang lurus.

AL A RAF : 159

وَمِن قَوْمِ مُوسَى أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ
Terjemah :
Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak dan dengan yang hak itulah mereka menjalankan keadilan [575].
________________________________________
[575] Maksudnya: mereka memberi petunjuk dan menuntun manusia dengan berpedoman kepada petunjuk dan tuntunan yang datang dari Allah Idan juga dalam hal mengadili perkara-perkara, mereka selalu mencari keadilan dengan berpedomankan petunjuk dan tuntunan Allah.
Tafsir :
Dan di antara kaum Musa dari Bangsa Israil terdapat golongan yang berpegang teguh dengan kebenaran, mengajak manusia kepadanya dan berlaku adil dalam memutuskan hukum untuk menyelesaikan persoalan-persoalan mereka.

AL A RAF : 160

وَقَطَّعْنَاهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ أَسْبَاطًا أُمَمًا وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى إِذِ اسْتَسْقَاهُ قَوْمُهُ أَنِ اضْرِب بِّعَصَاكَ الْحَجَرَ فَانبَجَسَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ الْغَمَامَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَـكِن كَانُواْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Terjemah :
Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing- masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: Pukullah batu itu dengan tongkatmu!. Maka memancarlah dari padanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa [576]. (Kami berfirman): Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezkikan kepadamu. Mereka tidak menganiaya Kami, tapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri.
________________________________________
[576] Lihat not 53.
Tafsir :
Dan Kami membagi-bagi kaum Nabi Musa, Bani Israil itu menjadi dua belas suku sesuai dengan jumlah al-Asbath (anak-anak Ya qub), setiap suku dikenal melalui pemimpinnya masing-masing. Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya tatkala mereka merasakan haus dahaga yang amat sangat saat mereka terusir di padang pasir : Pukullah batu itu dengan tongkatmu, maka memancarlah dari batu itu dua belas mata air, setiap suku dari kedua belas suku itu mengenal tempat minum mereka masing-masing, tidak ada suku yang masuk ke dalam tempat minum suku yang lain. Kami naungkan awan diatas mereka, Kami turunkan kepada mereka Manna, yaitu minuman yang berwarna putih mirip dengan getah karet rasanya manis seperti madu. Dan Kami turunkan Salwa, yaitu burung semacam burung sumaanaa (puyuh). Kami berfirman kepada mereka : Makanlah oleh kalian yang baik-baik dari apa yang telah Kami rizkikan kepada kalian. Akan tetapi mereka malah tidak mau dan cepat merasa bosan dengan Manna dan Salwa yang sudah mereka makan sejak lama. Lalu, mereka berkata : Kami sudah tidak bisa sabar dengan hanya satu jenis makanan saja. Kemudian mereka meminta makanan-makanan yang baik itu diganti dengan yang jauh lebih rendah. Mereka tidak zhalim kepada Kami ketika mereka tidak mau bersyukur kepada Kami dan tidak menjalankan apa yang Allah wajibkan atas mereka akan tetapi mereka yang berbuat aniaya terhadap diri mereka sendiri dengan melewatkan semua kebaikan dan cenderung mencelakakan diri mereka sendiri.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*