Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Anfal 61-70

AL ANFAL : 61

وَإِن جَنَحُواْ لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Terjemah :
Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir :
Apabila mereka condong untuk menyudahi peperangan dan menginginkan perdamaian, condonglah kamu (wahai nabi) pada hal tersebut, dan serahkan urusanmu kepada Allah, percayalah kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar akan perkataan mereka dan Maha Mengetahui terhadap niat mereka.

AL ANFAL : 62,63

وَإِن يُرِيدُواْ أَن يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللّهُ هُوَ الَّذِيَ أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً مَّا أَلَّفَتْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَـكِنَّ اللّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Terjemah :
Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin,
dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman) [622]. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.
________________________________________
[622] Penduduk Madinah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj selalu bermusuhan sebelum Nabi Muhammad r hijrah ke Medinah dan mereka masuk Islam, permusuhan itu hilang.
Tafsir :
Dan apabila mereka yang membuat perjanjian denganmu itu hendak berbuat makar, sesungguhnya Allah akan melindungimu dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah yang menurunkan kepadamu pertolongan-Nya dan memperkuatmu dengan orang-orang mukmin dari golongan Muhajirin dan Anshar. Dia-lah yang telah mempersatukan hati mereka (orang mukmin) setelah bercerai berai. Andaikata engkau membelanjakan seluruh harta didunia untuk mempersatukan hati mereka, niscaya engkau tidak akan dapat melakukannya. Akan tetapi, Allah mempersatukan mereka dalam keimanan, sehingga jadilah mereka saudara yang saling mencintai dan menyayangi. Sesungguhnya Allah Mahakuasa dalam kerajaan-Nya dan Maha Bijaksana dalam urusan dan pengaturan-Nya.

AL ANFAL : 64

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Terjemah :
Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.
Tafsir :
Wahai Nabi!! Cukuplah Allah sebagai pelindung bagimu dan bagi orang-orang mukmin pengikutmu dari kejahatan musuh-musuhmu.

AL ANFAL : 65

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ إِن يَكُن مِّنكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُواْ مِئَتَيْنِ وَإِن يَكُن مِّنكُم مِّئَةٌ يَغْلِبُواْ أَلْفًا مِّنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَّ يَفْقَهُونَ
Terjemah :
Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mumin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. [623]
________________________________________
[623] Maksudnya: mereka tidak mengerti bahwa perang itu haruslah untuk membela keyakinan dan menaati perintah Allah. Mereka berperang hanya semata-mata mempertahankan tradisi jahiliyah dan maksud-maksud duniawiyah lainnya.
Tafsir :
Wahai Nabi!! Kobarkanlah semangat orang-orang mukmin untuk berperang!! Apabila ada dua puluh orang yang bersabar di antara kalian bertemu musuh, niscaya akan mampu mengalahkan dua ratus orang dari mereka (musuh). Apabila ada seratus mujahid yang bersabar, akan mampu mengalahkan seribu orang kafir, karena mereka (orang kafir) tidak mengetahui dan tidak memahami apa yang telah Allah persiapkan bagi para mujahid di jalan-Nya. Mereka berperang hanya untuk kejayaan di dunia dan membuat kerusakan didalamnya.

Asbabun Nuzul :

Ishaq bin Rahawaih meriwayatkan dalam musnadnya dari Ibnu Abbas berkata : Ketika diwajibkan atas mereka perang, satu orang harus menghadapi sepuluh orang musuh, maka hal ini terasa berat atas mereka, maka Allah meringankan dari mereka sehingga seseorang hanya menghadapi dua orang. Allah menurunkan ayat 65 ini sampai akhir ayat.

AL ANFAL : 66

الآنَ خَفَّفَ اللّهُ عَنكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا فَإِن يَكُن مِّنكُم مِّئَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُواْ مِئَتَيْنِ وَإِن يَكُن مِّنكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُواْ أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللّهِ وَاللّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
Terjemah :
Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
Tafsir :
Sekarang Allah memberikan keringanan kepada kalian (hai orang-orang yang beriman), karena Allah mengetahui ada kelemahan dalam diri kalian, Maka apabila diantara kalian ada seratus orang sabar, akan mampu mengalahkan dua ratus tentara kafir. Dan apabila kalian seribu orang akan mampu mengalahkan dua ribu orang dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang bersabar dengan perlindungan dan pertolongan-Nya.

AL ANFAL : 67

مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَكُونَ لَهُ أَسْرَى حَتَّى يُثْخِنَ فِي الأَرْضِ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللّهُ يُرِيدُ الآخِرَةَ وَاللّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Terjemah :
Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir :
Tidak patut bagi seorang nabi memiliki tawanan musuh sampai ia memenangkan peperangan; itu untuk memberikan rasa takut di hati mereka dan menguatkan pondasi agama. Kalian (hai orang-orang muslim) menghendaki keuntungan dunia dari tebusan para tawanan Perang (Badar). Sementara itu, Allah menghendaki keuntungan akhirat bagi kalian, yaitu dengan menjayakan agama-Nya. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa tanpa tertandingi dan Maha Bijaksana dalam syariat-Nya.

AL ANFAL : 68

لَّوْلاَ كِتَابٌ مِّنَ اللّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Terjemah :
Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil.
Tafsir :
Seandainya tidak ada ketetapan dan ketentuan Allah yang terdahulu bagi umat ini, yaitu kebolehan mengambil harta ghanimah (rampasan perang) dan tebusan tawanan, niscaya kalian akan mendapatkan siksa yang amat pedih karena mengambil ghanimah dan tebusan sebelum ditetapkan hukum syarat kedua hal tersebut.

Asbabun Nuzul :

Ahmad dan lainnya meriwayatkan dari Anas berkata : Nabi صلی الله عليه وسلم bermusyawarah dengan para shahabat beliau tentang tawanan perang Badar, beliau bersabda : Sesungguhnya Allah telah membuat kalian menguasai mereka. Maka Umar berkata : Ya Rasulullah, penggallah leher mereka. Beliau berpaling darinya, Abu Bakar berkata : Maafkanlah mereka dan terimalah tebusan dari mereka. Ketika Nabi صلی الله عليه وسلم telah menerima usulan Abu Bakar, maka Allah menurunkan ayat 68 ini.

AL ANFAL : 69

فَكُلُواْ مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلاَلاً طَيِّبًا وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Terjemah :
Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir :
Maka makanlah sebagian dari harta rampasan perang dan tebusan tawanan itu. Itu halal dan baik bagi kalian. Jaga dan peliharalah hukum-hukum agama Allah dan syariat-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap hamba-Nya, lagi Maha Penyayang kepada mereka.

AL ANFAL : 70

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّمَن فِي أَيْدِيكُم مِّنَ الأَسْرَى إِن يَعْلَمِ اللّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِّمَّا أُخِذَ مِنكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Terjemah :
Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu : Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir :
Hai Nabi!! Katakanlah kepada para tawanan kalian saat Perang (Badar) : Jangan sedih dengan tebusan yang akan diminta dari kalian. Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hati kalian, niscaya Allah akan memberikan yang lebih baik dari pada harta yang telah diambil dari kalian, yaitu dengan memberikan kebaikan yang banyak kepada kalian dari karunia-Nya, (Allah telah memenuhi janji-Nya kepada Abbas dan lainnya) dan Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun atas dosa-dosa hamba-Nya apabila mereka bertaubat, juga Maha Penyayang terhadap mereka.

Asbabun Nuzul :

Ath-Thabrani meriwayatkan dalam al-Ausath dari Ibnu Abbas berkata : Abbas berkata : Ayat ini turun berkenaan dengan diriku, demi Allah, pada saat aku menyampaikan Islamku kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan aku memintanya menerima tebusan dariku sebesar dua puluh uqiyah yang aku miliki, maka dengannya beliau memberiku dua puluh orang hamba yang semuanya berdagang dengan hartaku di samping aku juga berharap ampunan dari Rabb-ku.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*